24.4 C
Manado
Senin, 8 Agustus 2022

Pandemi Tekan Kasus Baru HIV/AIDS

HARI ini (1/12) merupakan peringatan Hari HIV/AIDS sedunia. Menurut laporan Kementerian Kesehatan, jumlah temuan kasus baru HIV turun dibanding tahun lalu. Hal ini dikarenakan alasan pandemi Covid-19.

Hingga akhir November Kemenkes mencatat ada 32 ribu kasus baru HIV/AIDS. Sementara pada periode yang sama di tahun lalu, ada temuan 52 ribu kasus baru. Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi penurunan ini karena angka kunjungan ke fasilitas kesehatan di masa pandemi juga turun.

Ibu hamil yang melakukan pengecekan HIV/AIDS juga turun. Pada 2019 lalu, Kementerian Kesehatan bisa melakukan tes khususnya untuk HIV, sifilis, dan hepatitis kepada dua juta lebih  ibu hamil.

Tahun ini, Nadia menambahkan, hanya 1,7 juta ibu hamil.  Dari 1,7 juta ini kurang lebih 0,3 perden positif HIV/AIDS. “Mungkin karena terkendala Covid-19,” ucapnya kemarin (30/11), seperti dilansir Jawa Pos.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia mengakui selama masa pandemi Covid-19 penanganan masalah HIV/AIDS menjadi terhambat. Bahkan, program-program kesehatan lainnya juga mengalami kendala.

Namun dia mengingatkan bahwa ini bukanlah kerja pemerintah atau Kemenkes saja. “Tidak bisa hanya oleh sektor kesehatan saja. Di berbagai lintas sektor dan lintas program harus ikut terlibat dari mulai upaya pencegahan,” katanya.

Di awal tahun 2012 estimasi orang dengan HIV/AIDS di Indonesia ada sekitar 630 ribu. Estimasi ini cukup baik karena kemudian angkanya turun menjadi 543 ribu di 2018.

Dia menyoroti pentingnyakomitmen untuk berupaya mencegah ibu hamil yang positif HIV/AIDS menularkan kepada anaknya. Langkah awal yang dilakukan adalah mencegah anak yang dilahirkan tidak terinfeksi HIV/AIDS melalui Program Aku Bangga Aku Tahu. Dengan program ini diharapkan mengurangi stigma dan diskriminasi yang dirasakan orang dengan HIV/AIDS.

Kemenkes pun mendorong agar setiap orang tua mau mengetahui statusmya apakah positif HIV/AIDS atau tidak. Apalagi bagi kelompok rentan. “Supaya memastikan pada saat nanti berkeluarga dan kemudian berencana untuk memiliki keturunan dipastikan sudah mengetahui status HIV/AIDS nya,” ujar Nadia.(jpg)

HARI ini (1/12) merupakan peringatan Hari HIV/AIDS sedunia. Menurut laporan Kementerian Kesehatan, jumlah temuan kasus baru HIV turun dibanding tahun lalu. Hal ini dikarenakan alasan pandemi Covid-19.

Hingga akhir November Kemenkes mencatat ada 32 ribu kasus baru HIV/AIDS. Sementara pada periode yang sama di tahun lalu, ada temuan 52 ribu kasus baru. Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi penurunan ini karena angka kunjungan ke fasilitas kesehatan di masa pandemi juga turun.

Ibu hamil yang melakukan pengecekan HIV/AIDS juga turun. Pada 2019 lalu, Kementerian Kesehatan bisa melakukan tes khususnya untuk HIV, sifilis, dan hepatitis kepada dua juta lebih  ibu hamil.

Tahun ini, Nadia menambahkan, hanya 1,7 juta ibu hamil.  Dari 1,7 juta ini kurang lebih 0,3 perden positif HIV/AIDS. “Mungkin karena terkendala Covid-19,” ucapnya kemarin (30/11), seperti dilansir Jawa Pos.

Dia mengakui selama masa pandemi Covid-19 penanganan masalah HIV/AIDS menjadi terhambat. Bahkan, program-program kesehatan lainnya juga mengalami kendala.

Namun dia mengingatkan bahwa ini bukanlah kerja pemerintah atau Kemenkes saja. “Tidak bisa hanya oleh sektor kesehatan saja. Di berbagai lintas sektor dan lintas program harus ikut terlibat dari mulai upaya pencegahan,” katanya.

Di awal tahun 2012 estimasi orang dengan HIV/AIDS di Indonesia ada sekitar 630 ribu. Estimasi ini cukup baik karena kemudian angkanya turun menjadi 543 ribu di 2018.

Dia menyoroti pentingnyakomitmen untuk berupaya mencegah ibu hamil yang positif HIV/AIDS menularkan kepada anaknya. Langkah awal yang dilakukan adalah mencegah anak yang dilahirkan tidak terinfeksi HIV/AIDS melalui Program Aku Bangga Aku Tahu. Dengan program ini diharapkan mengurangi stigma dan diskriminasi yang dirasakan orang dengan HIV/AIDS.

Kemenkes pun mendorong agar setiap orang tua mau mengetahui statusmya apakah positif HIV/AIDS atau tidak. Apalagi bagi kelompok rentan. “Supaya memastikan pada saat nanti berkeluarga dan kemudian berencana untuk memiliki keturunan dipastikan sudah mengetahui status HIV/AIDS nya,” ujar Nadia.(jpg)

Most Read

Artikel Terbaru

/