29.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Irjen Panca Putra, Lanjutkan Penumpasan Mafia Tanah Cs

MANADOPOST.ID—Pemberantasan mafia tanah di Sulut urgen ditumpas. Setelah Irjen Pol Royke Lumowa sukses menumpas mafia tambang dan bandar togel, serta telah membentuk tim khusus pemberantasan mafia tanah, Kapolda Sulut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak diharapkan meneruskan dan menuntaskan.

Diwawancarai usai pisah sambut di Mapolda Rabu (2/9) kemarin, Irjen Panca Putra menegaskan, pihaknya akan melanjutkan program-program yang telah dilakukan pejabat lama Irjen Pol Royke Lumowa, sembari akan terus menggodok yang masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ (PR).

“Baik situasi khusus maupun yang berdasarkan kalender kamtibmas. Tentu itu menjadi program yang sudah ditetapkan dari awal tahun dan dilaksanakan oleh setiap pejabat. Kapolda lama pak Royke Lumowa sudah menanamkan hal itu semuanya. Saya ke depan tinggal melanjutkan apa yang sudah beliau laksanakan (menumpas mafia tanah cs),” jamin Irjen Panca Putra, eks Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Polri sebagai organisasi yang besar katanya sudah mempunyai program. “Mudah-mudahan apa yang ditorehkan bisa terlaksanakan dan terteruskan. Saya tinggal meneruskan dan menyelesaikan. Mudah-mudahan apa yang bapak lakukan bisa saya tuntaskan,” tegasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Lanjutnya, masalah Covid-19 dan pengamanan Pilkada merupakan tugas yang harus segera ditindaklanjuti. “Yang jelas tantangan tugas Polri, khususnya jajaran Polda Sulut, bagaimana kita mengajak masyarakat mencegah Covid-19. Kedua menghadapi Pilkada yang satu hari lagi kita akan mulai. Untuk itu, menjadi tugas yang harus saya tuntaskan. Sekaligus bagaimana memelihara situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulut,” terangnya, sembari memohon dukungan dari seluruh pihak.

Mudah-mudahan saya bisa memberikan pengabdian saya beserta jajaran kepada masyarakat di bumi Nyiur Melambai,” tambahnya.

Terkait mafia tanah, Akademisi Unsrat DR Ralfie Pinasang SH MH mengatakan, ulah mafia tanah selama puluhan tahun di Sulut sangat merugikan masyarakat. “Masyarakat harus diberi perlindungan oleh aparat penegak hukum,” katanya.

Apalagi, lanjut Pinasang, pemberantasan mafia tanah ini adalah program Presiden Jokowi dan telah di-MOU Kapolri Jenderal Pol Idham Azis maupun Kementerian Agraria.

Diketahui, beberapa persoalan mampu diselesaikan dan diredam di bawah kepemimpinan eks Kapolda Irjen Lumowa. “Terima kasih kepada anggota yang mampu meredam itu. Keluhan masyarakat menurun tentang todong, copet, rampok. Itu karena ada Timsus Maleo dan tim khusus di Polres. Termasuk juga kekuatan Brimob dan pasukan pemukul lainnya. Serta polisi di Polsek dan di Polres,” ungkap Irjen Lumowa diwawancarai terpisah.

Kemudian Lumowa juga menyinggung soal perusakan lingkungan. Terdiri dari praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI). Juga pencurian kayu, hingga aksi bom ikan yang merusak biota laut.

“Saya berterima kasih kepada semua anggota yang sudah mampu meredam. Serta Polsek dan Polres. Saya ucapkan terimakasih, termasuk sudah mengantisipasi kebakaran hutan,” ungkapnya menambahkan termasuk meredem perusakan mental masyarakat.

“Paling terlihat adalah minum minuman keras. Miras mampu kita redam. Sekarang orang yang minum di jalan hampir tidak ada. Apalagi yang bikin keributan gara-gara mabuk. Apalagi setelah minum dan bikin kejahatan. Juga narkoba yang merusak anak bangsa kedepannya. Tidak boleh ada yang kita biarkan. Saya terima kasih kepada anggota,” ungkapnya lagi.

Judi togel katanya juga jadi perhatian utama ketika dia mulai bertugas awal tahun ini. “Togel yang paling merusak generasi. Karena korbannya masyarakat kecil dan menengah ke bawah. Tidak ada bandar togel yang kalah atau gulung tikar, kecuali disikat polisi,” ungkapnya. Kejahatan konvensional, termasuk mafia tanah juga jadi prioritasnya.

“Terima kasih karena mampu menekan kejahatan konvensional yang menonjol. Pencurian kekerasan, curanmor dan kasus mafia tanah yang belum selesai sampai saat ini. Karena kasus tanah, ada dari tahun 70 masih ada. Pelan-pelan. Saya lihat ketua satgas bersama dengan jajaran lain sudah bagus,” tegasnya.

