32C
Manado
Kamis, 21 Januari 2021

Olly-Steven Dua Periode

MANADOPOST.ID—Hari pemungutan suara 9 Desember 2020 kian dekat. Kurang dari seminggu. Namun elektabilitas pasangan calon petahana, Olly Dondokambey-Seteven Kandouw tetap kokoh di angka 65,7%. Ini berdasarkan rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang baru dirilis Rabu (2/12), kemarin.

Persentase tersebut diprediksi masih akan terus bertambah. Bahkan dari analisis LSI, estimasi dukungan untuk Olly-Steven bisa menyetuh angka antara 63,9 hingga 70,9 persen. Seperti disampaikan peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby, dalam konferensi pers di Swissbell Hotel Maleosan, Manado.

“Pasangan calon nomor urut 1 Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-Sehan) mendapat dukungan 26,2% dan pasangan Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Corneles Mamengko Runtuwene (VAP-HR) sebesar 5,5%. Mereka yang belum menentukan pilihan tersisa 2,6%,” papar Alfaraby.

Dia menjelaskan, tersisa 7 hari menjelang pemilihan, elektabilitas petahana masih sangat perkasa. Pasangan Olly-Steven di ambang dua periode dengan potensi kemenangan diatas 60%.

“Jika ini terjadi, maka pasangan Olly-Steven menjadi salah satu dari sedikit petahana gubernur di Indonesia yang menang diatas 60% di periode kedua,” tukasnya.

Survei yang dilaksanakan pada 19-25 November 2020 ini, menggunakan 800 responden di semua kabupaten/kota di Sulut. Survei dikerjakan melalui wawancara tatap muka (face to face interview) dengan estimasi margin of error sebesar 3,5%.

“Jika mereka yang belum menentukan pilihan sebesar 2,6% dibagi proporsional ke tiga pasangan kandidat, maka dukungan pasangan Olly-Steven menjadi sebesar 67,4 %, pasangan CEP-Sehan 26,9%, dan dukungan ke VAP-HR 5,7%,” tambahnya.

LSI Denny JA juga membuat prediksi kisaran dukungan para kandidat berdasarkan hitungan plus minus margin of error (MoE) survei sebesar 3,5%. Dengan prediksi range dukungan pasangan ODSK adalah sebesar 63,9-70,9%, range dukungan CEP-Sehan 23,4-30,4 %, dan range dukungan pasangan VAP-HR 2,2-9,2%. Di lapangan ditemukan, pemilih militan Olly-Steven melebihi punya CEP-Sehan dan VAP-HR. Di mana Olly-Steven capai 56,7%, CEP-Sehan 22,7 %, dan VAP-HR 4,7%.

“LSI Denny JA berani menyatakan Olly-Steven di ambang dua periode karena data yang dipaparkan sebelumnya, elektabilitas petahana di atas 60%, jarak dengan kompetitor terdekat sekira 40%, pemilih militan Olly-Steven di atas 55%, dan dengan data tersebut hampir mustahil kompetitor mampu mengejar elektabilitas tersebut,” urainya.

Dalam survei ini, ditemukan kekuatan dukungan pasangan petahana merata di semua segmen pemilih penting. Baik mereka laki-laki maupun perempuan, pemilih protestan, pemilih muslim, pemilih katolik, milenial hingga lansia, berpendidikan rendah hingga kelompok terpelajar, wong cilik hingga yang mapan, dan di semua segmen profesi pemilih.
Alfaraby juga memaparkan enam alasan mengapa pasangan Olly-Steven sangat perkasa dan berpotensi menang kembali.

“Pertama, kepuasaan terhadap kinerja di atas 80%. Mereka yang puas terhadap kinerja Olly Dondokambey sebagai gubernur sebesar 85,2%. Yang puas dengan kinerja Steven Kandouw 81%. Kepuasaan ini merata di semua dapil,” tuturnya. Kedua, persepsi keberhasilan di atas 80% karena mereka yang menyatakan Olly-Steven berhasil memimpin Sulut di atas 80%.

“Olly-Steven paling dikenal dan paling disukai. Tingkat pengenalan sebagai calon gubernur lebih tinggi dibanding calon gubernur lain. Begitu juga dengan Steven Kandouw, lebih tinggi dibanding calon wakil gubernur lain,” bebernya.

Keempat, diatas 65% ingin petahana jabat kembali. Tingkat menginginkan kembali Olly Dondokambey menjadi gubernur sebesar 66%. Dan mereka yang tidak berkeinginan hanya sebesar 22%. “Kelima, mereka yang berkeinginan petahana terpilih di atas 75%. Terakhir Olly unggul semua aspek personality dibanding cagub lainnya,” tandasnya.

Dalam pemaparan hasil survei ini, Alfaraby berpendapat, jika tak ada kejadian luar biasa maka Olly-Steven akan memenangkan pilgub 2020. Walaupun nanti akan ada money politics dari paslon lain, menurut Alfabry sangat sulit mengejar ketertinggalan dengan jarak 40%.

“Apalagi daerah Sulut ini sangat luas. Untuk menjangkau masyarakat cukup sulit. Money politics diperkirakan tak akan mengubah jauh prediksi survei LSI,” sebutnya.
Bagaimana pengamat politik melihat hasil survei ini? Dr Stefanus Sampe mengatakan cukup wajar jika seorang petahana akan mendapatkan persentase besar di pilkada.

