32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Tabur Bunga di Lokasi Tenggelam KRI Nanggala, Begini Perasaan Istri Lettu Sigar

MANADOPOST.ID—Tadi ambyar banget,” tulis istri Lettu Laut (T) Anm Rhesa Tri Utomo Sigar STr Han, Anasthasia Christina di akun media sosialnya. Anasthasia yang selama ini tegar dan tabah ditinggal sang suami, akhirnya mengaku perasaannya ambyar saat upacara tabur bunga, Jumat siang (30/4).

Berikut curahan hati Thasia-sapaannya, di Instagram.

“30/04/21. hai, pak suami! hari ini aku ke tempat km berada, meskipun katanya titik sebenernya msh 60mil lg dari lepas pantai.

maaf kali ini aku cengeng! dari sebelum mulai acara, aku nangis sambil ngebelai karangan bunga, krn km suka bgt klo kepalanya dielus sebelum bobo.
sepanjang upacara aku jg nangis apalagi pas penghormatan terakhir.
wkt ngelangkah ke geladak kapal aku nangis lebih histeris lg krn “suamiku ada di bawah sana & aku gabisa berbuat apa2.”

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

tp aku inget semua ga akan terjadi klo bukan krn kehendak Tuhan.
aku percaya ada harapan di setiap kesusahan.
kapan2 aku kesini lg ya buat nyekar km! 💛”

Istri Lettu Laut (T) Anm Rhesa Tri Utomo Sigar STr Han, Anasthasia Christina (baju biru), saat tabur bunga. (Foto: IG @a.nasthasia)

Kemarin diketahui TNI AL menyelenggarakan upacara tabur bunga untuk mengenang jasa-jasa sekaligus mendoakan arwah 53 awak KRI Nanggala-402 yang gugur di Laut Utara Bali. Dalam agenda itu seluruh keluarga korban hadir. TNI AL pun kembali menegaskan keinginan mereka mengangkat badan kapal selam buatan Jerman tersebut dari dasar laut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memimpin langsung upacara tabur bunga yang dilaksanakan di geladak KRI dr. Soeharso-990. Kepada semua pihak yang hadir dalam upacara tersebut, dia menyampaikan, dirinya sangat kehilangan. “Selaku Kepala Staf Angkatan Laut dan atas nama keluarga besar TNI Angkatan Laut, saya mengajak kita senantiasa mendoakan para prajurit kesatria KRI Nanggala-402,” ajaknya.

Keluarga awak KRI Nanggala 402 melakukan tabur bunga dari geladag Helly KRI Dr Soeharso-990 di perairan utara pulau Bali, Jumat (30/4). (Foto: Ramada Kusuma/Jawa Pos Radar Banyuwangi)

Selain doa, tidak banyak yang Yudo sampaikan. Orang nomor satu di TNI AL itu berharap seluruh keluarga awak KRI Nanggala-402 tabah. TNI AL dan negara memastikan terus bersama mereka. Pemerintah pun sudah menjamin keluarga korban mendapat hak-hak mereka. Kepal Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono yang turut hadir dalam upacara tabur bunga itu menyampaikan bahwa prosesi pelarungan karangan bunga dan tabur bunga dikawal beberapa KRI.

Di antaranya KRI Rigel-933, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Pulau Rengat-711, KRI Bontang-907 dan KRI Soputan-923. Selain itu kapal penyelamat milik Singapura, MV Swift Rescue dan kapal mili Malaysia, MV Mega Bakti turut menyertai upacara tersebut. Kapal-kapal tersebut masih berada di Laut Utara Bali dalam rangka operasi pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala-402. Tidak hanya kapal-kapal tersebut, KN Tanjung Dato milik Bakamla, KN Kamayana Basarnas, dan KP Barata Baharkam milik Polri berikut satu unit Helikopter Panther TNI AL juga masih berada di sana.

Julius memastikan, instansinya terus mengupayakan pengangkatan badan KRI Nanggala-402. Upaya itu dilakukan sesuai niatan yang sudah disampaikan oleh KSAL. “Selanjutnya TNI AL akan berupaya keras untuk dapat mengangkat badan kapal selam KRI Nanggala-402 dari dasar laut,” jelasnya. Namun demikian, TNI AL berharap semua pihak sabar. Sebab upaya tersebut tidak mudah. “Tentunya perlu perencanaan yang matang,” tambah dia.

Sebagaimana berulangkali disampaikan oleh TNI AL, KRI Nanggala-402 yang tenggelam ketika turut serta dalam latihan penembakan torpedo saat ini berada di kedalaman 838 meter. Dengan posisi di kedalaman tersebut, butuh tenaga serta upaya esktra untuk mengangkat badan kapal yang ukurannya juga tidak kecil. Namun demikian opsi-opsi yang ada terus didalami oleh TNI AL. Apabila sudah berhasil diangkat, rencananya badan kapal tersebut akan dibawa ke markas Satuan Kapal Selam di Surabaya.

