alexametrics
25.4 C
Manado
Rabu, 25 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Rio Dondokambey Cs Kans Diusung PDIP Sulut di Pileg DPR RI

MANADOPOST.ID— Pemilihan legislatif (Pileg) 2024 memang masih cukup lama. Namun tahapan pencarian bakal calon yang akan dikirim bertarung memperebutkan kursi baik DPRD kabupaten/kota, provinsi, maupun DPR RI sedang bergulir di masing-masing partai politik (parpol).

Sesuai dengan rencana tahapan Pemilu 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), pendaftaran anggota DPD, DPR, dan DPRD dilakukan 1-14 Mei 2023. Kuda-kuda mulai dipasang parpol. Termasuk parpol pemenang Pemilu 2019, PDI Perjuangan. Menang hattrick di pemilu salah satu target partai berlambang banteng moncong putih ini.

Maka persiapan pileg mulai dilakukan. Hal tersebut disampaikan langsung Sekretaris PDI Perjuangan Sulut Franky Wongkar, pada Manado Post, Selasa (1/3) kemarin. Dikatakan Wongkar, PDI Perjuangan Sulut rutin menggelar rapat internal terkait persiapan pemilu, khususnya mengenai bakal calon yang akan diikutsertakan di pileg 2024. “Kita sedang inventarisir bakal calon, sekarang masih dalam proses,” tutur Bupati Minahasa Selatan ini.

PDI Perjuangan, kata Wongkar, tak segan meminta masukan masyarakat mengenai figur seperti apa dan calon bagaimana yang akan diusung nanti. “Di samping itu, figur tersebut harus memenuhi persyaratan dari partai yang akan segera turun. Termasuk juga syarat dari penyelenggara, dalam hal ini KPU,” tukasnya.

Dia menekankan, pada prinsipnya PDI Perjuangan sangat selektif dalam penentuan calon. Tak hanya di DPR RI, namun di semua tingkatan DPRD. “Kita juga terbuka dengan semua figur yang ingin bergabung dan diusung melalui PDI Perjuangan di pileg nanti. Asalkan memenuhi syarat dan melalui mekanisme sesuai dengan yang ditetapkan partai,” urainya.

Mengenai ada sejumlah nama yang mulai mencuat belakangan ini diusung PDI Perjuangan di Pileg DPR RI, Wongkar menuturkan sangat wajar jika melakukan pencitraan atau ada nama yang disebut-sebut. “Lebih bagus memang sosialisasi sejak dini untuk memperkenalkan diri ke masyarakat. Tapi tentu di internal PDI Perjuangan ada mekanisme dalam penetapan calon,” kuncinya.

Diketahui PDI Perjuangan menjadi parpol yang memiliki elektabilitas serta paling populer di Indonesia, khususnya Sulawesi Utara (Sulut). PDI Perjuangan sukses meraih kemenangan di dua kali pemilu. Yakni pada tahun 2014 dan 2019.

Dari data yang dihimpun Manado Post, terjadi kenaikan suara yang cukup signifikan dari pileg DPR RI tahun 2014 dan 2019. Pada 2014 suara PDI Perjuangan di pileg DPR RI khusus Sulut berjumlah 449.659 atau 31,74% dengan jumlah kursi 2. Pada pileg 2019, suara PDI Perjuangan naik 115.044 suara atau naik 6,43% dengan jumlah kursi yang diperoleh 3 (Adriana Dondokambey, Herson Mayulu, Vanda Sarundajang).

Tak heran jika PDI Perjuangan jadi magnet bagi figur-figur top, untuk dijadikan kendaraan politik pada 2024 mendatang. Beberapa nama mulai berembus akan diusung.

Di antaranya Rio Dondokambey. Sepak terjang putra sulung Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey ini tak diragukan lagi. Kini Rio memegang banyak tanggung jawab tugas. Diapun sangat sering bertemu masyarakat. Satu yang istimewa dari Rio adalah dia bisa menarik pemilih milenial pada 2024 mendatang.

Nama lain yang muncul adalah Wenny Lumentut. Wakil Wali Kota Tomohon ini diyakini bisa menarik massa melihat track record WL, sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Sulut periode 2014-2019 itu yang dekat dengan rakyat.

Kemudian Bupati Minahasa Tenggara dua periode James Sumendap. Kader lama PDI Perjuangan ini dikenal sangat mumpuni dan paripurna mengemban tugas-tugas partai. Dirinya pernah menjadi anggota DPRD Sulut dan dua periode menjadi bupati.

