22.4 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

Madrid, Barca, dan Om Edo

Oleh: M Sumaraw

SAYA punya cerita tentang H Suhendro Boroma. Atau di kampung halamannya Boltim, akrab disapa Om Edo.

Beberapa tahun lalu, saya dan Om Edo ditugaskan menghadiri pertemuan pimpinan surat kabar, WAN-IFRA di Wina, Austria. Selama dua pekan, kami berdua sempatkan jalan-jalan di Eropa.

Naik pesawat Singapura Airlines dan mendarat di Muenchen, Jerman. Lalu naik kereta ke Austria. Sempat lewat Alianz Arena, markasnya Bayer Muenchen. Tiga hari di Austria, acara selesai. Kami pun jalan-jalan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Naik bus ke Praha. Lalu ke Budapest, Hungaria. Setelah itu, kami harus memilih. Ke Paris atau Spanyol. Pilihan jatuh ke Spanyol.

Saya dan Om Edo, rupanya sama-sama hobi bola. Tapi Om Edo masuk kategori gila bola.
Hampir semua pemain dan pelatih terbaik dunia dihapalnya.

Bahkan, Piala Dunia di Jerman diliputnya langsung dari dalam stadion. Begitupun Piala Dunia di Brazil. Anak desa Togid ini ngotot terbang.

Kembali ke cerita awal. Di Spanyol, kami berdua tak melewatkan kesempatan untuk beli tiket dan masuk ke dalam Stadion Santiago Bernabeu, homebase-nya Real Madrid. Juga ke Camp Nou, FC Barcelona. Tak lupa, kami membeli jersey kedua club sepakbola raksasa dunia.

Om Edo membeli jersey kedua club. Saya hanya Barcelona, tidak Real Madrid.
Selidik punya selidik. Om Edo ternyata ngefans Barca, tapi anaknya Satriaji Boroma, idola berat Real Madrid. Hahaha.

Di Pilkada Boltim, Om Edo maju mencalonkan diri sebagai calon bupati.
Selamat berjuang Om Edo, si gila bola.(*)

Oleh: M Sumaraw

SAYA punya cerita tentang H Suhendro Boroma. Atau di kampung halamannya Boltim, akrab disapa Om Edo.

Beberapa tahun lalu, saya dan Om Edo ditugaskan menghadiri pertemuan pimpinan surat kabar, WAN-IFRA di Wina, Austria. Selama dua pekan, kami berdua sempatkan jalan-jalan di Eropa.

Naik pesawat Singapura Airlines dan mendarat di Muenchen, Jerman. Lalu naik kereta ke Austria. Sempat lewat Alianz Arena, markasnya Bayer Muenchen. Tiga hari di Austria, acara selesai. Kami pun jalan-jalan.

Naik bus ke Praha. Lalu ke Budapest, Hungaria. Setelah itu, kami harus memilih. Ke Paris atau Spanyol. Pilihan jatuh ke Spanyol.

Saya dan Om Edo, rupanya sama-sama hobi bola. Tapi Om Edo masuk kategori gila bola.
Hampir semua pemain dan pelatih terbaik dunia dihapalnya.

Bahkan, Piala Dunia di Jerman diliputnya langsung dari dalam stadion. Begitupun Piala Dunia di Brazil. Anak desa Togid ini ngotot terbang.

Kembali ke cerita awal. Di Spanyol, kami berdua tak melewatkan kesempatan untuk beli tiket dan masuk ke dalam Stadion Santiago Bernabeu, homebase-nya Real Madrid. Juga ke Camp Nou, FC Barcelona. Tak lupa, kami membeli jersey kedua club sepakbola raksasa dunia.

Om Edo membeli jersey kedua club. Saya hanya Barcelona, tidak Real Madrid.
Selidik punya selidik. Om Edo ternyata ngefans Barca, tapi anaknya Satriaji Boroma, idola berat Real Madrid. Hahaha.

Di Pilkada Boltim, Om Edo maju mencalonkan diri sebagai calon bupati.
Selamat berjuang Om Edo, si gila bola.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/