Juga soal pengendalian Covid-19. “Dari sisi penyakitnya harus mampu kita tekan, dengan memberlakukan protokol kesehatan. Kemudian membantu pemerintah menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang plus. Nasional pertumbuhannya minus lima. Kita masih plus 0. Berarti di tengah badai Covid-19, kita masih bisa survive. Kita melakukan itu. Ini susah dan tidak gampang, harus ada keseimbangan. Mudah-mudahan ini terus bekesinambungan,” katanya lagi.

Lumowa menambahkan ada beberapa hal yang menjadi prioritasnya pasca ditunjuk jadi Kapolda Sulut awal tahun ini. “Saya menjadi Kapolda Maluku kaget menerima perintah datang di Sulut. Saya bangga masih dipercaya dan saya laksanakan itu dengan baik. Ada usaha, upaya dan perencanaan. Contohnya kerusakan lingkungan harus diperbaiki. Juga kerusakan mental masyarakat. Tentang togel dan lainnya. Juga kejahatan jalanan. Itu yang saya prioriraskan. Bersyukur saya tujuh bulan di sini. Kasus pembunuhan saya bisa tekan terjadi sedikit. Ini yang saya jadikan prioriyas dan saya kerjakan dengan tulus. Dan menumbuhkan semangat dengan contoh berlayar ke Miangas, naik gunung Klabat, menumbuhkan anak muda dengan cinta tanah air dan menghargai alamnya,” tuturnya.

Lumowa juga mengakui ada beberapa persoalan yang belum tuntas. “Yang belum selesai, kasus mafia, kasus tanah masih banyak. Togel yang kecil-kecil. Prioritas saya adalah (mencari) mana yang paling jago dan bisa menguasai Polda dan mengendalikan anggota. Mana bisa. Tidak boleh. Mafia kan (perannya) bagaimana dengan kekuatan ekonomi dia bisa mengendalikan bos atau kepala polisi. Baik penguasa daerah dan penguasa apapun. Itu tidak terjadi di Sulut. Untuk PETI, ada yang pakai alat besar dan ada PETI tradisional. Saya prioritas yang pakai alat. Kalau yang tradisional kita sifatnya mengimbau agar jangan merusak,” terangnya.

Keberadaan Timsus Maleo katanya juga diharapkan dipertahankan pejabat baru. “Sangat besar perannya (Timsus Maleo) untuk menumpas kejahatan, khususnya street crime. Mereka ada di mana-mana. Militan sekali. Sangat disayangkan kalau mereka tidak dipelihara. Mereka tidak boleh terkontaminasi. Maleo sesuai namannya, dia kecil namun berdampak besar bagi masyarakat. Dia mandiri dan survive,” tutup Lumowa.(***)

MANADOPOST.ID—Pemberantasan mafia tanah di Sulut urgen ditumpas. Setelah Irjen Pol Royke Lumowa sukses menumpas mafia tambang dan bandar togel, serta telah membentuk tim khusus pemberantasan mafia tanah, Kapolda Sulut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak diharapkan meneruskan dan menuntaskan.

Diwawancarai usai pisah sambut di Mapolda Rabu (2/9) kemarin, Irjen Panca Putra menegaskan, pihaknya akan melanjutkan program-program yang telah dilakukan pejabat lama Irjen Pol Royke Lumowa, sembari akan terus menggodok yang masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ (PR).

“Baik situasi khusus maupun yang berdasarkan kalender kamtibmas. Tentu itu menjadi program yang sudah ditetapkan dari awal tahun dan dilaksanakan oleh setiap pejabat. Kapolda lama pak Royke Lumowa sudah menanamkan hal itu semuanya. Saya ke depan tinggal melanjutkan apa yang sudah beliau laksanakan (menumpas mafia tanah cs),” jamin Irjen Panca Putra, eks Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Polri sebagai organisasi yang besar katanya sudah mempunyai program. “Mudah-mudahan apa yang ditorehkan bisa terlaksanakan dan terteruskan. Saya tinggal meneruskan dan menyelesaikan. Mudah-mudahan apa yang bapak lakukan bisa saya tuntaskan,” tegasnya.

Lanjutnya, masalah Covid-19 dan pengamanan Pilkada merupakan tugas yang harus segera ditindaklanjuti. “Yang jelas tantangan tugas Polri, khususnya jajaran Polda Sulut, bagaimana kita mengajak masyarakat mencegah Covid-19. Kedua menghadapi Pilkada yang satu hari lagi kita akan mulai. Untuk itu, menjadi tugas yang harus saya tuntaskan. Sekaligus bagaimana memelihara situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulut,” terangnya, sembari memohon dukungan dari seluruh pihak.

Mudah-mudahan saya bisa memberikan pengabdian saya beserta jajaran kepada masyarakat di bumi Nyiur Melambai,” tambahnya.

Terkait mafia tanah, Akademisi Unsrat DR Ralfie Pinasang SH MH mengatakan, ulah mafia tanah selama puluhan tahun di Sulut sangat merugikan masyarakat. “Masyarakat harus diberi perlindungan oleh aparat penegak hukum,” katanya.

