alexametrics
26.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Disorot Akibat Jalan Ambruk, Segini Kontribusi CSR Anak Usaha Archi Grup

 


MANADOPOST.ID—
PT Meares Soputan Mining (PT MSM) belakangan menuai sorotan pasca ambruknya jalan penghubung Desa Pinenek, Kecamatan Likupang Timur (Liktim), Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dengan Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.

Namun tak banyak yang tahu, anak perusahaan Archi Grup sudah cukup memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur hingga Sumber Daya Manusia (SDM) di dua daerah tersebut.

Deputy Manager External Relation PT MSM Inyo Rumondor saat dikonfirmasi kemarin, membeber pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) pihaknya sepanjang 2021 diperkirakan mencapai Rp10 miliar. “Soal besaran uang belum bisa kami pastikan nominalnya karena belum selesai pelaporannya. Yang pasti miliaran rupiah digelontorkan untuk program CSR kami,” ungkapnya kepada Manado Post.

Pelaksanaan CSR melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dilakukan berdasarkan kebutuhan di 10 Desa di Liktim, Minut. Dan tiga kelurahan di Ranowulu, Bitung. Kesemuanya berada di seputaran wilayah Tambang Emas Toka Tindung PT MSM/TTN. Pihaknya mengawal proses Musrembang hingga tingkatan provinsi untuk menentukan bentuk kontribusi yang akan dijalankan. “Ditambah dengan masukan dan masyarakat yang disampaikan ke kami, kemudian kami laksanakan program PPM tersebut dengan mengacu pada delapan pilar yang sudah kami tetapkan,” jelasnya.

Dalam delapan pilar di antaranya pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas masyarakat hingga infrastruktur, berbagai sumbangsih dilakukan. “Seperti pemberian beasiswa. Kita sudah angkatan keempat mengirimkan mahasiswa studi ke Tiongkok, ada juga program-program pengembangan masyarakat lainnya,” terang Rumondor.

Dilanjutkan, setiap target CSR yang tidak habis di tahun sebelumnya akan dialokasikan untuk tahun selanjutnya. Terkait kemungkinan penyaluran CSR dilakukan langsung melalui pemerintah, pihaknya juga siap. Sebab, sejak awal proses pelaksanaan CSR PT MSM dan anak usahanya dilaksanakan mengacu pada aturan yahg dibuat pemerintah.

“Ini bentuk komitmen kami terhadap pengembangan sumber daya dan ada dampak positif dari kontrak karya yang kami jalankan, khususnya di sektor pertambangan,” ujarnya.

Di sisi lain, PT MSM memastikan kesigapan berkolaborasi dengan pemerintah dalam menanggulangi kerusakan jalan yang terjadi di Kelurahan Pinasungkulan. Menurutnya, jalur alternatif sudah disiapkan dengan menggunakan lahan milik PT MSM.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemda. Juga dengan Balai Jalan selaku penanggung jawab jalan nasional. Pada prinsipnya perusahaan siap menopang, termasuk apabila harus ada pembuatan jalan baru menggunakan lahan PT MSM,” tuturnya.

Akses jalur dari Desa Pinenek, Kecamatan Liktim, Minut, menuju Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, ambruk akibat tanah longsor.

Sebelumnya, jalur alternatif menuju Kota Bitung dari Kabupaten Minut melalui Desa Pinenek, Kecamatan Liktim, dibuka PT MSM bekerjasama dengan pemerintah dua daerah, Selasa (4/1). Langkah itu diambil menyusul tanah longsor yang mengakibatkan jalur penghubung dua daerah putus.

Berdasarkan pantauan, sebagian badan jalan yang tak terkena dampak tanah longsor tampak retak. Sementara di beberapa titik, ranting pohon bertumbangan di seputaran lokasi. Sementara itu, beberapa petugas gabungan terlihat mengarahkan para pengendara untuk melewati jalur alternatif. Diketahui, kejadian itu disebabkan intesitas curah hujan yang tinggi selang beberapa hari terakhir.

Bupati Minut Joune Ganda (JG) mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov), Selasa (4/1). “Akibat intensitas curah hujan yang tinggi sehingga jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung itu ambruk, Pemprov telah berkoordinasi dengan Balai Jalan karena memang jalan itu merupakan jalan nasional yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara” jelasnya.

Ia mengungkapkan, kalau saat ini jalan tersebut sudah dalam proses perbaikan. “Sekarang sudah ditangani dan proses perbaikan sedang berjalan dibantu juga dari PT MSM/TTN karena akses jalan itu menjadi bagian menuju ke lokasi perusahan,” kata Ganda.

JG menegaskan, pihaknya akan terus memantau perbaikan jalan itu setiap hari. “Sekarang ada pengalihan arus lalu lintas, masyarakat bisa menggunakan jalur alternatif sehingga aktivitas mereka bisa terus dilakukan,” tuturnya.

Wakil Ketua PDI Perjuangan Sulut pun menghimbau masyarakat agar selalu waspada akibat cuaca ekstrim. “Kami telah meminta jajaran agar terus meninjau situasi di semua tempat rawan untuk mencegah situasi yang tidak kita inginkan. Atau meminimalisir dampak bencana,” ungkap dia.

