30.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Wanita Muda, Jangan Malu Jadi Peternak

MANADOPOST.ID—Mengikuti jejak sang ibu dan ayah dalam beternak babi bukanlah pilihan utama dari wanita cantik kelahiran Sonder, 25 Agustus 1998 bernama Lengkap Injilia Manarisip.

Namun, semenjak Covid 19 menghantam sulitnya lapangan pekerjaan dan pandemi yang merajalela dimana-mana menjadikan wanita lulusan Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi (Fisip Unsrat) Manado tak memiliki pilihan lain, selain beternak babi, mengikuti jejak ayah dan ibunya.

“Pernah coba berangkat di Jakarta, mo merantau cari pengalaman. Mar karna pandemi, ada PPKM jadi pulang,” kata Injil sapaan anak ke dua dari pasangan Jowdy Manarisip dan Makrin Rompas.

Tak ada pekerjaan dan kesibukan, menjadikan Injil gerah sehingga ia harus terjun untuk menjadi peternak babi. Meski demikian, ia mengaku sang ibu adalah motivatornya untuk terjun di usaha tersebut. Injil memulai usahanya dengan bermodalkan 32 ekor babi kecil (ukuran 9-15 kg) dari ibunya dan mulai menggeluti sebagai peternak babi di Sonder, Kabupaten Minahasa.

ULET : Injilia Manarisip bersama ke dua orang tuanya yang ketiganya adalah peternak babi di Sonder, Minahasa.
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Mami saja mulai usaha dari piara 1 ekor babi, boleh sampe jadi sama dengan sekarang. Apalagi kita so dapat  modal 32 ekor. Mudah-mudahan kedepan boleh sama dengan mami,” ungkap Injil sambil tersenyum.

Meski pendidikan yang ditempuh hanya sampai tingkat SD, namun keuletan sang ibu patut diacungi jempol. Wajar jika anaknya yang lulusan sarjana juga ikut terjun dalam beternak babi. Karena dengan beternak babi, Makrin Rompas dan Jowdy Manarisip mampu menyekolahkan anak mereka hingga tingkat sarjana. Bahkan ke dua pasangan ini kini telah memiliki 400 ekor babi stater dan lebih dari 30 babi induk dengan anakannya. Serta berpenghasilan bersih lebih dari 30 juta perbulan.

“Jadi kita nda mo kalah dengan mami. Kita mau minimal sama dengan mami atau lebih dari itu,” kata Injil dengan optimis.

Saat ini, Injil sudah menikmati hasil dari beberapa kali panen hasil beternak babi. Menurutnya, dengan harga timbangan babi yang baik saat ini, ia bisa mendapatkan keuntungan bersih 100 persen dari modal yang dikeluarkan. “Baru-baru ini, panen 32 ekor, keuntungan bersih 26 juta selama masa pemeliharaan empat bulan dua minggu,” papar Injil menguraikan keuntungan dari beternak babi.
Kini wanita berusia 23 tahun ini telah menambah kapasitas peliharaan ternak. Dari awalnya 32 ekor pada tahun 2020, saat ini menjadi 43 ekor babi. Serta ia juga membuka usaha rumah makan di Pakowa Manado bernama Chillfood.mdo. Usaha baru yang dirintis dari hasil keuntungan beternak babi.

Saat ini wanita kelahiran 1998 ini telah memiliki lebih dari 40 ekor babi stater serta usaha rumah makan yang digelutinya.

“Nda usah malu beternak babi, biar perempuan. Yang penting pendapatannya menjanjikan,” kata Injil yang sering melakukan story-nya ketika ia sedang memberi makan dan membersihkan babi serta kandangnya di Sonder.

Ia juga berpesan bagi para anak muda agar berani berbisnis untuk menjadi orang yang sukses. “Jangan gengsi dan harus berani for ambe resiko berbisnis. Karena samua bisnis tetap beresiko. Jadi kalau torang takut ambe resiko berarti torang pun takut untuk sukses” tutup Injil. (*)

MANADOPOST.ID—Mengikuti jejak sang ibu dan ayah dalam beternak babi bukanlah pilihan utama dari wanita cantik kelahiran Sonder, 25 Agustus 1998 bernama Lengkap Injilia Manarisip.

