28 C
Manado
Kamis, 3 Desember 2020

Olly-Steven Menang 64,4% di Manado

MANADOPOST.ID—Pasangan Calon (Paslon) Cagub-Cawagub Sulut No Urut 3  Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (Olly-Steven), makin di atas angin. Sudah tiga survei ilmiah, menempatkan paslon yang diusung PDI Perjuangan, Gerindra, PSI, Perindo, PKB dan PPP ini menang mutlak.

Setelah LSI, menyusul lagi dua lembaga survei independen lainnya,  yakni Indonesian Observer Survei dan Survei Charta Politika Indonesia.  Indonesian Observer Survei menempatkan Olly-Steven unggul di atas 60% khusus pemilih di Kota Manado.

Hal tersebut terungkap pada Selasa (3/11) kemarin dalam pemaparan Indonesian Observer Survei. Sesuai hasil survei ketiga yang dilakukan pada minggu ketiga Oktober 2020 khusus pemilih Kota Manado, pasangan Olly-Steven unggul.

Peneliti Indonesian Observe Andre Mondong menjelaskan, hasil survey trend kenaikan elektabilitas Paslon dari medio September hingga Oktober 2020, menempatkan duet Olly-Steven meningkat tajam hingga 64,4%. “Paslon yang diusung PDI-P, Gerindra, PPP, PKB, Perindo dan PSI ini trend naik signifikan karena pada medio September baru 50,6%,” bebernya.

Lanjutnya, disusul oleh Cagub-Cawagub yang dijagokan Partai Golkar, PAN, Demokrat yakni Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) yang elektabilitasnya di bulan Oktober menyentuh 14,9% atau juga mengalami kenaikan dari bulan September yang hanya 10,5%.

Sedangkan paslon Vonnie Anneke Panambunan-Hendri Runtuwene (VAP-HR) sebaliknya melempeng dari hasil survey bulan September  20,7% kini turun 9,4% pada Oktober ini. Serta yang belum menentukan pilihan pada hasil Oktober ini yaitu 10,7%.

Mondong yang didampingi Dr Joy Tulung dan Noldy Salindeho, menjelaskan bahwa survey dilakukan pada 19-22 Oktober dengan Teknik sampling multi stage random sampling (bertingkat dan acak), dengan populasi  masyarakat pemilih di 11 kecamatan yang ada di Kota Manado, dan margin error 4,52% pada tingkat kepercayaan 95%. “Pengumpulan data wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner,” terang Mondong.

Hasil ini ada benang merahnya dengan hasil survey keseluruhan Sulut yang diumumkan Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Network pada Sabtu (31/11) lalu. Yaitu Olly-Steven leading 64,9 % CEP-SSL 22,3%, VAP-HR 10,2% dan belum menentukan sikap 3,2%. Dan jelang 39 hari Pilgub yang akan berlangsung 9 Desember nanti, rinciannya Olly – Steven unggul selisih 42% dari CEP-SSL, serta unggul 54,1 persen dari VAP-HR.

Salah satu juga pertanyaan menarik kepada responden, dikatakan Andre Mondong, yakni seberapa penting sinergitas antara Walikota dan Gubernur untuk keberhasilan pembangunan daerah? “Sebanyak 77 persen responden menjawab sangat penting, 20 persen mengaku tidak penting, dan tidak tahu atau tidak jawab hanya 3 persen,” tukas Andre Mongdong.

Bahkan diungkapkan Mondong, ada pemilih pendukung pasangan lain, dalam Pilwako Manado, ketika ditanya mendukung pasangan lainnya. “Ini juga menarik, ada pendukung PAN dan Golkar di Manado, ketika di Pilgub memilih mendukung pasangan dari PDI Perjuangan Olly-Steven,” ungkapnya.

Lembaga survei lainnya juga, Survei Charta Politika Indonesia, kemarin mengeluarkan update data terbaru terkait elektabilitas Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulawesi Utara 2020 khusus di Kota Manado.

“Charta Politika Indonesia menyelenggarakan survei preferensi politik masyarakat di Kota Manado menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Pengumpulan data dilakukan pada 12-17 Oktober 2020 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel sebanyak 600 responden yang tersebar di 11 kecamatan yang ada di Kota Manado. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ±4% pada tingkat kepercayaan 95%,” tulis peneliti Survei Charta Politika, lewat keterangan persnya.

Dalam survei ini, Charta Politika menemukan beberapa temuan menarik. Pertama, pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw unggul di Kota Manado dengan tingkat keterpilihan (58.7%). Cukup jauh berada di atas pesaingnya, pasangan Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (16.5%) dan Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Corneles Mamengko Runtuwene (13.7%). Sementara sebanyak (11.2%) responden menyatakan Tidak Tahu / Tidak Jawab (undecided voters).

Kedua, secara lebih terperinci, pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw terlihat unggul di Kecamatan Bunaken, Malalayang, Manget, Sario, Tikala, Wanea dan Wenang. Sementara Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar terlihat mengimbangi di kecamatan Bunaken Kepulauan dan Singkil. Sedangkan Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Corneles Mamengko Runtuwene mengimbangi Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar di kecamatan Paal Dua dan Tuminting.

Ketiga, Olly Dondokambey-Steven Kandouw unggul mendominasi pemilih laki-laki dan perempuan di Kota Manado. Sementara Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar dan Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Corneles Mamengko Runtuwene cukup bersaing pada pemilih laki-laki dan perempuan.