(jp/tan)

MANADOPOST.ID—Tadi ambyar banget,” tulis istri Lettu Laut (T) Anm Rhesa Tri Utomo Sigar STr Han, Anasthasia Christina di akun media sosialnya. Anasthasia yang selama ini tegar dan tabah ditinggal sang suami, akhirnya mengaku perasaannya ambyar saat upacara tabur bunga, Jumat siang (30/4).

Berikut curahan hati Thasia-sapaannya, di Instagram.

“30/04/21. hai, pak suami! hari ini aku ke tempat km berada, meskipun katanya titik sebenernya msh 60mil lg dari lepas pantai.

maaf kali ini aku cengeng! dari sebelum mulai acara, aku nangis sambil ngebelai karangan bunga, krn km suka bgt klo kepalanya dielus sebelum bobo.
sepanjang upacara aku jg nangis apalagi pas penghormatan terakhir.
wkt ngelangkah ke geladak kapal aku nangis lebih histeris lg krn “suamiku ada di bawah sana & aku gabisa berbuat apa2.”

tp aku inget semua ga akan terjadi klo bukan krn kehendak Tuhan.
aku percaya ada harapan di setiap kesusahan.
kapan2 aku kesini lg ya buat nyekar km! 💛”

Istri Lettu Laut (T) Anm Rhesa Tri Utomo Sigar STr Han, Anasthasia Christina (baju biru), saat tabur bunga. (Foto: IG @a.nasthasia)

Kemarin diketahui TNI AL menyelenggarakan upacara tabur bunga untuk mengenang jasa-jasa sekaligus mendoakan arwah 53 awak KRI Nanggala-402 yang gugur di Laut Utara Bali. Dalam agenda itu seluruh keluarga korban hadir. TNI AL pun kembali menegaskan keinginan mereka mengangkat badan kapal selam buatan Jerman tersebut dari dasar laut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memimpin langsung upacara tabur bunga yang dilaksanakan di geladak KRI dr. Soeharso-990. Kepada semua pihak yang hadir dalam upacara tersebut, dia menyampaikan, dirinya sangat kehilangan. “Selaku Kepala Staf Angkatan Laut dan atas nama keluarga besar TNI Angkatan Laut, saya mengajak kita senantiasa mendoakan para prajurit kesatria KRI Nanggala-402,” ajaknya.

Keluarga awak KRI Nanggala 402 melakukan tabur bunga dari geladag Helly KRI Dr Soeharso-990 di perairan utara pulau Bali, Jumat (30/4). (Foto: Ramada Kusuma/Jawa Pos Radar Banyuwangi)

Selain doa, tidak banyak yang Yudo sampaikan. Orang nomor satu di TNI AL itu berharap seluruh keluarga awak KRI Nanggala-402 tabah. TNI AL dan negara memastikan terus bersama mereka. Pemerintah pun sudah menjamin keluarga korban mendapat hak-hak mereka. Kepal Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono yang turut hadir dalam upacara tabur bunga itu menyampaikan bahwa prosesi pelarungan karangan bunga dan tabur bunga dikawal beberapa KRI.

Di antaranya KRI Rigel-933, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Pulau Rengat-711, KRI Bontang-907 dan KRI Soputan-923. Selain itu kapal penyelamat milik Singapura, MV Swift Rescue dan kapal mili Malaysia, MV Mega Bakti turut menyertai upacara tersebut. Kapal-kapal tersebut masih berada di Laut Utara Bali dalam rangka operasi pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala-402. Tidak hanya kapal-kapal tersebut, KN Tanjung Dato milik Bakamla, KN Kamayana Basarnas, dan KP Barata Baharkam milik Polri berikut satu unit Helikopter Panther TNI AL juga masih berada di sana.

Julius memastikan, instansinya terus mengupayakan pengangkatan badan KRI Nanggala-402. Upaya itu dilakukan sesuai niatan yang sudah disampaikan oleh KSAL. “Selanjutnya TNI AL akan berupaya keras untuk dapat mengangkat badan kapal selam KRI Nanggala-402 dari dasar laut,” jelasnya. Namun demikian, TNI AL berharap semua pihak sabar. Sebab upaya tersebut tidak mudah. “Tentunya perlu perencanaan yang matang,” tambah dia.

Sebagaimana berulangkali disampaikan oleh TNI AL, KRI Nanggala-402 yang tenggelam ketika turut serta dalam latihan penembakan torpedo saat ini berada di kedalaman 838 meter. Dengan posisi di kedalaman tersebut, butuh tenaga serta upaya esktra untuk mengangkat badan kapal yang ukurannya juga tidak kecil. Namun demikian opsi-opsi yang ada terus didalami oleh TNI AL. Apabila sudah berhasil diangkat, rencananya badan kapal tersebut akan dibawa ke markas Satuan Kapal Selam di Surabaya.

(jp/tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/