alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Wakil Menteri hingga Eks Kepala Daerah Ini Berpeluang Diusung Golkar ke DPR RI

MANADOPOST.ID— Persaingan menuju pemilihan legislatif (Pileg) 2024 akan sangat ketat. Partai besar bakal ‘habis-habisan’ merebut kursi. Mengingat di tahun yang sama juga akan ada pemilihan kepala daerah. Partai politik bakal unjuk gigi. Termasuk di pileg DPR RI.

Jika PDI Perjuangan boleh tampil percaya diri saat ini, lain halnya dengan Partai Golkar. Partai yang digawangi Christiany Eugenia Paruntu (CEP) itu harus kerja lebih keras untuk bisa merebut kursi di DPR RI. Apalagi dengan bidikan dua kursi yang jadi target partai berlambang pohon beringin ini.

Ketua Bappilu DPD I Partai Golkar Sulut Jantje W Sajow (JWS) saat diwawancarai mengatakan, pihaknya sementara penjaringan 200 persen. “Cuma memang masih dalam tahapan penjaringan. Untuk DPR RI akan dikoordinasikan dengan DPP. Kami ada tim penjaringan,” kata JWS, pada Manado Post, Rabu (2/3).

Dikatakannya, figur yang akan dipasang nanti adalah yang berkualitas, berpengaruh dan bisa meraup suara.  “Kalau ke DPR RI biasanya semua partai punya strategi sendiri. Golkar paling tidak menempatkan orang yang berkualitas dan bisa berkompetisi. Paling tidak bisa bersuara untuk kepentingan partai. Karena Golkar punya target akan rebut 2 kursi. Makanya 6 orang yang nanti diajukan akan dibicarakan bersama yaitu orang-orang yang cukup dan mampu meraup suara,” ujarnya.

Golkar, kata mantan Bupati Minahasa itu, tak akan melihat partai lain. “Kami akan berusaha. Tak akan bandingkan dengan partai lain. Golkar bukan partai baru. Intinya semua yang ditetapkan harus siap fight. Punya kemampuan secara ekonomi, terutama kualitas secara intelektual. Paling tidak loyal juga. Tapi nanti akan dibicarakan dan kami juga akan menerima masukan-masukan dari DPD 2,” terang JWS.

“Pastinya kami akan cari orang atau figur yang punya komitmen, kualitas, akuntable, kapabilitas, dan yang terpenting loyalitas. Jadi dari partai, maka harus juga memberi untuk partai, berjuang dan menjaga kehormatan partai,” sambungnya.

Soal gambaran siapa saja yang bisa diutus ke DPR RI dari Golkar, JWS masih enggan buka suara. Namun dari berbagai informasi yang dihimpun, Golkar memiliki banyak potensi untuk bisa bersaing memperebutkan kursi ke Senayan.

Mulai dari incumbent Adrian Paruntu. Berlanjut ke Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. Dia punya peluang besar dicalonkan lagi, melihat performa Jerry di Pileg 2019 lalu yang nyaris saja mencuri kursi terakhir Sulut. Anak muda lain yang masih punya basis massa di Sulut adalah Aditya Moha. Meski aturan PKPU terkait pencalonan belum ada, namun jika Moha diusung lagi, maka sangat besar peluang merebut suara.

Selain yang muda-muda, Golkar juga punya figur kader senior. Dimulai dari Stefanus Vreeke Runtu. Usia boleh bertambah, namun SVR sapaan akrabnya, masih punya massa fanatik yang siap memberikan dukungan untuk Bupati Minahasa dua periode itu.

Kader senior lain adalah Djelantik Mokodompit. Mantan Wali Kota Kotamobagu ini punya basis massa jelas. Kharisma yang dimiliki Djelantik sebagai kader senior masih sangat berpengaruh di jajaran kader Golkar.

