24.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Ade Armando Sebut Gubernur DKI Anies Baswedan Rasis, Singgung Pidato Giring Ganesha di Depan Jokowi

Tapi tidak ada satupun yang menjawab kecaman utama dari Giring, yakni rasisme. Ada dua kemungkinan mengapa ini terjadi. Pertama, mereka memang menganggap isu rasisme tidak penting. Namun nampaknya ini penjelasan yang lemah karena yang bicara bukanlah orang bodoh. Kebencian atas dasar ras dan agama adalah gejala yang menghantui banyak negara, termasuk Indonesia.

 

Karena itu hampir tidak mungkin para pengkritik PSI ini tidak sadar. Karena itu, yang lebih masuk akal adalah kemungkinan kedua. Kemungkinan kedua adalah mereka berusaha mengalihkan perhatian dari isu utama. Mereka tidak ingin publik menyadari betapa jahatnya Anies dan betapa nyatanya ancaman rasisme.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Karena itu yang diangkat adalah soal Giring cari sensasi dan semacamnya, atau dengan penghinaan receh bahwa PSI pecundang. Mereka ingin mendelegitimasi PSI agar publik tidak memandang serius peringatan PSI. PSI dibuat receh agar orang tak mendengar pesan sesungguhnya dari PSI, yakni tentang ancaman rasisme. Saya bahkan menduga mereka adalah orang-orang yang memang akan kembali mengangkat sentimen ras dan agama untuk tujuan politik mereka.

 

Karena itu, peringatan dari PSI dibuat ‘anyep’. Kembali saya katakan, peringatan Giring dan PSI ini luar biasa. Salah satu faktor yang menyebabkan kita perlu khawatir kalau Anies menjadi pemimpin Indonesia adalah bukan saja soal ketidakcakapannya memimpin, potensi korupsinya, namun juga adalah pilihan pragmatisnya untuk memanfaatkan kebencian ras dan agama untuk tujuan politiknya.

 

Itu akan menghancurkan Indonesia. Saya setuju dengan Giring. Jangan biarkan Indonesia dipimpin oleh Presiden Rasis. Ayo terus gunakan akal sehat. Karena hanya kalau kita gunakan akal sehat, Indonesia akan selamat!. (*)

 

Tapi tidak ada satupun yang menjawab kecaman utama dari Giring, yakni rasisme. Ada dua kemungkinan mengapa ini terjadi. Pertama, mereka memang menganggap isu rasisme tidak penting. Namun nampaknya ini penjelasan yang lemah karena yang bicara bukanlah orang bodoh. Kebencian atas dasar ras dan agama adalah gejala yang menghantui banyak negara, termasuk Indonesia.

 

Karena itu hampir tidak mungkin para pengkritik PSI ini tidak sadar. Karena itu, yang lebih masuk akal adalah kemungkinan kedua. Kemungkinan kedua adalah mereka berusaha mengalihkan perhatian dari isu utama. Mereka tidak ingin publik menyadari betapa jahatnya Anies dan betapa nyatanya ancaman rasisme.

 

Karena itu yang diangkat adalah soal Giring cari sensasi dan semacamnya, atau dengan penghinaan receh bahwa PSI pecundang. Mereka ingin mendelegitimasi PSI agar publik tidak memandang serius peringatan PSI. PSI dibuat receh agar orang tak mendengar pesan sesungguhnya dari PSI, yakni tentang ancaman rasisme. Saya bahkan menduga mereka adalah orang-orang yang memang akan kembali mengangkat sentimen ras dan agama untuk tujuan politik mereka.

 

Karena itu, peringatan dari PSI dibuat ‘anyep’. Kembali saya katakan, peringatan Giring dan PSI ini luar biasa. Salah satu faktor yang menyebabkan kita perlu khawatir kalau Anies menjadi pemimpin Indonesia adalah bukan saja soal ketidakcakapannya memimpin, potensi korupsinya, namun juga adalah pilihan pragmatisnya untuk memanfaatkan kebencian ras dan agama untuk tujuan politiknya.

 

Itu akan menghancurkan Indonesia. Saya setuju dengan Giring. Jangan biarkan Indonesia dipimpin oleh Presiden Rasis. Ayo terus gunakan akal sehat. Karena hanya kalau kita gunakan akal sehat, Indonesia akan selamat!. (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/