30C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Badan Pekerja GMIM Berpeluang Tiga Periode

MANADOPOST.ID-Pasca Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) 2021 pekan lalu, kini GMIM menapaki pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI). Pelaksanaannya telah diputuskan Maret mendatang di Kabupaten Minahasa.

Dari informasi, draf SMSI sementara disusun oleh tim. Dalam dua minggu kedepan, draf tersebut akan disosialisasikan kepada 1.003 aras jemaat, sebelum dibahas nantinya. Namun ada yang menarik jelang SMSI. Menyeruaknya penambahan periode badan pekerja. Mulai dari Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS), Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) dan Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ).

Dari yang saat ini maksimal dua periode, kemungkinan ditambah menjadi tiga periode. Lalu ada usulan dua periode badan pekerja dalam jabatan yang sama. Begitu juga halnya tahun pelayanan dalam periode. Dari yang saat ini empat tahun, menjadi lima tahun pelayanan dalam satu periode. Namun semua itu bakal ditetapkan bersama sekira 1.600 peserta sidang SMSI. Yang meliputi perutusan jemaat.

Tekait hal ini, beberapa ketua wilayah turut berkomentar. Ketua BPMW Manado Selatan Satu Pdt Olli Mamesah menyampaikan, selama keputusan itu baik, maka harus didukung. “Kalau sesuai pengalaman pelayanan dari waktu ke waktu. Kan sudah biasa kita laksanakan dua periode. Di satu sisi baik. Tapi dilihat dari segi regenerasi,” terangnya saat dimintai tanggapan oleh Manado Post, kemarin.

“Karena segala sesuatu, selama itu masih baik, mengapa kita tidak pertahankan. Tapi kalau sudah tidak relevan. Kita pasti kembali ke persoalan itu. Sebab segala sesuatu kan kita pasti suka yang lebih baik,” tambahnya.

Lanjutnya, namanya aturan, selama itu masih untuk kesejahteraan dan kebaikan bersama, perlu dipertimbangkan. Contohnya lima tahun dalam satu periode palayanan. “Ada positifnya juga. Contohnya di tahun pertama, masih orientasi. Begitu juga tahun kedua, masih penyesuaian. Tahun ketiga mulai melaksanakan apa yang akan dilakukan. Tahun ke empat, lebih mematangkan. Dan tahun kelima akan lebih baik,” ungkapnya menambahkan dalam program pelayanan sering belum bisa terealisasi semua, tapi sudah harus pergantian dalam periode.

“Intinya keputusan yang lebih baik pasti diambil nanti. Karena kita melakukan sesuatu kan untuk kebaikan bersama. Kalau masih bagus atau ada keputusan yang lebih baik, apalagi bicara gereja, mengapa tidak?,” tambanya.

Ketua BPMW Manado Sentrum Pdt Lori Laoh MTh juga menyampaikan hal yang sama. “Bagi saya, karena bukan komisi tata gereja, saya belum berkopempeten memberikan penjelasan. Namun di Sidang Sinode tahunan, kita belum memutuskan tentang dua atau tiga periode. Tapi yang dibicarakan adalah Sidang Sinode Istimewa dalam keputusan dilaksanakan tahun ini. Pada bulan Maret nanti,” ungkapnya sembari menambahkan dua minggu ke depan akan disosialisasi draf SMSI ke jemaat.

“Sesuai itu baru dibawa ke SSI untuk perubahan. Tapi memungkinkan dua periode ditempat yang sama. Secara pandangan, sah-sah saja. Sepanjang perubahan tata gereja resmi dilaksanakan ketika ada sidang istimewa. Dan aturan itu disahkan dan sesuai prosedur,” tambah Ketua BPMJ Manado Sentrum ini.

Hanya tantangannya, tambah Pdt Lori, untuk menyosialisasikan hal tersebut dahulu, sebelum dibawa dalam SMSI. “Sama halnya dengan periode jadi lima tahun. Namun kan kami belum baca drafnya. Setuju saja, sepanjang gereja ini akan dibawa kembali orang-orang yang punya kredibilitas gereja dan punya hubungan yang baik dengan pemerintah. Itu yang terpenting,” katanya.