Selanjutnya Jantje Wowiling Sajow (JWS). Mantan Bupati Minahasa ini juga punya kans diusung di DPR RI. Track record JWS sangat mumpuni. Terakhir, Ketua DPD I Partai Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu. Kemampuannya tak usah diragukan. Dia menempati kursi Bupati Minahasa Selatan selama dua periode. Tak hanya itu, CEP sapaannya, berhasil menjaga Golkar Sulut tetap solid. Di tengah berbagai terpaan ‘cobaan’. CEP bisa saja mencalonkan diri di kursi DPR RI, jika putranya Adrian Paruntu memilih rehat.

Di sisi lain, pengamat politik Sulut Dr Michael Mamentu mengatakan, untuk pileg sangat bergantung pada individu orang. Kalau ingin punya target, tentu kerja kerasnya harus maksimal.

“Persiapannya harus dari sekarang kalau mau dua kursi. Sebab, personal sangat menentukan kalau di DPR RI. Okelah partai mendorong. Tapi kerja kerasnya harus luar biasa. Apalagi bersaing dengan PDIP yang bukan hanya sekedar partai kuat, namun punya basis masa yang kuat,” tuturnya.

Kalau berpeluang, lanjut Mamentu, memang Golkar punya peluang. Namun hal itu, kata dia, bukan pekerjaan gampang. Tergantung siapa figurnya. Bukan hanya populer saja. Tapi apakah disukai atau tidak. “Nah, Golkar harus sampai pada tahap disukai figurnya. Kalau tak sampai di situ, berat menghadapi PDIP. Kerja kerasnya tak boleh nanti saat masuk tahapan. Harus dari sekarang,” sarannya.

Selain itu juga, menurutnya Golkar punya tantangan di tubuh partai untuk ke DPR RI. Yakni persaingan di internal. “Itu harus sehat. Golkar harus objektif menyetujui untuk ke DPR RI. Penilaiannya harus politis. Itu penting. Kalau tidak, tentu susah bersaing dengan PDIP. Internal harus ditata dengan baik. Hasil penilaian harus objektif. Jangan berangkat dari like and dis like. Itu akan berat. Karena bisa jadi, sudut pandang internal tidak sama dengan masyarakat. Sebab dilihat dari kebutuhan masyarakat. Jadi, bangun konstituen dari sekarang serta kerja keras. Dan hasil penilaian harus objektif,” tutupnya.(ctr-09/gel)

MANADOPOST.ID— Persaingan menuju pemilihan legislatif (Pileg) 2024 akan sangat ketat. Partai besar bakal ‘habis-habisan’ merebut kursi. Mengingat di tahun yang sama juga akan ada pemilihan kepala daerah. Partai politik bakal unjuk gigi. Termasuk di pileg DPR RI.

Jika PDI Perjuangan boleh tampil percaya diri saat ini, lain halnya dengan Partai Golkar. Partai yang digawangi Christiany Eugenia Paruntu (CEP) itu harus kerja lebih keras untuk bisa merebut kursi di DPR RI. Apalagi dengan bidikan dua kursi yang jadi target partai berlambang pohon beringin ini.

Ketua Bappilu DPD I Partai Golkar Sulut Jantje W Sajow (JWS) saat diwawancarai mengatakan, pihaknya sementara penjaringan 200 persen. “Cuma memang masih dalam tahapan penjaringan. Untuk DPR RI akan dikoordinasikan dengan DPP. Kami ada tim penjaringan,” kata JWS, pada Manado Post, Rabu (2/3).

Dikatakannya, figur yang akan dipasang nanti adalah yang berkualitas, berpengaruh dan bisa meraup suara.  “Kalau ke DPR RI biasanya semua partai punya strategi sendiri. Golkar paling tidak menempatkan orang yang berkualitas dan bisa berkompetisi. Paling tidak bisa bersuara untuk kepentingan partai. Karena Golkar punya target akan rebut 2 kursi. Makanya 6 orang yang nanti diajukan akan dibicarakan bersama yaitu orang-orang yang cukup dan mampu meraup suara,” ujarnya.

Golkar, kata mantan Bupati Minahasa itu, tak akan melihat partai lain. “Kami akan berusaha. Tak akan bandingkan dengan partai lain. Golkar bukan partai baru. Intinya semua yang ditetapkan harus siap fight. Punya kemampuan secara ekonomi, terutama kualitas secara intelektual. Paling tidak loyal juga. Tapi nanti akan dibicarakan dan kami juga akan menerima masukan-masukan dari DPD 2,” terang JWS.