Namun, semenjak Covid 19 menghantam sulitnya lapangan pekerjaan dan pandemi yang merajalela dimana-mana menjadikan wanita lulusan Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi (Fisip Unsrat) Manado tak memiliki pilihan lain, selain beternak babi, mengikuti jejak ayah dan ibunya.

“Pernah coba berangkat di Jakarta, mo merantau cari pengalaman. Mar karna pandemi, ada PPKM jadi pulang,” kata Injil sapaan anak ke dua dari pasangan Jowdy Manarisip dan Makrin Rompas.

Tak ada pekerjaan dan kesibukan, menjadikan Injil gerah sehingga ia harus terjun untuk menjadi peternak babi. Meski demikian, ia mengaku sang ibu adalah motivatornya untuk terjun di usaha tersebut. Injil memulai usahanya dengan bermodalkan 32 ekor babi kecil (ukuran 9-15 kg) dari ibunya dan mulai menggeluti sebagai peternak babi di Sonder, Kabupaten Minahasa.

ULET : Injilia Manarisip bersama ke dua orang tuanya yang ketiganya adalah peternak babi di Sonder, Minahasa.

“Mami saja mulai usaha dari piara 1 ekor babi, boleh sampe jadi sama dengan sekarang. Apalagi kita so dapat  modal 32 ekor. Mudah-mudahan kedepan boleh sama dengan mami,” ungkap Injil sambil tersenyum.

Meski pendidikan yang ditempuh hanya sampai tingkat SD, namun keuletan sang ibu patut diacungi jempol. Wajar jika anaknya yang lulusan sarjana juga ikut terjun dalam beternak babi. Karena dengan beternak babi, Makrin Rompas dan Jowdy Manarisip mampu menyekolahkan anak mereka hingga tingkat sarjana. Bahkan ke dua pasangan ini kini telah memiliki 400 ekor babi stater dan lebih dari 30 babi induk dengan anakannya. Serta berpenghasilan bersih lebih dari 30 juta perbulan.

“Jadi kita nda mo kalah dengan mami. Kita mau minimal sama dengan mami atau lebih dari itu,” kata Injil dengan optimis.

Saat ini, Injil sudah menikmati hasil dari beberapa kali panen hasil beternak babi. Menurutnya, dengan harga timbangan babi yang baik saat ini, ia bisa mendapatkan keuntungan bersih 100 persen dari modal yang dikeluarkan. “Baru-baru ini, panen 32 ekor, keuntungan bersih 26 juta selama masa pemeliharaan empat bulan dua minggu,” papar Injil menguraikan keuntungan dari beternak babi.
Kini wanita berusia 23 tahun ini telah menambah kapasitas peliharaan ternak. Dari awalnya 32 ekor pada tahun 2020, saat ini menjadi 43 ekor babi. Serta ia juga membuka usaha rumah makan di Pakowa Manado bernama Chillfood.mdo. Usaha baru yang dirintis dari hasil keuntungan beternak babi.

Saat ini wanita kelahiran 1998 ini telah memiliki lebih dari 40 ekor babi stater serta usaha rumah makan yang digelutinya.

“Nda usah malu beternak babi, biar perempuan. Yang penting pendapatannya menjanjikan,” kata Injil yang sering melakukan story-nya ketika ia sedang memberi makan dan membersihkan babi serta kandangnya di Sonder.

Ia juga berpesan bagi para anak muda agar berani berbisnis untuk menjadi orang yang sukses. “Jangan gengsi dan harus berani for ambe resiko berbisnis. Karena samua bisnis tetap beresiko. Jadi kalau torang takut ambe resiko berarti torang pun takut untuk sukses” tutup Injil. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/