28.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

BP2P Sulawesi I Tuntaskan 4 Rusun, 25 Rusus, 1.650 BSPS

MANADOPOST.ID—Program sejuta rumah oleh Presiden Joko Widodo yang tersebar di seluruh Indonesia terus berlanjut sejak dicanangkan pada tahun 2015 lalu. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I pun terus menggenjot pembangunan perumahan untuk ketersediaan rumah layak huni bagi masyarakat di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulut).

Menurut Kepala BP2P Sulawesi I, Recky Walter Lahope dari 9 rusun (rumah susun) dan rusus (rumah khusus), 4 rusun dan 1 paket rusus telah selesai dibangun. Sedangkan 5 rusun lainnya akan berlanjut pada 2022 mendatang.

“Tahun ini paket rusus hanya satu. Yakni 25 unit rumah khusus di Bolsel. Serta ada 4 rusun yang selesai dibangun. Yaitu Rusun UPTD BPTK di Bitung, Rusun Mahasiswa UNIMA di Tondano, Rusun Korem 133/NW dan Rusun Pesantren di Boltim,” terang Lahope.

Ditambahkan PPK Rusun dan Rusus Wilayah Sulut Lanny Mamudi bahwa dari lima rusun yang belum tuntas, dua diantaranya yakni Rusun Kejati dan Seminari Tomohon merupakan paket yang baru selesai dilelang. “Peletakan batu pertama baru dilakukan pada beberapa waktu lalu di akhir tahun. Sedangkan tiga rusun lainnya terkendala pada refocusing anggaran,” ungkap Mamudi.

Lanny Mamudi

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ia pun mengimbau agar para pimpinan daerah pada tahun 2022 mendatang, tidak jenuh dalam melakukan pengusulan program baik rusun maupun rusus serta bantuan perumahan lainnya melalui aplikasi Sibaru. “Untuk Pemkot maupun Pemkab baiknya ada proaktif untuk pengusulan-pengusulan program bantuan perumahan dan lainnya melalui aplikasi Sistem Informasi Bantuan Perumahan atau Sibaru. Tapi selain diusulkan, kedepannya harus juga dikawal agar bisa menjadi prioritas,” tambah Mamudi.

Selain Rusun dan Rusus, terdapat juga bantuan sejuta rumah yang dianggarkan oleh pemerintah pusat melalui BP2P Sulawesi I. Selang tahun 2021, Kepala BP2P Sulawesi I Recky Lahope menyebutkan sejumlah 1.650 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) telah disalurkan bagi masyarakat di Sulut.

“Tahun ini Sulut mendapatkan alokasi BSPS reguler sebanyak 1.500 unit dan BSPS dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebanyak 150 unit. Semuanya sudah selesai dibangun. Harapannya agar masyarakat memiliki akses terhadap rumah yang layak huni agar mampu membina keluarganya dalam rumah yang sehat dan nyaman,” terang Lahope.

Ditambahkan PPK Ruswa dan RUK Wilayah Sulut Stenly Tangkere, bahwa program BSPS membutuhkan swadaya dari masyarakat yang mendapatkan program bantuan tersebut. “Bantuan ini hanya sebagai stimulan untuk masyarakat, dan mereka juga harus mempunyai swadaya pribadi untuk membangun rumah. Tapi sejauh ini, program BSPS sukses dan sangat bermanfaat untuk menjangkau masyarakat sehingga dapat memiliki rumah yang layak huni,” tutup Tangkere.

Diketahui dari bantuan BSPS atau program bedah rumah, pemerintah pusat memberikan bantuan sejumlah Rp.20 juta per masing-masing keluarga. Sehingga dari Rp.20 juta bantuan bedah rumah, Rp.17,5 juta merupakan bantuan berbentuk material bahan bangunan dan sisanya Rp.2,5 juta diberikan ke penerima bantuan sebagai upah pengerjaan bangunan. (des)

MANADOPOST.ID—Program sejuta rumah oleh Presiden Joko Widodo yang tersebar di seluruh Indonesia terus berlanjut sejak dicanangkan pada tahun 2015 lalu. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I pun terus menggenjot pembangunan perumahan untuk ketersediaan rumah layak huni bagi masyarakat di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulut).

Menurut Kepala BP2P Sulawesi I, Recky Walter Lahope dari 9 rusun (rumah susun) dan rusus (rumah khusus), 4 rusun dan 1 paket rusus telah selesai dibangun. Sedangkan 5 rusun lainnya akan berlanjut pada 2022 mendatang.

“Tahun ini paket rusus hanya satu. Yakni 25 unit rumah khusus di Bolsel. Serta ada 4 rusun yang selesai dibangun. Yaitu Rusun UPTD BPTK di Bitung, Rusun Mahasiswa UNIMA di Tondano, Rusun Korem 133/NW dan Rusun Pesantren di Boltim,” terang Lahope.

Ditambahkan PPK Rusun dan Rusus Wilayah Sulut Lanny Mamudi bahwa dari lima rusun yang belum tuntas, dua diantaranya yakni Rusun Kejati dan Seminari Tomohon merupakan paket yang baru selesai dilelang. “Peletakan batu pertama baru dilakukan pada beberapa waktu lalu di akhir tahun. Sedangkan tiga rusun lainnya terkendala pada refocusing anggaran,” ungkap Mamudi.

Lanny Mamudi

Ia pun mengimbau agar para pimpinan daerah pada tahun 2022 mendatang, tidak jenuh dalam melakukan pengusulan program baik rusun maupun rusus serta bantuan perumahan lainnya melalui aplikasi Sibaru. “Untuk Pemkot maupun Pemkab baiknya ada proaktif untuk pengusulan-pengusulan program bantuan perumahan dan lainnya melalui aplikasi Sistem Informasi Bantuan Perumahan atau Sibaru. Tapi selain diusulkan, kedepannya harus juga dikawal agar bisa menjadi prioritas,” tambah Mamudi.

Selain Rusun dan Rusus, terdapat juga bantuan sejuta rumah yang dianggarkan oleh pemerintah pusat melalui BP2P Sulawesi I. Selang tahun 2021, Kepala BP2P Sulawesi I Recky Lahope menyebutkan sejumlah 1.650 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) telah disalurkan bagi masyarakat di Sulut.

“Tahun ini Sulut mendapatkan alokasi BSPS reguler sebanyak 1.500 unit dan BSPS dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebanyak 150 unit. Semuanya sudah selesai dibangun. Harapannya agar masyarakat memiliki akses terhadap rumah yang layak huni agar mampu membina keluarganya dalam rumah yang sehat dan nyaman,” terang Lahope.

Ditambahkan PPK Ruswa dan RUK Wilayah Sulut Stenly Tangkere, bahwa program BSPS membutuhkan swadaya dari masyarakat yang mendapatkan program bantuan tersebut. “Bantuan ini hanya sebagai stimulan untuk masyarakat, dan mereka juga harus mempunyai swadaya pribadi untuk membangun rumah. Tapi sejauh ini, program BSPS sukses dan sangat bermanfaat untuk menjangkau masyarakat sehingga dapat memiliki rumah yang layak huni,” tutup Tangkere.

Diketahui dari bantuan BSPS atau program bedah rumah, pemerintah pusat memberikan bantuan sejumlah Rp.20 juta per masing-masing keluarga. Sehingga dari Rp.20 juta bantuan bedah rumah, Rp.17,5 juta merupakan bantuan berbentuk material bahan bangunan dan sisanya Rp.2,5 juta diberikan ke penerima bantuan sebagai upah pengerjaan bangunan. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/