Selanjutnya Vanda Sarundajang. Tiga periode duduk di DPR RI menjadi bukti, Vanda dicintai warga Sulut. Tiga legislator DPRD Sulut juga masuk dalam bursa kandidat DPR RI. Yakni Arthur Kotambunan, Rocky Wowor, Toni Supit.

Di sisi lain, ada pula eksternal partai yang digaungkan akan berjuang dengan PDI Perjuangan di Pileg 2024. Yakni bankir Jefry Wurangian yang pada pileg 2019 lalu ikut meramaikan daftar calon PDI Perjuangan dan mantan Ketua Perindo Sulut Hendrik Kawilarang Luntungan (HKL).

Menurut pengamat politik Sulut Alfons Kimbal PDI Perjuangan (PDIP) memang punya peluang besar menambah kursi di DPR RI. “Ini memang masanya PDIP. Untuk konteks di Sulut. Apalagi menuju 2024 tinggal 2 tahun. Kalau dilihat, PDIP punya peluang besar untuk mendapat kursi lebih di DPR,” kata Kimbal.

Dan tentunya, kata dia, partai politik harus ada korelasi antara kekuatan partai dan figurnya. Sebab parpol akan berharap pada figur untuk tingkatkan elektabilitas partai. Di sisi lain, lewat parpol bisa juga menaikkan elektabilitas figur.

“Jadi ada keseimbangan atau saling menguatkan. Sehingga harus menghadirkan figur-figur yang punya integritas. Itu terlepas PDIP kuat di Sulut. Jadi, harus  melihat rekam jejak figur, integritas, kemampuan kualitas yang mumpuni dan bisa respon terhadap masyarakat,” paparnya.

Dengan mesin partai yang kuat, lanjut akademisi Universitas Sam Ratulangi itu, harus juga ada idealisme perjuangan. “Ini persoalan figur harus ada perasaan emosional. Sama-sama harus ada perjuangan dalam arti untuk wong cilik. Pemimpin itu kan harus merakyat, dikenal oleh rakyat. Bukan hanya kader instan. Tapi figur itu harus lahir dari rakyat dan tentunya komunikatif,” ucapnya.

Jadi, menurutnya, PDIP harus mencari, seleksi figur-figur yang diinginkan rakyat. “Pasti ada ukuran, indikator. Itu jadi salah poin penting. Dan tentu PDIP harus menentukan figur yang tepat untuk lebih memperkuat partai,” tutupnya.(*)

MANADOPOST.ID— Pemilihan legislatif (Pileg) 2024 memang masih cukup lama. Namun tahapan pencarian bakal calon yang akan dikirim bertarung memperebutkan kursi baik DPRD kabupaten/kota, provinsi, maupun DPR RI sedang bergulir di masing-masing partai politik (parpol).

Sesuai dengan rencana tahapan Pemilu 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), pendaftaran anggota DPD, DPR, dan DPRD dilakukan 1-14 Mei 2023. Kuda-kuda mulai dipasang parpol. Termasuk parpol pemenang Pemilu 2019, PDI Perjuangan. Menang hattrick di pemilu salah satu target partai berlambang banteng moncong putih ini.

Maka persiapan pileg mulai dilakukan. Hal tersebut disampaikan langsung Sekretaris PDI Perjuangan Sulut Franky Wongkar, pada Manado Post, Selasa (1/3) kemarin. Dikatakan Wongkar, PDI Perjuangan Sulut rutin menggelar rapat internal terkait persiapan pemilu, khususnya mengenai bakal calon yang akan diikutsertakan di pileg 2024. “Kita sedang inventarisir bakal calon, sekarang masih dalam proses,” tutur Bupati Minahasa Selatan ini.

PDI Perjuangan, kata Wongkar, tak segan meminta masukan masyarakat mengenai figur seperti apa dan calon bagaimana yang akan diusung nanti. “Di samping itu, figur tersebut harus memenuhi persyaratan dari partai yang akan segera turun. Termasuk juga syarat dari penyelenggara, dalam hal ini KPU,” tukasnya.

Dia menekankan, pada prinsipnya PDI Perjuangan sangat selektif dalam penentuan calon. Tak hanya di DPR RI, namun di semua tingkatan DPRD. “Kita juga terbuka dengan semua figur yang ingin bergabung dan diusung melalui PDI Perjuangan di pileg nanti. Asalkan memenuhi syarat dan melalui mekanisme sesuai dengan yang ditetapkan partai,” urainya.

