25.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Diduga Ulah Aktivitas Tambang PT MSM/TTN, Jalan Likupang-Bitung Putus

Menurutnya, jalan yang putus tersebut menjadi akses jalan utama masyarakat Likupang dan Bitung dari Desa Pinenek ke Kelurahan Pinasungkulan. “Ini ada dugaan PT MSM sehingga longsor. Karena melakukan aktivitas pertambangan yang akhirnya merugikan masyarakat dan lingkungan, sehingga jalan putus,” sindirnya.

 

Diharapkannya, Pemprov memberikan dorongan bahkan desakan kepada pihak terkait maupun BPJN agar bisa bertanggungjawab menuntaskan hal tersebut. Agar akses jalan bisa kembali dilalui masyarakat. “Sebab, ini merugikan perekonomian masyarakat kita. Dan juga diduga ada pengalihan alur sungai yang dilakukan oleh PT MSM,” ujarnya.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Public Relation PT MSM/TTN Inyo Rumondor sendiri enggan berkomentar banyak. Menurut dia, pihaknya berupaya agar tidak ada yang dirugikan akibat bencana alam tersebut. “Kami dengan aparat terkait telah berupaya menyediakan jalur alternatif agar aktivitas masyarakat bisa tetap berjalan,” tandasnya.

 

Senada, Roy Karundeng, Bagian Media dan Humas PT MSM, Selasa (4/1). Menurut Roy, saat longsor, pihak perusahaan dan Pemkot Bitung langsung turun ke lokasi. “Beberapa saat setelah peristiwa, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dan perwakilan dari perusahaan PT MSM langsung turun ke lokasi melihat kondisi longsor,” kelit Roy, dikutip dari MPD.

 

Setelah melakukan koordinasi, PT MSM langsung memberikan akses jalan, kepada masyarakat untuk di lalui. ” Perusahaan langsung memberikan akses jalan kepada masyarakat yang akan melintas di ruas jalan tersebut,” ujar Roy

 

Menurutnya, jalan yang putus tersebut menjadi akses jalan utama masyarakat Likupang dan Bitung dari Desa Pinenek ke Kelurahan Pinasungkulan. “Ini ada dugaan PT MSM sehingga longsor. Karena melakukan aktivitas pertambangan yang akhirnya merugikan masyarakat dan lingkungan, sehingga jalan putus,” sindirnya.

 

Diharapkannya, Pemprov memberikan dorongan bahkan desakan kepada pihak terkait maupun BPJN agar bisa bertanggungjawab menuntaskan hal tersebut. Agar akses jalan bisa kembali dilalui masyarakat. “Sebab, ini merugikan perekonomian masyarakat kita. Dan juga diduga ada pengalihan alur sungai yang dilakukan oleh PT MSM,” ujarnya.

 

Public Relation PT MSM/TTN Inyo Rumondor sendiri enggan berkomentar banyak. Menurut dia, pihaknya berupaya agar tidak ada yang dirugikan akibat bencana alam tersebut. “Kami dengan aparat terkait telah berupaya menyediakan jalur alternatif agar aktivitas masyarakat bisa tetap berjalan,” tandasnya.

 

Senada, Roy Karundeng, Bagian Media dan Humas PT MSM, Selasa (4/1). Menurut Roy, saat longsor, pihak perusahaan dan Pemkot Bitung langsung turun ke lokasi. “Beberapa saat setelah peristiwa, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dan perwakilan dari perusahaan PT MSM langsung turun ke lokasi melihat kondisi longsor,” kelit Roy, dikutip dari MPD.

 

Setelah melakukan koordinasi, PT MSM langsung memberikan akses jalan, kepada masyarakat untuk di lalui. ” Perusahaan langsung memberikan akses jalan kepada masyarakat yang akan melintas di ruas jalan tersebut,” ujar Roy

 

Most Read

Artikel Terbaru

/