“Masyarakat Sulut memang sudah merasakan dan menikmati pesatnya pembangunan di bawah kepemimpinan Olly-Steven,” kata dia. Dia menambahkan Olly-Steven juga sangat mendambakan pembangunan-pembangunan tersebut dapat dilanjutkan untuk periode kedua.

“Sementara pasangan lain belum tentu bisa meyakinkan pemilih capaian pembangunan akan lebih baik dari Olly-Steven yang benar-benar sudah terbukti sudah membawa kemajuan di Sulut,” tambah dia.(gel)

Olly Steven di Ambang Dua Periode:

Pasangan Petahana Perkasa di Atas 65 Persen

ODSK 65,7 persen
CEP-SSL 26,2 persen
VAP-HR 5,5 persen
BM/TT/TJ 2,6 persen

Range Suara Petahana 63,9 – 70,9 Persen

ODSK
Survei November 65,7
Undecided dibagi proporsional 67,4
Estimasi dukungan dengan MOE 3,5 persen, 63,9 – 70,9

CEP-Sehan
Survei November 26,2
Undecided dibagi proporsional 26,9
Estimasi dukungan dengan MOE 3,5 persen, 23,4 – 30,4

VAP-HR
Survei November 5,5
Undecided dibagi proporsional 5,7
Estimasi dukungan dengan MOE 3,5 persen, 2,2 sampai 9,2

Pemilih Petahana
Sangat Solid, Militan
Sudah Diatas 55 Persen

ODSK 56,7 persen
CEP-Sehan 22,7 persen
VAP-HR 4,7 persen
Swing Voters 15,9 persen

Kekuatan Kandidat
di Enam Segmen
Pemilih Penting

1. ODSK unggul di pemilih laki-laki maupun perempuan

ODSK
Laki-laki 64,3 persen
Perempuan 67 persen

CEP-Sehan
Laki-laki 26 persen
Perempuan 26,3 persen

VAP-HR
Laki-laki 6,7 persen
Perempuan 4,3 persen

BM/TT/TJ
Laki-laki 3 persen
Perempuan 2,4 persen

 

2. ODSK Unggul
di Semua Penganut Agama

ODSK
Islam 51,6 persen
Protestan 71,6 persen
Katolik 78,8 persen

CEP-Sehan
Islam 43,7 persen
Protestan 18 persen
Katolik 18,2 persen

VAP-HR
Islam 2,6 persen
Protestan 7,4 persen
Katolik 0 persen

 

3. ODSK Unggul
di Semua Generasi,
Milenial hingga Lansia

ODSK
– 29 tahun 65,3 persen
30 – 39 tahun 63,9 persen
40 – 49 tahun 66,2 persen
+ 50 tahun 66,4 persen

CEP-Sehan
– 29 tahun 26,3 persen
30 – 39 tahun 27,9 persen
40 – 49 tahun 25,9 persen
+ 50 tahun 25,4 persen

VAP-HR
– 29 tahun 8,4 persen
30 – 39 tahun 4,9 persen
40 – 49 tahun 2,9 persen
+ 50 tahun 6,1 persen

4. ODSK Unggul
di Pemilih Pendidikan
Rendah hingga Terpelajar

ODSK
-Lulus SD 62,4 persen
Tamat SMP/sederajat78,1 persen
Tamat SMA/ sederajat62,9 persen
+Pernah Kuliah 58,2 persen

CEP-Sehan
-Lulus SD 31,8 persen
Tamat SMP/sederajat 16,8 persen
Tamat SMA/sederajat28,1 persen
+Pernah Kuliah 23,9 persen

VAP-HR
-Lulus SD 4,6 persen
Tamat SMP/sederajat 2,2 persen
Tamat SMA/sederajat 6,8 persen
+Pernah Kuliah 10,4 persen

5. ODSK Unggul
di Wong Cilik hingga
Mereka yang Mapan

ODSK
– 1 juta 66 persen
1 – 1.999 juta 61,9 persen
2 – 2.999 juta 69,6 persen
+ 3 juta 67,1 persen

CEP-Sehan
– 1 juta 25,6 persen
1 – 1.999 juta 30,7 persen
2 – 2.999 juta 27 persen
+ 3 juta 20,1 persen

VAP-HR
– 1 juta 5,1 persen
1 – 1.999 juta 5,7 persen
2 – 2.999 juta 2,6 persen
+ 3 juta 8,1 persen

6. ODSK Unggul
di Semua Profesi Pemilih

ODSK
IRT 65,3 persen
Petani/Nelayan 66,7 persen
Buruh Lepas 67,5 persen
Wiraswasta 58 persen
Pedagang 64,3 persen
Pegawai Swasta 61,8 persen
Pekerjaan lainnya 67,6 persen
Tidak bekerja 74,1 persen

CEP-Sehan
IRT 28,1 persen
Petani/Nelayan 28,1 persen
Buruh Lepas 20,8 persen
Wiraswasta 28 persen
Pedagang 33,3 persen
Pegawai Swasta 23,5 persen
Pekerjaan lainnya 23 persen
Tidak bekerja 19,4 persen

VAP-HR
IRT 5,1 persen
Petani/Nelayan 3,1 persen
Buruh Lepas 6,5 persen
Wiraswasta 12 persen
Pedagang 0 persen
Pegawai Swasta 11,8 persen
Pekerjaan lainnya 4,1 persen
Tidak bekerja 6,5 persen.

*Sumber: LSI DENNY JA, 19-25 November 2020, Diolah

Artikel Terbaru