Ditambahkan Ketua BPMW Kalawat Satu Pdt Nico Cornelis Rarumangkay MTh, hal tersebut dapat dilaksanakan, sepanjang hasil keputusan yang disepakati dalam SMSI. “Itu kalau dilihat sekarang bisa saja jalan. Intinya kalau ada persetujuan dari perserta sidang. Karena semua itu kan untuk kebaikan gereja. Kalau lihat perubahan itu untuk kebaikan dan kemajuan gereja, ya kenapa tidak itu berubah,” tegasnya.

Ketua BPMJ Eben Haezer Watutumow ini menambahkan, kalau ada perubahan periode, bisa juga dalam jabatan yang sama. “Kalau memang berubah, untuk posisi ketua bisa jadi dua periode berturut-turut, tidak masalah. Atau bisa juga untuk di tiga periode, yang penting untuk kebaikan gereja.Yang penting sekarang ini ada perubahan dari periode. Dan hal itu akan berefek sempai di periodeisasi BPMW dan BPMJ. Bisa jadi. Intinya semua lewat prosedur,” tambahnya.

Juga disampaikan Ketua BPMW Tatelu Pdt Arthur Kelung MTh. Menurutnya semua keputusan tergantung peserta SMSI. Namun tambahnya dalam periodesasi, bukan 3 periode, tapi hanya 2 periode dalam jabatan yang sama. “Yakni 2 periode berturut-turut dalam jabatan yang sama,” ungkapnya sembari mengatakan setuju untuk opsi lima tahun dalam tiap periode.

“Bagi saya, kemungkinan untuk merubah menjadi 5 tahun (satu periode) adalah sesuatu yang sudah dikaji dengan berbagai pertimbangan oleh tim kerja dan BPMS. Saya melihat dari pengalaman, bahwa kalau 4 tahun terlalu pendek jangka waktunya. Sebab tahun pertama adalah adaptasi, tahun kedua dan ketiga adalah program baru bisa jalan baik. Tahun keempat, akhir periode dan persiapan pemilihan. Ibarat hanya 2 tahun efektif kerja pelayanan. Jadi, setuju kalau 5 tahun. Karena ada waktu lebih untuk efektifitas kerja pelayanan,” tegasnya.

Di tempat lain, kepada Manado Post Sekretaris Umum (Sekum) BPMS GMIM Pdt Dr Evert Tangel MTh juga menyebutkan, sesuai keputusan, SMSI dilaksanakan Maret 2021. Namun tanggalnya belum ditentukan.

“Saat ini kami masih melalukan kompilasi hasil keputusan di SMST lalu, baru akan dibuat tanggal-tanggalnya. Dan untuk pelaksanaanya di Minahasa,” tegasnya. “Untuk yang akan dibahas dalam SMSI, semua tata gereja. Tapi memang saat ini drafnya belum rampung disusun. Masih sementara. Dan kemungkinan minggu depan selesai. Tapi pada intinya banyak yang diusulkan untuk dirubah,” tambahnya.

Terkait tiga periode pelayanan, tambah Pdt Tangel, tidak menutup kemungkinan dilaksanakan. Selama itu diputuskan oleh peserta sidang. “Belum ada mungkin dalam draf (tiga periode). Tapi tinggal dilihat ke depan. Karena kan itu tergantung dalam sidang. Namun saat ini finalisasi draf tata gerejanya kan belum selesai. Juga dengan tahun pelayanan setiap periode. Tapi nanti kita lihat finalisasi draf itu bagaimana. Dan akan dikirim ke peserta sidang,” terangnya.

“Tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan. Kan tergantung peserta sidang. Kalau peserta sidang meminta dan diputuskan. Intinya pelaksanaan SMSI sementara dirampungkan dan siap untuk dilaksanakan. Juga tergantung situasi, tapi mudah-mudahan tidak ada penundaan,” tutup Pdt Tangel, eks Ketua BPMW Kembes.(ctr-02/gnr)

Artikel Terbaru