30.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

Prada Chandra Gerson Tewas Dianiaya Senior, Ini Penegasan Jenderal Andika

MANADOPOST.ID— TNI Angkatan Darat berjanji akan bersikap terbuka dalam proses hukum enam anggotanya yang diduga menganiaya Prada Candra Gerson Kumaralo.

“Sesuai penegasan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, TNI Angkatan Darat akan bersikap terbuka dalam proses penegakan hukum bagi oknum prajurit yang melanggar peraturan dan perundangan,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna.

Prada Candra adalah personel Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 715/MTL Gorontalo, yang 19 Juli lalu meninggal dunia, diduga dianiaya enam seniornya. Curahan hati keluarga Prada Candra terkait kasus ini kemudian viral di media sosial.

TNI AD pun merespon cepat kasus itu, dengan memastikan proses hukum terhadap enam anggota yang diduga terlibat terus berjalan. Foto-foto ketika pemeriksaan dan enam anggota tersebut dalam tahanan dirilis.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kadispenad menegaskan, keenam oknum terduga yang melakukan penganiayaan terhadap Prada Candra, seluruhnya menjalani penahanan dan telah selesai menjalani pemeriksaan oleh Tim Penyidik Polisi Militer Kodam XIII/Merdeka.

Berkas perkara seluruh tersangka telah dilimpahkan ke Oditur Militer IV-18 Manado pada tanggal 23 Agustus 2021.

Selanjutnya TNI Angkatan Darat akan terus mengawal proses hukum ini di Oditur Militer IV-18 Manado sampai dengan Pengadilan Militer sampai tuntas.(tan)

MANADOPOST.ID— TNI Angkatan Darat berjanji akan bersikap terbuka dalam proses hukum enam anggotanya yang diduga menganiaya Prada Candra Gerson Kumaralo.

“Sesuai penegasan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, TNI Angkatan Darat akan bersikap terbuka dalam proses penegakan hukum bagi oknum prajurit yang melanggar peraturan dan perundangan,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna.

Prada Candra adalah personel Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 715/MTL Gorontalo, yang 19 Juli lalu meninggal dunia, diduga dianiaya enam seniornya. Curahan hati keluarga Prada Candra terkait kasus ini kemudian viral di media sosial.

TNI AD pun merespon cepat kasus itu, dengan memastikan proses hukum terhadap enam anggota yang diduga terlibat terus berjalan. Foto-foto ketika pemeriksaan dan enam anggota tersebut dalam tahanan dirilis.

Kadispenad menegaskan, keenam oknum terduga yang melakukan penganiayaan terhadap Prada Candra, seluruhnya menjalani penahanan dan telah selesai menjalani pemeriksaan oleh Tim Penyidik Polisi Militer Kodam XIII/Merdeka.

Berkas perkara seluruh tersangka telah dilimpahkan ke Oditur Militer IV-18 Manado pada tanggal 23 Agustus 2021.

Selanjutnya TNI Angkatan Darat akan terus mengawal proses hukum ini di Oditur Militer IV-18 Manado sampai dengan Pengadilan Militer sampai tuntas.(tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/