Apalagi, lanjut Pinasang, pemberantasan mafia tanah ini adalah program Presiden Jokowi dan telah di-MOU Kapolri Jenderal Pol Idham Azis maupun Kementerian Agraria.

Diketahui, beberapa persoalan mampu diselesaikan dan diredam di bawah kepemimpinan eks Kapolda Irjen Lumowa. “Terima kasih kepada anggota yang mampu meredam itu. Keluhan masyarakat menurun tentang todong, copet, rampok. Itu karena ada Timsus Maleo dan tim khusus di Polres. Termasuk juga kekuatan Brimob dan pasukan pemukul lainnya. Serta polisi di Polsek dan di Polres,” ungkap Irjen Lumowa diwawancarai terpisah.

Kemudian Lumowa juga menyinggung soal perusakan lingkungan. Terdiri dari praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI). Juga pencurian kayu, hingga aksi bom ikan yang merusak biota laut.

“Saya berterima kasih kepada semua anggota yang sudah mampu meredam. Serta Polsek dan Polres. Saya ucapkan terimakasih, termasuk sudah mengantisipasi kebakaran hutan,” ungkapnya menambahkan termasuk meredem perusakan mental masyarakat.

“Paling terlihat adalah minum minuman keras. Miras mampu kita redam. Sekarang orang yang minum di jalan hampir tidak ada. Apalagi yang bikin keributan gara-gara mabuk. Apalagi setelah minum dan bikin kejahatan. Juga narkoba yang merusak anak bangsa kedepannya. Tidak boleh ada yang kita biarkan. Saya terima kasih kepada anggota,” ungkapnya lagi.

Judi togel katanya juga jadi perhatian utama ketika dia mulai bertugas awal tahun ini. “Togel yang paling merusak generasi. Karena korbannya masyarakat kecil dan menengah ke bawah. Tidak ada bandar togel yang kalah atau gulung tikar, kecuali disikat polisi,” ungkapnya. Kejahatan konvensional, termasuk mafia tanah juga jadi prioritasnya.

“Terima kasih karena mampu menekan kejahatan konvensional yang menonjol. Pencurian kekerasan, curanmor dan kasus mafia tanah yang belum selesai sampai saat ini. Karena kasus tanah, ada dari tahun 70 masih ada. Pelan-pelan. Saya lihat ketua satgas bersama dengan jajaran lain sudah bagus,” tegasnya.

Juga soal pengendalian Covid-19. “Dari sisi penyakitnya harus mampu kita tekan, dengan memberlakukan protokol kesehatan. Kemudian membantu pemerintah menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang plus. Nasional pertumbuhannya minus lima. Kita masih plus 0. Berarti di tengah badai Covid-19, kita masih bisa survive. Kita melakukan itu. Ini susah dan tidak gampang, harus ada keseimbangan. Mudah-mudahan ini terus bekesinambungan,” katanya lagi.

Lumowa menambahkan ada beberapa hal yang menjadi prioritasnya pasca ditunjuk jadi Kapolda Sulut awal tahun ini. “Saya menjadi Kapolda Maluku kaget menerima perintah datang di Sulut. Saya bangga masih dipercaya dan saya laksanakan itu dengan baik. Ada usaha, upaya dan perencanaan. Contohnya kerusakan lingkungan harus diperbaiki. Juga kerusakan mental masyarakat. Tentang togel dan lainnya. Juga kejahatan jalanan. Itu yang saya prioriraskan. Bersyukur saya tujuh bulan di sini. Kasus pembunuhan saya bisa tekan terjadi sedikit. Ini yang saya jadikan prioriyas dan saya kerjakan dengan tulus. Dan menumbuhkan semangat dengan contoh berlayar ke Miangas, naik gunung Klabat, menumbuhkan anak muda dengan cinta tanah air dan menghargai alamnya,” tuturnya.

Lumowa juga mengakui ada beberapa persoalan yang belum tuntas. “Yang belum selesai, kasus mafia, kasus tanah masih banyak. Togel yang kecil-kecil. Prioritas saya adalah (mencari) mana yang paling jago dan bisa menguasai Polda dan mengendalikan anggota. Mana bisa. Tidak boleh. Mafia kan (perannya) bagaimana dengan kekuatan ekonomi dia bisa mengendalikan bos atau kepala polisi. Baik penguasa daerah dan penguasa apapun. Itu tidak terjadi di Sulut. Untuk PETI, ada yang pakai alat besar dan ada PETI tradisional. Saya prioritas yang pakai alat. Kalau yang tradisional kita sifatnya mengimbau agar jangan merusak,” terangnya.

Keberadaan Timsus Maleo katanya juga diharapkan dipertahankan pejabat baru. “Sangat besar perannya (Timsus Maleo) untuk menumpas kejahatan, khususnya street crime. Mereka ada di mana-mana. Militan sekali. Sangat disayangkan kalau mereka tidak dipelihara. Mereka tidak boleh terkontaminasi. Maleo sesuai namannya, dia kecil namun berdampak besar bagi masyarakat. Dia mandiri dan survive,” tutup Lumowa.(***)

Most Read

Artikel Terbaru

/