29 C
Manado
Selasa, 24 November 2020

Siapkan Rp12 Triliun, BST Lanjut Sampai 2021

MANADOPOST.ID—Dampak pandemi Covid-19 diperkirakan belum sepenuhnya mereda pada tahun 2021. Karenanya, pemerintah masih akan melanjutkan penyaluran bansos khusus berupa BSR untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat terdampak.

Sasaran program akan meliputi 34 provinsi di Indonesia. “BST akan dilanjutkan selama enam bulan, yakni dalam periode Januari-Juni 2021,” ujar Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.

Mensos melanjutkan, BST tahun 2021 akan menjangkau 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan indeks Rp200 ribu/KPM/bulan. Untuk mendukung program tersebut, Kemensos telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 triliun.

Diakuinya, program bansos pada tahun 2021 tidak akan semasif tahun ini. Pemerintah akan lebih fokus pada program-program pemulihan perekonomian dan vaksinasi Covid-19 secara bertahap dan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Menurutnya, lrogram vaksinasi ini juga sangat masif dan membutuhkan anggaran cukup besar. “Sehingga bantuan sosial dari Kemensos akan dikonsolidasikan, dikurangi sedikit,” ungkap Politisi PDIP tersebut.

Sedangkan bansos lain seperti Bansos Sembako (BSS), Bansos Beras (BSB), dan lain-lain, lanjut Mansos, untuk sementara tidak akan dilanjutkan tahun depan. Namun dia mengatakan, hal ini sifatnya masih sementara dan fleksibel tergantung situasi tahun depan, dan keputusan Presiden.

Meski demikian, bantuan sosial reguler berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako dipastikan akan tetap berjalan normal pada tahun 2021. Kedua program ini masih menjadi program penting pemerintah dalam upaya mempercepat penurunan angka kemiskinan.

Untuk PKH, lanjut dia, tahun 2021 akan menjangkau 10 juta KPM dengan anggaran Rp30,4 triliun. Kemudian untuk BPNT/Program Sembako akan menjangkau 18,5 juta KPM dengan anggaran Rp44,7 triliun.

Di sisi lain, penggunaan anggaran sepanjang kuartal IV tahun ini menjadi penentu bangkitnya perekonomian Indonesia. Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta kemarin (2/11), Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa pertumbuhan di kuartal III masih akan minus. Harus ada Langkah untuk mengungkitnya kembali.

Presiden menuturkan, kuartal IV menjadi kesempatan terakhir dalam upaya pemulihan ekonomi tahun ini. ’’Saya harapkan realisasi belanja kita betul-betul harus berada pada titik yang paling maksimal,’’ ujar Presiden. Demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang minus di dua kuartal terakhir.

Pada kuartal II lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka -5,32 persen. Sementara pertumbuhan di kuartal III yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik pekan ini diprediksi juga masih minus. ’’Perkiraan kita di angka -3, naik sedikit,’’ lanjut mantan Wali Kota Solo itu.

Artinya, ada tren yang membaik meskipun masih minus. Sehingga, realisasi belanja di kuartal IV harus terus didorong semaksimal mungkin agar perbaikan ekonomi terus terjadi. Di sector konsumsi misalnya, laporan terakhir menunjukkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih -4 persen. Maka harus ada penguatan demand agar konsumsi terangkat.

Upaya pemulihan ekonomi, tutur Jokowi, tidak boleh berhenti hanya sampai akhir kuartal IV 2020. ’’Kuartal pertama 2021 juga harus mulai di-start dari sekarang,’’ tuturnya. Dia meminta agar semua kementerian langsung melakukan lelang begitu Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) turun. Dengan cara itu, diharapkan perputaran ekonomi terjaga di kuartal pertama 2021.

Yang paling cepat untuk direalisasikan tahun depan adalah lanjutan program bantuan sosial. Program itu sejak saat ini sudah harus dimatangkan sehingga tinggal mencairkan saat tahun anggaran berjalan. Selain itu, belanja-belanja modal seperti infrastruktur juga digiring untuk dimulai Kembali.

Untuk Investasi, tambah Jokowi, dia sudah mendapat laporan dari Menko Maritim dan Investasi serta kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Investasi belum bisa naik di atas -5 persen. Maka, dia meminta agar upaya peningkatan investasi dimaksimalkan di kuartal IV 2020 dan kuartai I 2021.

Ada peluang baik dalam investasi seiring perpanjangan fasilitas Generalized System of Preference (GSP) dari Amerika Serikat. yang artinya masih ada keringanan bea masuk produk Indonesia ke AS.

’’Ini menjadi kesempatan karena kita satu-satunya negara di Asia yang mendapatkan fasilitas ini,’’ tambahnya. Diharapkan itu bisa menarik investor lebih banyak ke Indonesia. Soal bansos, sejumlah program dipastikan akan terus berjalan hingga tahun depan. Salah satunya, bansos tunai (BST) yang bakal diberikan hingga semester pertama 2021.(gnr)

-

Artikel Terbaru

11 Mitra Binaan Sulut `Disuntik` 1,7 Miliar

MANADOPOST-ID-- Pagi tadi sekira Pukul 10.22 WITA, Bertempat di Four Point by Sheraton Manado, PT Pertamina

FDW-PYR Banjir Dukungan di Kecamatan Sinonsayang

MANADOPOST.ID—Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar dan Pdt Petra Yani Rembang (FDW-PYR), terus menuai dukungan penuh masyarakat.

Serunya Event Akhir Tahun Hasjrat Fair Secara Virtual, Banyak Hadiah Langsung Diberikan!

Event akhir tahun terbesar PT Hasjrat Abadi selesai diselenggarakan Sabtu (21/11).

Warga Teteli Ditemukan Mengambang di Pantai Bulo

Sesosok mayat ditemukan mengambang di Pantai Bulo, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Selasa (24/11).

Bongkar `Sarang` Suara Lawan, Iskandar-Deddy Disenangi

MANADOPOST.ID—Meski diguyur hujan lebat, antusias masyarakat Desa Toluaya dan Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel), sangat tinggi. Ketika menyambut kedatangan pasangan calon (Paslon) Bupati Hi Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid (Berkah).