31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Sulut Pertebal Pengamanan

MANADOPOST.ID—Tragedi memilukan di Kabupaten Sigi, Sulteng dan penangkapan tujuh terduga teroris di Gorontalo, ikut diseriusi Polda Sulut dan Kodam XIII/Merdeka.

Jelang Pilkada, Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengamanan makin diperkuat. Aparat tak ingin Nyiur Melambai ‘kebobolan’ akibat ulah pihak-pihak tak bertanggung jawab. Diketahui Gorontalo dan Sulteng merupakan daerah paling dekat dengan Nyiur Melambai.

“Pengamanan Natal dan Tahun Baru nantinya akan diberlakukan Operasi Lilin Samrat 2020,” sebut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat diwawancarai Manado Post, Senin (30/11).

Sedangkan pengamanan pilkada sejak tahap pendaftaran pasangan calon hingga tahap kampanye, katanya tetap dilakukan pengamanan sesuai tahapan. Termasuk tahap pendistribusian logistik ke tempat pemungutan suara (TPS), hingga tahapan pungut-hitung suara dan tahapan-tahapan selanjutnya, akan tetap dilakukan pengamanan oleh personel Polda dan Polres jajaran serta instansi terkait.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Terkait penanganan bencana telah dilakukan Apel Kesiapan Penanggulangan bencana bersama instansi terkait lainnya,” beber Abast. Dalam apel tersebut, pasukan yang disiapkan mencapai 1.000 personel gabungan.

Kodam XIII/Merdeka yang mengawal wilayah Provinsi Sulut, Gorontalo hingga Provinsi Sulawesi Tengah, juga mempertebal pengamanan. “Terkait peristiwa di Sulteng. Kodam XIII/Merdeka bersama Polri, makin meningkatkan pengawasan. Kami imbau bagi masyarakat supaya tetap tenang karena TNI/Polri sudah turun melakukan pengejaran (kelompok MIT, red),” singkat Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav M Jaelani, ketika dikonfirmasi terpisah.

Dalam rapat koordinasi kemarin, Kapolda Sulut Irjen Pol Panca Putra dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Matondang, juga meminta semua elemen menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Jaga stabilitas keamanan dan ketertiban di masing-masing daerah,” pesan Pangdam Matondang diamini Kapolda Panca Putra, di Aula Grhadika Jaya Sakti, Makodam XIII/Merdeka, kemarin.

Di sisi lain, lewat rilis resmi yang diterima Manado Post dari Kombes Abast, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, telah memerintahkan tembak mati kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) jika melawan petugas.

Kapolri mengaku sudah menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Tinombala ke Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah untuk mencari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora atas pembunuhan satu keluarga dan pembakaran rumah warga, Jumat (27/11) lalu.

Mantan Kepala Bareskrim Polri itu menegaskan negara tidak boleh kalah dengan kelompok teror yang sudah melakukan tindakan pembunuhan terhadap masyarakat apapun dalihnya.

“Saya sudah bilang ke anggota, tindak tegas mereka. Jika ketemu lalu mereka melawan, tembak mati saja,” ujar Idham dalam keterangannya, Senin (30/11) kemarin.

Menurut dia, selain Polri, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga sudah menerjunkan pasukan TNI untuk mencari dan mengepung kelompok Ali Kalora. “Kita akan cari sejumlah tempat yang selama ini jadi persembunyian kelompok Ali Kalora,” tegas mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), juga mengaku sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengatasi serangan teror tersebut. Dia meminta Kapolri untuk mengusut tuntas pelaku teror hingga ke akarnya.

Dia juga memerintahkan Panglima agar mengerahkan pasukannya menjaga kawasan yang menjadi sasaran teror. “Saya sudah memerintahkan kapolri dan panglima mengusut tuntas jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akarnya,” ungkap Jokowi dalam keterangannya, Senin (30/11).

Jokowi mengutuk keras aksi biadab tersebut karena sangat jelas menciptakan provokasi dan teror di tengah masyarakat dengan tujuan merusak persatuan dan kerukunan di tengah warga bangsa. “Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Saya mengutuk keras segala bentuk tindak teror dan di luar batas kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tutur Jokowi.

“Saya perlu menegaskan bahwa tak ada satupun tempat di Tanah Air bagi tindak terorisme. Tindakan yang biadab itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa,” tegasnya sembari menyebutkan Kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan kewaspadaan.

Jokowi pun mengajak seluruh masyarakat untuk tenang dan tetap menjaga persatuan sambil meningkatkan kewaspadaan. Dalam kondisi saat ini, semua elemen masyarakat harus bersatu melawan terorisme. “Pada kesempatan ini saya menyampaikan dukacita mendalam bagi keluarga korban. Pemerintah akan memberikan santunan bagi keluarga mereka yang ditinggalkan,” pungkasnya.(gnr)

MANADOPOST.ID—Tragedi memilukan di Kabupaten Sigi, Sulteng dan penangkapan tujuh terduga teroris di Gorontalo, ikut diseriusi Polda Sulut dan Kodam XIII/Merdeka.