“Keempat, dari segi usia, pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw juga mengungguli Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar dan Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Corneles Mamengko Runtuwene, dengan dukungan tertinggi dari pemilih usia 17-20 tahun dan pemilih usia 36-50 tahun.”

Menurut pengamat politik Sulut Dr Stefanus Sampe, survei adalah kajian ilmiah. Survei yang ilmiah adalah survei yang dilakukan sesuai dengan metodologi ilmiah dan standar ditetapkan. “Survei itu ibarat timbangan untuk mengukur berat benda. Suatu timbangan kalau kita setting dari angka nol maka kalau ditaruh beban seberat 1 kg, jarumnya akan bergerak menunjuk pada angka satu,” jelas dia.

Tetapi kata dia, kalau timbangan itu disetting dari angka dua dan ditaruh beban 1 kg maka jarumnya bergerak menunjuk angka 3. “Demikian juga dalam survei ilmiah, ditetapkan standar seobjektif dan dilaksanakan dengan metodologi ilmiah supaya hasilnya benar-benar sesuai dengan kenyataan,” jelasnya lagi.

Lebih jauh kata Sampe, melihat hasil survei itu obyektif atau tidak, harus dari metodologi yang digunakan. Termasuk apa populasinya, bagaimana menentukan sampel, bagaimana pengambilan data, bagaimana kuesionernya, bagaimana menganalisa hasilnya, bagaimana menentukan margin error dan sebagainya.

Hasil survei yang dipaparkan oleh suatu lembaga dapat dicek kevalidannya dengan memeriksa metodologi yang dipakai dan standar yang digunakan. “Hasil survei tidak dapat dipastikan valid atau tidak kalau tidak memeriksa metodologi yang dipakai. Justifikasi terhadap suatu hasil survei akan sangat subyektif tanpa mengecek cara survei itu dilakukan,” papar dia.

Di sisi lain, pakar politik lainnya Dr Goinpeace Tumbel menyebut survei memang dilakukan atas dasar ilmiah. Dirinya mengungkap survei sebenarnya hanya pada kurun waktu tertentu, sekira satu dan dua minggu. “Terkait kurun waktu ini memang harus dijelaskan. Karena survei bisa berubah, jika keluar dua minggu sebelum, mungkin saja dua minggu sesudah, hasil akan berbeda,” jelas dia.

Dikatakannya survei akan menyesuaikan dengan perkembangan, misalkan kampanye, sosialisasi, strategi dan komunikasi politik akan menentukan. “Ini yang penting diketahui masyarakat. Karena dengan berubahnya strategi atau sosialisasi yang gencar dilakukan paslon, dapat mengubah hasil survei,” ujarnya.

Dia pun menyampaikan, lembaga survei akan tidak dipercaya masyarakat jika dalam melakukan survei tidak dibarengi dengan kredibilitas. “Ini juga menjadi tantangan bagi lembaga-lembaga survei. Harus kredibel agar tingkat kepercayaan masyarakat meningkat. Lembaga survei ini diikat dengan norma-norma dan pertanggung jawaban kepada masyarakat,” pungkasnya. (cw-01/tom)

Indonesian Observer:

Survei di Kota Manado

Trend Elektabilitas Pertanyaan Tertutup

Olly-Steven 64,9 %

CEP-Sehan 14,9%

VAP-HR 9,4%

 

Jika Pilgub Dilakukan Hari Ini Pertanyaan Terbuka

Olly-Steven 64,4 %

CEP-Sehan14,6 %

VAP-HR 9,2 %

*Sumber: Indonesian Observer November 2020

 

Charta Politika Indonesia:

Seandainya Pilgub dilaksanakan hari ini, pasangan manakah yang akan bapak/ibu/saudara pilih?

Olly-Steven 58,7 %

CEP-Sehan 16,5 %

VAP-HR 13,7 %

TT/TJ 11,2 %

*Sumber: Survei Charta Politika Indonesia 12-17 Oktober

-

Artikel Terbaru

Kapolda Sulut: Saya Harap Anda Betul-betul Siap!

Kapolda Sulut Irjen Pol Panca Putra memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan tugas yang selama ini dilaksanakan oleh personel Polda Sulut dan seluruh jajaran.

Personel Polda Sulut Dibekali Vitamin-APD, Kombes Abast: Upaya Mendukung Suksesnya Pilkada

Menjelang serpas (pergeseran pasukan) pengamanan Pilkada Serentak 2020 ke Polresta dan Polres jajaran, mulai Jum’at (04/12), seluruh personel Polda Sulut yang di-BKO (Bawah Kendali Operasi) mendapatkan bekal APD (Alat Pelindung Diri) serta suplemen multi vitamin.

Kelangkaan LPG Jelang Nataru, ROR: Izin Agen Nakal Dicabut

MANADOPOST.ID--Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, Gas LPG subsidi 3 kilogram sering langkah jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk itu Pemkab Minahasa berupaya melakukan upaya antisipasi menjaga kelangkaan LPG subsidi pemerintah tersebut.

132 CPNS Siap Jalankan Magang

MANADOPOST.ID— Pemerintah Kotamobagu sambut 132 CPNS 2019 yang akan mulai magang di instansi kelulusan mereka.

SNVT Sulut Awasi Program BSPS

MANADOPOST.ID— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Rumah Swadaya, melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mengadakan evaluasi akhir pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), belum lama ini.