“Pastinya kami akan cari orang atau figur yang punya komitmen, kualitas, akuntable, kapabilitas, dan yang terpenting loyalitas. Jadi dari partai, maka harus juga memberi untuk partai, berjuang dan menjaga kehormatan partai,” sambungnya.

Soal gambaran siapa saja yang bisa diutus ke DPR RI dari Golkar, JWS masih enggan buka suara. Namun dari berbagai informasi yang dihimpun, Golkar memiliki banyak potensi untuk bisa bersaing memperebutkan kursi ke Senayan.

Mulai dari incumbent Adrian Paruntu. Berlanjut ke Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. Dia punya peluang besar dicalonkan lagi, melihat performa Jerry di Pileg 2019 lalu yang nyaris saja mencuri kursi terakhir Sulut. Anak muda lain yang masih punya basis massa di Sulut adalah Aditya Moha. Meski aturan PKPU terkait pencalonan belum ada, namun jika Moha diusung lagi, maka sangat besar peluang merebut suara.

Selain yang muda-muda, Golkar juga punya figur kader senior. Dimulai dari Stefanus Vreeke Runtu. Usia boleh bertambah, namun SVR sapaan akrabnya, masih punya massa fanatik yang siap memberikan dukungan untuk Bupati Minahasa dua periode itu.

Kader senior lain adalah Djelantik Mokodompit. Mantan Wali Kota Kotamobagu ini punya basis massa jelas. Kharisma yang dimiliki Djelantik sebagai kader senior masih sangat berpengaruh di jajaran kader Golkar.

Selanjutnya Jantje Wowiling Sajow (JWS). Mantan Bupati Minahasa ini juga punya kans diusung di DPR RI. Track record JWS sangat mumpuni. Terakhir, Ketua DPD I Partai Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu. Kemampuannya tak usah diragukan. Dia menempati kursi Bupati Minahasa Selatan selama dua periode. Tak hanya itu, CEP sapaannya, berhasil menjaga Golkar Sulut tetap solid. Di tengah berbagai terpaan ‘cobaan’. CEP bisa saja mencalonkan diri di kursi DPR RI, jika putranya Adrian Paruntu memilih rehat.

Di sisi lain, pengamat politik Sulut Dr Michael Mamentu mengatakan, untuk pileg sangat bergantung pada individu orang. Kalau ingin punya target, tentu kerja kerasnya harus maksimal.

“Persiapannya harus dari sekarang kalau mau dua kursi. Sebab, personal sangat menentukan kalau di DPR RI. Okelah partai mendorong. Tapi kerja kerasnya harus luar biasa. Apalagi bersaing dengan PDIP yang bukan hanya sekedar partai kuat, namun punya basis masa yang kuat,” tuturnya.

Kalau berpeluang, lanjut Mamentu, memang Golkar punya peluang. Namun hal itu, kata dia, bukan pekerjaan gampang. Tergantung siapa figurnya. Bukan hanya populer saja. Tapi apakah disukai atau tidak. “Nah, Golkar harus sampai pada tahap disukai figurnya. Kalau tak sampai di situ, berat menghadapi PDIP. Kerja kerasnya tak boleh nanti saat masuk tahapan. Harus dari sekarang,” sarannya.

Selain itu juga, menurutnya Golkar punya tantangan di tubuh partai untuk ke DPR RI. Yakni persaingan di internal. “Itu harus sehat. Golkar harus objektif menyetujui untuk ke DPR RI. Penilaiannya harus politis. Itu penting. Kalau tidak, tentu susah bersaing dengan PDIP. Internal harus ditata dengan baik. Hasil penilaian harus objektif. Jangan berangkat dari like and dis like. Itu akan berat. Karena bisa jadi, sudut pandang internal tidak sama dengan masyarakat. Sebab dilihat dari kebutuhan masyarakat. Jadi, bangun konstituen dari sekarang serta kerja keras. Dan hasil penilaian harus objektif,” tutupnya.(ctr-09/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/