Jelang Pilkada, Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengamanan makin diperkuat. Aparat tak ingin Nyiur Melambai ‘kebobolan’ akibat ulah pihak-pihak tak bertanggung jawab. Diketahui Gorontalo dan Sulteng merupakan daerah paling dekat dengan Nyiur Melambai.

“Pengamanan Natal dan Tahun Baru nantinya akan diberlakukan Operasi Lilin Samrat 2020,” sebut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat diwawancarai Manado Post, Senin (30/11).

Sedangkan pengamanan pilkada sejak tahap pendaftaran pasangan calon hingga tahap kampanye, katanya tetap dilakukan pengamanan sesuai tahapan. Termasuk tahap pendistribusian logistik ke tempat pemungutan suara (TPS), hingga tahapan pungut-hitung suara dan tahapan-tahapan selanjutnya, akan tetap dilakukan pengamanan oleh personel Polda dan Polres jajaran serta instansi terkait.

“Terkait penanganan bencana telah dilakukan Apel Kesiapan Penanggulangan bencana bersama instansi terkait lainnya,” beber Abast. Dalam apel tersebut, pasukan yang disiapkan mencapai 1.000 personel gabungan.

Kodam XIII/Merdeka yang mengawal wilayah Provinsi Sulut, Gorontalo hingga Provinsi Sulawesi Tengah, juga mempertebal pengamanan. “Terkait peristiwa di Sulteng. Kodam XIII/Merdeka bersama Polri, makin meningkatkan pengawasan. Kami imbau bagi masyarakat supaya tetap tenang karena TNI/Polri sudah turun melakukan pengejaran (kelompok MIT, red),” singkat Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav M Jaelani, ketika dikonfirmasi terpisah.

Dalam rapat koordinasi kemarin, Kapolda Sulut Irjen Pol Panca Putra dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Matondang, juga meminta semua elemen menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Jaga stabilitas keamanan dan ketertiban di masing-masing daerah,” pesan Pangdam Matondang diamini Kapolda Panca Putra, di Aula Grhadika Jaya Sakti, Makodam XIII/Merdeka, kemarin.

Di sisi lain, lewat rilis resmi yang diterima Manado Post dari Kombes Abast, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, telah memerintahkan tembak mati kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) jika melawan petugas.

Kapolri mengaku sudah menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Tinombala ke Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah untuk mencari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora atas pembunuhan satu keluarga dan pembakaran rumah warga, Jumat (27/11) lalu.

Mantan Kepala Bareskrim Polri itu menegaskan negara tidak boleh kalah dengan kelompok teror yang sudah melakukan tindakan pembunuhan terhadap masyarakat apapun dalihnya.

“Saya sudah bilang ke anggota, tindak tegas mereka. Jika ketemu lalu mereka melawan, tembak mati saja,” ujar Idham dalam keterangannya, Senin (30/11) kemarin.

Menurut dia, selain Polri, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga sudah menerjunkan pasukan TNI untuk mencari dan mengepung kelompok Ali Kalora. “Kita akan cari sejumlah tempat yang selama ini jadi persembunyian kelompok Ali Kalora,” tegas mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), juga mengaku sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengatasi serangan teror tersebut. Dia meminta Kapolri untuk mengusut tuntas pelaku teror hingga ke akarnya.

Dia juga memerintahkan Panglima agar mengerahkan pasukannya menjaga kawasan yang menjadi sasaran teror. “Saya sudah memerintahkan kapolri dan panglima mengusut tuntas jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akarnya,” ungkap Jokowi dalam keterangannya, Senin (30/11).

Jokowi mengutuk keras aksi biadab tersebut karena sangat jelas menciptakan provokasi dan teror di tengah masyarakat dengan tujuan merusak persatuan dan kerukunan di tengah warga bangsa. “Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Saya mengutuk keras segala bentuk tindak teror dan di luar batas kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tutur Jokowi.

“Saya perlu menegaskan bahwa tak ada satupun tempat di Tanah Air bagi tindak terorisme. Tindakan yang biadab itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa,” tegasnya sembari menyebutkan Kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan kewaspadaan.

Jokowi pun mengajak seluruh masyarakat untuk tenang dan tetap menjaga persatuan sambil meningkatkan kewaspadaan. Dalam kondisi saat ini, semua elemen masyarakat harus bersatu melawan terorisme. “Pada kesempatan ini saya menyampaikan dukacita mendalam bagi keluarga korban. Pemerintah akan memberikan santunan bagi keluarga mereka yang ditinggalkan,” pungkasnya.(gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/