alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Kronologi Keributan Eks Ketua DPR Setya Novanto dan Eks Sekretaris MA Nurhadi di Lapas Sukamiskin

MANADOPOST.ID–Terjadi keributan antara mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) dan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Kalapas Sukamiskin, Elly Yuzar membeberkan penyebab dua koruptor tersebut berselisih paham.

Kata dia, pemicu perselisihan tersebut karena Nurhadi dianggap tidak sopan terhadap Setya Novanto.

Elly mengungkap, Nurhadi yang sebagai penghuni baru dianggap tidak sopan kepada Setya Novanto. Pasalnya, menurut Elly, di dalam Lapas Sukamiskin ada budaya pendatang baru diharuskan untuk permisi ke narapidana yang sudah lama.

“Bagi orang-orang yang baru masuk, mereka kan cari pergaulan di dalam, siapa yang harus ditemui, sungkem sana, sungkem sini, kan begitu. Kulonuwun lah begitu,” ujar Elly saat dikonfirmasi, Kamis (3/3).

Namun demikian, Elly mengungkapkan, Nurhadi menolak untuk mengikuti kultur di dalam Lapas Sukamiskin tersebut.

“Pak Nurhadi ini berbeda dengan yang lain. Sehingga ada yang menggesek-gesekkan atau ngompori,” katanya.

Menurut Elly, penghuni baru di Lapas Sukamiskin selalu permisi dan sowan ke Setya Novanto. Karena politikus Partai Golkar tersebut adalah salah satu penghuni lama di lapas tersebut.

Elly berujar, karena Nurhadi menolak untuk hormat kepada Setya Novanto, ia juga memutuskan untuk mundur dari kelompok Setya Novanto. Mundurnya Nurhadi diikuti oleh mantan Sekretaris Pribadi (Sespri) Edhy Prabowo, yakni Amiril Mukminin.

Elly melanjutkan, Amiril kemudian dianggap sebagai pengkhianat karena meninggalkan kelompok Setya Novanto dan memilih bergabung ke Nurhadi.

Atas hal tersebut, salah satu anggota kelompok Setya Novanto bernama Irvanto pun kesal dan melakukan pemukulan ke Amiril. “Alhasil Amiril ini dipukul, Amiril ditonjok sama Irvanto,” tuturnya.

Elly mengatakan, atas kejadian itu, pihak Lapas Sukamiskin menghukum Irvanto dengan menempatkannya di sel isolasi.

Diketahui, Nurhadi adalah adalah terpidana korupsi yang dieksekusi ke Lapas Sukamiskin pada Januari 2022 lalu. Sementara Setya Novanto sudah dieksekusi ke lapas yang sama sejak Mei 2018.

Setya Novanto adalah narapidana kasus korupsi e-KTP yang divonis 15 tahun kurungan penjara. Sementara Nurhadi merupakan terpidana kasus suap perkara di Mahkamah Agung (MA) yang divonis 12 tahun penjara.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Terjadi keributan antara mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) dan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Kalapas Sukamiskin, Elly Yuzar membeberkan penyebab dua koruptor tersebut berselisih paham.

Kata dia, pemicu perselisihan tersebut karena Nurhadi dianggap tidak sopan terhadap Setya Novanto.

Elly mengungkap, Nurhadi yang sebagai penghuni baru dianggap tidak sopan kepada Setya Novanto. Pasalnya, menurut Elly, di dalam Lapas Sukamiskin ada budaya pendatang baru diharuskan untuk permisi ke narapidana yang sudah lama.

“Bagi orang-orang yang baru masuk, mereka kan cari pergaulan di dalam, siapa yang harus ditemui, sungkem sana, sungkem sini, kan begitu. Kulonuwun lah begitu,” ujar Elly saat dikonfirmasi, Kamis (3/3).

Namun demikian, Elly mengungkapkan, Nurhadi menolak untuk mengikuti kultur di dalam Lapas Sukamiskin tersebut.

“Pak Nurhadi ini berbeda dengan yang lain. Sehingga ada yang menggesek-gesekkan atau ngompori,” katanya.

Menurut Elly, penghuni baru di Lapas Sukamiskin selalu permisi dan sowan ke Setya Novanto. Karena politikus Partai Golkar tersebut adalah salah satu penghuni lama di lapas tersebut.

Elly berujar, karena Nurhadi menolak untuk hormat kepada Setya Novanto, ia juga memutuskan untuk mundur dari kelompok Setya Novanto. Mundurnya Nurhadi diikuti oleh mantan Sekretaris Pribadi (Sespri) Edhy Prabowo, yakni Amiril Mukminin.

Elly melanjutkan, Amiril kemudian dianggap sebagai pengkhianat karena meninggalkan kelompok Setya Novanto dan memilih bergabung ke Nurhadi.

Atas hal tersebut, salah satu anggota kelompok Setya Novanto bernama Irvanto pun kesal dan melakukan pemukulan ke Amiril. “Alhasil Amiril ini dipukul, Amiril ditonjok sama Irvanto,” tuturnya.

Elly mengatakan, atas kejadian itu, pihak Lapas Sukamiskin menghukum Irvanto dengan menempatkannya di sel isolasi.

Diketahui, Nurhadi adalah adalah terpidana korupsi yang dieksekusi ke Lapas Sukamiskin pada Januari 2022 lalu. Sementara Setya Novanto sudah dieksekusi ke lapas yang sama sejak Mei 2018.

Setya Novanto adalah narapidana kasus korupsi e-KTP yang divonis 15 tahun kurungan penjara. Sementara Nurhadi merupakan terpidana kasus suap perkara di Mahkamah Agung (MA) yang divonis 12 tahun penjara.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/