alexametrics
28.4 C
Manado
Rabu, 8 Desember 2021
spot_img

Lab PCR Sulut Beroperasi Esok, Sekali Running 90 Sampel

MANADOPOST.ID- Kabar gembira datang dari Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulut. Jubir dr Steaven Dandel menuturkan, hari ini (2/5) persiapan akhir Laboraturium PCR di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit (BTKLPP) Kelas 1 Manado sudah selesai.

“Tadi mereka sudah simulasi dengan beberapa sampel dami. Saya dapat kabar dari salah satu pejabat struktural di lab tersebut, mulai esok lab sudah bisa memeriksa sampel,” beber Dandel, Sabtu malam (2/5).

Lanjutnya, kapasitas yang dimiliki laboraturium ini adalah 96 swab sampel yang bisa diputar satu kali running. “Tapi tidak semua bisa diisi dengan sampel. Karena harus juga disediakan ruang untuk kontrol positif dari 96 sampel ini. Sehingga perkiraannya sekitar 90 bisa dipakai untuk sampel satu kali running,” jelasnya.

Dandel juga menyampaikan, dengan beroperasinya lab ini, pemeriksaan sampel tidak lantas selesai dalam 1-2 jam. Pemeriksaan ini katanya, rata-rata membutuhkan waktu sampai 9-12 jam.

“Terutama karena ada proses yang begitu rumit yang harus dilakukan tenaga analis. Yang pertama mereka harus mengekstraksi sampel ini dari cube yang dibawa dari RS. Cube ini berisi sampel apusan dari hidung dan tenggorokan pasien. Asumsinya, jika pasien ini positif, maka sampel sudah pasti positif. Sehingga bisa menulari orang yang memeriksanya,” jelasnya.

Oleh karena kata Dandel, proses awal itu betul-betul rumit. “Proses ekstraksinya harus dilakukan hati-hati di dalam wadah khusus. Dalam proses itu, virus itu diinaktifkan lewat cairan-cairan khusus. Proses itu memakan waktu berjam-jam. Setelah itu, proses pemeriksaan PCR baru bisa dilakukan. Rata-rata waktu yang dipakai untuk satu kali running PCR, sekitar 6 jam. Jadi total bisa 9-12 jam. Sehari kalau dipakai full, lab bisa memeriksa 180 sampel,” ulas Dandel.

Di lab tersebut lanjutnya, ada sembilan petugas laboraturium yang sudah dilatih. “Mereka akan bekerja shift untuk menjaga stamina. Mengingat mereka ada di lingkungan kerja dengan resiko tinggi,” ujarnya.

Dandel menambahkan, dengan beroperasinya lab ini, pemeriksan swab akan diperluas mulai Senin. “Terutama untuk memastikan status seluruh pasien PDP di RS. Harapan kita ketika ini running, PDP di RS akan berkurang. Kalau hasil negatif, bisa dikeluarkan dari ruang isolasi,” paparnya.

Pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 naik drastis. “Seperti yang terjadi di daerah lainnya di Indonesia. Ketika lab sudah beroperasi di daerah maka pemeriksaan bisa lebih cepat, sehingga kemudian angka kasus positif terakumulasi cepat,” tukasnya.(tan)

spot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru