25.4 C
Manado
Selasa, 28 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Satu TPS Maksimal 500 Pemilih

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat Pilkada 9 Desember, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado membatasi jumlah pemilih di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal ini diungkapkan

Ketua KPU Manado Yusuf Wowor, melalui Kepala Devisi Teknis Penyelenggara KPU Manado Sahrul Setiawan.

Dia mengatakan, maksimal pemilih di setiap TPS itu hanya 500 orang. Kalau dulu bisa mencapai 800 orang. “Pembatasan jumlah pemilih di TPS untuk memutus mata rantai Covid-19,” ujarnya.

Selain itu katanya, ukuran TPS bertambah besar 10×8 meter. Kemudian pemilih yang datang juga diatur jarak agar tidak berkerumun. Kemudian jam datang juga diatur.

- Advertisement -

“Jam kedatangan di TPS sudah ditulis di undangan yang diberikan petugas kepada pemilih, supaya tidak ada kerumunan di luar TPS,” pungkasnya.

Mengatakan, 6-8 November masuk masa tenang dan tanggal 9 November pemilihan. “Jadi tanggal 5 November semua Alat Peraga Kampanye (APK) harus dicopot. Tidak ada yang terpasang karena sudah masa tenang,” ujarnya.

Dia juga meminta warga mensukseskan Pilkada 2020 dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hak pilih. Jangan Golput.

“Hilangkan stigma negatif kalau TPS menjadi tempat penyebaran Covid. Karena di petugas KPPS yang menjalankan tugas sehat karena sudah rapid test. Kemudian menjalankan protokoler kesehatan ketat,” pungkasnya. (ite)

MANADOPOST.ID–Untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat Pilkada 9 Desember, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado membatasi jumlah pemilih di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal ini diungkapkan

Ketua KPU Manado Yusuf Wowor, melalui Kepala Devisi Teknis Penyelenggara KPU Manado Sahrul Setiawan.

Dia mengatakan, maksimal pemilih di setiap TPS itu hanya 500 orang. Kalau dulu bisa mencapai 800 orang. “Pembatasan jumlah pemilih di TPS untuk memutus mata rantai Covid-19,” ujarnya.

Selain itu katanya, ukuran TPS bertambah besar 10×8 meter. Kemudian pemilih yang datang juga diatur jarak agar tidak berkerumun. Kemudian jam datang juga diatur.

“Jam kedatangan di TPS sudah ditulis di undangan yang diberikan petugas kepada pemilih, supaya tidak ada kerumunan di luar TPS,” pungkasnya.

Mengatakan, 6-8 November masuk masa tenang dan tanggal 9 November pemilihan. “Jadi tanggal 5 November semua Alat Peraga Kampanye (APK) harus dicopot. Tidak ada yang terpasang karena sudah masa tenang,” ujarnya.

Dia juga meminta warga mensukseskan Pilkada 2020 dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hak pilih. Jangan Golput.

“Hilangkan stigma negatif kalau TPS menjadi tempat penyebaran Covid. Karena di petugas KPPS yang menjalankan tugas sehat karena sudah rapid test. Kemudian menjalankan protokoler kesehatan ketat,” pungkasnya. (ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/