Mengenai ada sejumlah nama yang mulai mencuat belakangan ini diusung PDI Perjuangan di Pileg DPR RI, Wongkar menuturkan sangat wajar jika melakukan pencitraan atau ada nama yang disebut-sebut. “Lebih bagus memang sosialisasi sejak dini untuk memperkenalkan diri ke masyarakat. Tapi tentu di internal PDI Perjuangan ada mekanisme dalam penetapan calon,” kuncinya.

Diketahui PDI Perjuangan menjadi parpol yang memiliki elektabilitas serta paling populer di Indonesia, khususnya Sulawesi Utara (Sulut). PDI Perjuangan sukses meraih kemenangan di dua kali pemilu. Yakni pada tahun 2014 dan 2019.

Dari data yang dihimpun Manado Post, terjadi kenaikan suara yang cukup signifikan dari pileg DPR RI tahun 2014 dan 2019. Pada 2014 suara PDI Perjuangan di pileg DPR RI khusus Sulut berjumlah 449.659 atau 31,74% dengan jumlah kursi 2. Pada pileg 2019, suara PDI Perjuangan naik 115.044 suara atau naik 6,43% dengan jumlah kursi yang diperoleh 3 (Adriana Dondokambey, Herson Mayulu, Vanda Sarundajang).

Tak heran jika PDI Perjuangan jadi magnet bagi figur-figur top, untuk dijadikan kendaraan politik pada 2024 mendatang. Beberapa nama mulai berembus akan diusung.

Di antaranya Rio Dondokambey. Sepak terjang putra sulung Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey ini tak diragukan lagi. Kini Rio memegang banyak tanggung jawab tugas. Diapun sangat sering bertemu masyarakat. Satu yang istimewa dari Rio adalah dia bisa menarik pemilih milenial pada 2024 mendatang.

Nama lain yang muncul adalah Wenny Lumentut. Wakil Wali Kota Tomohon ini diyakini bisa menarik massa melihat track record WL, sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Sulut periode 2014-2019 itu yang dekat dengan rakyat.

Kemudian Bupati Minahasa Tenggara dua periode James Sumendap. Kader lama PDI Perjuangan ini dikenal sangat mumpuni dan paripurna mengemban tugas-tugas partai. Dirinya pernah menjadi anggota DPRD Sulut dan dua periode menjadi bupati.

Selanjutnya Vanda Sarundajang. Tiga periode duduk di DPR RI menjadi bukti, Vanda dicintai warga Sulut. Tiga legislator DPRD Sulut juga masuk dalam bursa kandidat DPR RI. Yakni Arthur Kotambunan, Rocky Wowor, Toni Supit.

Di sisi lain, ada pula eksternal partai yang digaungkan akan berjuang dengan PDI Perjuangan di Pileg 2024. Yakni bankir Jefry Wurangian yang pada pileg 2019 lalu ikut meramaikan daftar calon PDI Perjuangan dan mantan Ketua Perindo Sulut Hendrik Kawilarang Luntungan (HKL).

Menurut pengamat politik Sulut Alfons Kimbal PDI Perjuangan (PDIP) memang punya peluang besar menambah kursi di DPR RI. “Ini memang masanya PDIP. Untuk konteks di Sulut. Apalagi menuju 2024 tinggal 2 tahun. Kalau dilihat, PDIP punya peluang besar untuk mendapat kursi lebih di DPR,” kata Kimbal.

Dan tentunya, kata dia, partai politik harus ada korelasi antara kekuatan partai dan figurnya. Sebab parpol akan berharap pada figur untuk tingkatkan elektabilitas partai. Di sisi lain, lewat parpol bisa juga menaikkan elektabilitas figur.

“Jadi ada keseimbangan atau saling menguatkan. Sehingga harus menghadirkan figur-figur yang punya integritas. Itu terlepas PDIP kuat di Sulut. Jadi, harus  melihat rekam jejak figur, integritas, kemampuan kualitas yang mumpuni dan bisa respon terhadap masyarakat,” paparnya.

Dengan mesin partai yang kuat, lanjut akademisi Universitas Sam Ratulangi itu, harus juga ada idealisme perjuangan. “Ini persoalan figur harus ada perasaan emosional. Sama-sama harus ada perjuangan dalam arti untuk wong cilik. Pemimpin itu kan harus merakyat, dikenal oleh rakyat. Bukan hanya kader instan. Tapi figur itu harus lahir dari rakyat dan tentunya komunikatif,” ucapnya.

Jadi, menurutnya, PDIP harus mencari, seleksi figur-figur yang diinginkan rakyat. “Pasti ada ukuran, indikator. Itu jadi salah poin penting. Dan tentu PDIP harus menentukan figur yang tepat untuk lebih memperkuat partai,” tutupnya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/