28.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Ade Armando Sebut Gubernur DKI Anies Baswedan Rasis, Singgung Pidato Giring Ganesha di Depan Jokowi

Menurut Geisz, PSI selama ini tidak punya prestasi apapun selain hobi mengkritik Anies Baswedan. Geisz meminta PSI mengkritik Anies Baswedan secara substansial. Tak cukup di situ, Geisz mengatakan bahwa dia tak perlu bersikap objektif pada PSI karena PSI hanyalah kumpulan para pecundang. Ada juga pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga. Jamiluddin menyebut kritik PSI sebagai ‘abnormal’.

 

Menurutnya, PSI mengeritik Anies bukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja Anies sebagai gubernur DKI Jakarta. Apa yang dilakukan PSI, kata Jamiluddin, sudah mengarah pada upaya menguliti Anies secara personal. Menurut Jamiluddin, PSI terus menerus menyerang Anies karena PSI sampai sekarang belum dapat menerima kekalahan jagoan mereka, Ahok, dari Anies pada Pilgub 2017.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Akibatnya, PSI terkesan selalu mencari celah untuk mencari kesalahan Anies. Apa saja yang dilakukan Anies dalam membangun Jakarta tidak ada benarnya di mata PSI,” kata Jamiluddin. Karena itu Jamiluddin menyarankan kritik PSI yang abnormal itu sebaiknya dianggap angin lalu saja.

 

“Biarkan mereka terus mengkritik hingga hilang kendali sehingga mereka akan menerima efek bumerangnya,” ujar Jamiluddin lagi. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, bahkan menuduh Giring mengadu domba bangsa. Menurut Dedi, pidato Giring menunjukkan bahwa PSI tidak memiliki gagasan dan ide politik yang dapat ditawarkan pada publik, sehingga memilih jalur kontroversi dan menebar kebencian secara politik.

 

Kata Dedi lagi, PSI menyerang Anies, karena Anies dianggap sebagai capres potensial. Karena itu, menurutnya, strategi PSI ini berbahaya, karena selain picik juga menimbulkan adu domba. Kalau Anda perhatikan kembali pernyataan-pernyataan yang baru saja saya angkat, Anda akan menemukan bahwa tak ada satupun yang masuk ke dalam substansi masalah.

 

Mereka hanya menyebut bahwa Giring sedang mencari sensasi, cari panggung, membuat konten untuk media sosial, menguliti Anies secara personal, menghalangi Anies jadi capres, abnormal, dan mengadu domba bangsa. Geisz malah bilang PSI pecundang. Rocky malah bilang, dia bersedia dicalonkan jadi capres dari PSI.

Menurut Geisz, PSI selama ini tidak punya prestasi apapun selain hobi mengkritik Anies Baswedan. Geisz meminta PSI mengkritik Anies Baswedan secara substansial. Tak cukup di situ, Geisz mengatakan bahwa dia tak perlu bersikap objektif pada PSI karena PSI hanyalah kumpulan para pecundang. Ada juga pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga. Jamiluddin menyebut kritik PSI sebagai ‘abnormal’.

 

Menurutnya, PSI mengeritik Anies bukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja Anies sebagai gubernur DKI Jakarta. Apa yang dilakukan PSI, kata Jamiluddin, sudah mengarah pada upaya menguliti Anies secara personal. Menurut Jamiluddin, PSI terus menerus menyerang Anies karena PSI sampai sekarang belum dapat menerima kekalahan jagoan mereka, Ahok, dari Anies pada Pilgub 2017.

 

“Akibatnya, PSI terkesan selalu mencari celah untuk mencari kesalahan Anies. Apa saja yang dilakukan Anies dalam membangun Jakarta tidak ada benarnya di mata PSI,” kata Jamiluddin. Karena itu Jamiluddin menyarankan kritik PSI yang abnormal itu sebaiknya dianggap angin lalu saja.

 

“Biarkan mereka terus mengkritik hingga hilang kendali sehingga mereka akan menerima efek bumerangnya,” ujar Jamiluddin lagi. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, bahkan menuduh Giring mengadu domba bangsa. Menurut Dedi, pidato Giring menunjukkan bahwa PSI tidak memiliki gagasan dan ide politik yang dapat ditawarkan pada publik, sehingga memilih jalur kontroversi dan menebar kebencian secara politik.

 

Kata Dedi lagi, PSI menyerang Anies, karena Anies dianggap sebagai capres potensial. Karena itu, menurutnya, strategi PSI ini berbahaya, karena selain picik juga menimbulkan adu domba. Kalau Anda perhatikan kembali pernyataan-pernyataan yang baru saja saya angkat, Anda akan menemukan bahwa tak ada satupun yang masuk ke dalam substansi masalah.

 

Mereka hanya menyebut bahwa Giring sedang mencari sensasi, cari panggung, membuat konten untuk media sosial, menguliti Anies secara personal, menghalangi Anies jadi capres, abnormal, dan mengadu domba bangsa. Geisz malah bilang PSI pecundang. Rocky malah bilang, dia bersedia dicalonkan jadi capres dari PSI.

Most Read

Artikel Terbaru

/