alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Warga Sulut Positif Covid-19 Bertambah 15 Orang

MANADOPOST.ID— Gugus Tugas Pusat kembali mengupdate kondisi epidemologi kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hari ini (2/6), kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 609 kasus. Dari jumlah itu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ‘menyumbang’ 15 kasus.

Berdasarkan data tersebut, total pasien terkonfirmasi Covid-19 di Bumi Nyiur Melambai sebanyak 354 orang. 52 pasien dinyatakan sembuh, dan meninggal 37 orang.

Sehari sebelumnya (1/6), tidak ada penambahan kasus positif di Sulut. Total terkonfirmasi positif 339 kasus. Dari jumlah itu, 52 pasien dinyatakan sembuh dan meninggal dunia 37 orang.

Sementara itu, kasus positif virus corona di Indonesia, hingga Selasa (2/6), mencapai 27.549 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh 7.935 orang dan 1.663 orang lainnya meninggal dunia.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) telah mengeluarkan pedoman yang tertuang dalam Keputusan Menkes HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemik.

Khusus Sulawesi Utara (Sulut), yang mendapat izin menjalankan kehidupan dengan istilah ‘new mormal’ ini adalah Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) dan Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut pun telah menyiapkan langkah strategis dalam menghadapi tatanan baru atau new normal. “Penanganan Covid-19 yang beberapa hari terakhir terus mengalami penambahan, kita lakukan maksimal. Rumah sakit yang akan disiapkan yaitu khusus menangani pasien Covid-19. Kapasitas kamarnya sebanyak 400 bed,” ungkap Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), saat diwawancarai Senin (16/5).

OD mengatakan, new normal dari pemerintah pusat, dikhususkan untuk Boltim dan Sitaro. Dukungan pun akan diberikan Pemprov Sulut dalam peneraman new normal. Dengan mematuhi protokol kesehatan dan imbauan pemerintah.

“Guna menyiapkan penerapan new normal, maka para pendeta dan imam di daerah tersebut akan menjalani rapid test gratis. Pelaksanaan rapid test akan dikoordinasikan dengan lembaga yang mewadahi para pendeta dan imam tersebut,” tuturnya.

Ini juga akan dilakukan di semua daerah di Sulut. Jika sudah diizinkan untuk menerapkan new normal. “Kondisi saat ini tentunya harus terus menjadi perhatian kita bersama untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Peran aktif masyarakat sangat berarti dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona ini,” jelasnya.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Setprov Sulut Dr Jemmy Kumendong menambahkan, bahwa penerapan kehidupan new normal di Sulut ini masih sementara dalam kajian mendalam.

“Pemerintah tidak mungkin melakukan pembatasan terus menerus, meskipun pandemik Covid-19 ini belum berakhir. Obat terhadap pandemi Covid-19 belum ditemukan, pembatasan tentu memiliki batas waktu dan kita harus kembali kepada kehidupan normal yakni bekerja, beribadah dan sejumlah aktivitas lainnya, yang tentu dengan panduan yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Kumendong mengatakan, Covid-19 telah menimbulkan dampak berat baik di berbagai sektor. “Kita sementara bekerja keras dalam penanganan pandemi Covid-19 ini. Karena itu, untuk new normal ini, saya rasa sudah sangat jelas yang disampaikan Pak Gubernur Olly Dondokambey. Nanti akan kita sampaikan bagaimana perkembanggannya, sama seperti pak gubernur katakan,” imbuhnya.(ewa/tan)

MANADOPOST.ID— Gugus Tugas Pusat kembali mengupdate kondisi epidemologi kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hari ini (2/6), kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 609 kasus. Dari jumlah itu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ‘menyumbang’ 15 kasus.

Berdasarkan data tersebut, total pasien terkonfirmasi Covid-19 di Bumi Nyiur Melambai sebanyak 354 orang. 52 pasien dinyatakan sembuh, dan meninggal 37 orang.

Sehari sebelumnya (1/6), tidak ada penambahan kasus positif di Sulut. Total terkonfirmasi positif 339 kasus. Dari jumlah itu, 52 pasien dinyatakan sembuh dan meninggal dunia 37 orang.

Sementara itu, kasus positif virus corona di Indonesia, hingga Selasa (2/6), mencapai 27.549 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh 7.935 orang dan 1.663 orang lainnya meninggal dunia.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) telah mengeluarkan pedoman yang tertuang dalam Keputusan Menkes HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemik.

Khusus Sulawesi Utara (Sulut), yang mendapat izin menjalankan kehidupan dengan istilah ‘new mormal’ ini adalah Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) dan Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut pun telah menyiapkan langkah strategis dalam menghadapi tatanan baru atau new normal. “Penanganan Covid-19 yang beberapa hari terakhir terus mengalami penambahan, kita lakukan maksimal. Rumah sakit yang akan disiapkan yaitu khusus menangani pasien Covid-19. Kapasitas kamarnya sebanyak 400 bed,” ungkap Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), saat diwawancarai Senin (16/5).

OD mengatakan, new normal dari pemerintah pusat, dikhususkan untuk Boltim dan Sitaro. Dukungan pun akan diberikan Pemprov Sulut dalam peneraman new normal. Dengan mematuhi protokol kesehatan dan imbauan pemerintah.

“Guna menyiapkan penerapan new normal, maka para pendeta dan imam di daerah tersebut akan menjalani rapid test gratis. Pelaksanaan rapid test akan dikoordinasikan dengan lembaga yang mewadahi para pendeta dan imam tersebut,” tuturnya.

Ini juga akan dilakukan di semua daerah di Sulut. Jika sudah diizinkan untuk menerapkan new normal. “Kondisi saat ini tentunya harus terus menjadi perhatian kita bersama untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Peran aktif masyarakat sangat berarti dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona ini,” jelasnya.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Setprov Sulut Dr Jemmy Kumendong menambahkan, bahwa penerapan kehidupan new normal di Sulut ini masih sementara dalam kajian mendalam.

“Pemerintah tidak mungkin melakukan pembatasan terus menerus, meskipun pandemik Covid-19 ini belum berakhir. Obat terhadap pandemi Covid-19 belum ditemukan, pembatasan tentu memiliki batas waktu dan kita harus kembali kepada kehidupan normal yakni bekerja, beribadah dan sejumlah aktivitas lainnya, yang tentu dengan panduan yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Kumendong mengatakan, Covid-19 telah menimbulkan dampak berat baik di berbagai sektor. “Kita sementara bekerja keras dalam penanganan pandemi Covid-19 ini. Karena itu, untuk new normal ini, saya rasa sudah sangat jelas yang disampaikan Pak Gubernur Olly Dondokambey. Nanti akan kita sampaikan bagaimana perkembanggannya, sama seperti pak gubernur katakan,” imbuhnya.(ewa/tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/