Sementara itu, Anggota DPRD Sulut dari Dapil Minut Bitung Melky Pangemanan mendesak pihak perusahaan yang beroperasi di seputaran lokasi tersebut yakni PT MSM/TTN untuk bertanggung jawab. “Mengingat akses jalan tersebut merupakan jalan utama. Jangan hanya mengejar keuntungan di daerah namun tidak memperhatikan dampak negatif bagi masyarakat kita,” ucap personil Komisi IV DPRD Sulut itu.

Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut juga meminta pemerintah agar memperhatikan persoalan tersebut. Karena menurutnya bila dibiarkan, masalah itu akan berdampak lebih serius.

“Pemerintah harus segera terjun ke lokasi untuk melakukan pemantauan menyeluruh terhadap perusahaan tambang PT MSM yang telah melakukan aktivitasnya. Kenapa ruas jalan itu putus? Menurut laporan yang didapat bahwa terjadinya longsor karena adanya pengalihan alur sungai yang dilakukan MSM, pemerintah harus segera cek jangan sampai bertambah parah,” sorot dia.

Melky bahkan tak segan membawa masalah itu dalam rapat paripurna DPRD Sulut, Selasa (4/1). “Titip salam dari masyarakat yang ada di daerah Likupang dan juga masyarakat Bitung. Kebetulan ini belum terinventarisasi dalam laporan reses kami. Tapi ini aduan yang perlu ditindaklanjuti dengan cepat dan segera,” buka MJP.

Menurutnya, jalan yang putus tersebut menjadi akses jalan utama masyarakat Likupang dan Bitung dari Desa Pinenek ke Kelurahan Pinasungkulan. “Ini ada dugaan PT MSM sehingga longsor. Karena melakukan aktivitas pertambangan yang akhirnya merugikan masyarakat dan lingkungan, sehingga jalan putus,” sindirnya.

Diharapkannya, Pemprov memberikan dorongan bahkan desakan kepada pihak terkait maupun BPJN agar bisa bertanggungjawab menuntaskan hal tersebut. Agar akses jalan bisa kembali dilalui masyarakat. “Sebab, ini merugikan perekonomian masyarakat kita. Dan juga diduga ada pengalihan alur sungai yang dilakukan oleh PT MSM,” tutupnya. (jen)

 


MANADOPOST.ID—
PT Meares Soputan Mining (PT MSM) belakangan menuai sorotan pasca ambruknya jalan penghubung Desa Pinenek, Kecamatan Likupang Timur (Liktim), Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dengan Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.

Namun tak banyak yang tahu, anak perusahaan Archi Grup sudah cukup memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur hingga Sumber Daya Manusia (SDM) di dua daerah tersebut.

Deputy Manager External Relation PT MSM Inyo Rumondor saat dikonfirmasi kemarin, membeber pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) pihaknya sepanjang 2021 diperkirakan mencapai Rp10 miliar. “Soal besaran uang belum bisa kami pastikan nominalnya karena belum selesai pelaporannya. Yang pasti miliaran rupiah digelontorkan untuk program CSR kami,” ungkapnya kepada Manado Post.

Pelaksanaan CSR melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dilakukan berdasarkan kebutuhan di 10 Desa di Liktim, Minut. Dan tiga kelurahan di Ranowulu, Bitung. Kesemuanya berada di seputaran wilayah Tambang Emas Toka Tindung PT MSM/TTN. Pihaknya mengawal proses Musrembang hingga tingkatan provinsi untuk menentukan bentuk kontribusi yang akan dijalankan. “Ditambah dengan masukan dan masyarakat yang disampaikan ke kami, kemudian kami laksanakan program PPM tersebut dengan mengacu pada delapan pilar yang sudah kami tetapkan,” jelasnya.

Dalam delapan pilar di antaranya pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas masyarakat hingga infrastruktur, berbagai sumbangsih dilakukan. “Seperti pemberian beasiswa. Kita sudah angkatan keempat mengirimkan mahasiswa studi ke Tiongkok, ada juga program-program pengembangan masyarakat lainnya,” terang Rumondor.

Dilanjutkan, setiap target CSR yang tidak habis di tahun sebelumnya akan dialokasikan untuk tahun selanjutnya. Terkait kemungkinan penyaluran CSR dilakukan langsung melalui pemerintah, pihaknya juga siap. Sebab, sejak awal proses pelaksanaan CSR PT MSM dan anak usahanya dilaksanakan mengacu pada aturan yahg dibuat pemerintah.

“Ini bentuk komitmen kami terhadap pengembangan sumber daya dan ada dampak positif dari kontrak karya yang kami jalankan, khususnya di sektor pertambangan,” ujarnya.

Di sisi lain, PT MSM memastikan kesigapan berkolaborasi dengan pemerintah dalam menanggulangi kerusakan jalan yang terjadi di Kelurahan Pinasungkulan. Menurutnya, jalur alternatif sudah disiapkan dengan menggunakan lahan milik PT MSM.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemda. Juga dengan Balai Jalan selaku penanggung jawab jalan nasional. Pada prinsipnya perusahaan siap menopang, termasuk apabila harus ada pembuatan jalan baru menggunakan lahan PT MSM,” tuturnya.

Akses jalur dari Desa Pinenek, Kecamatan Liktim, Minut, menuju Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, ambruk akibat tanah longsor.

Sebelumnya, jalur alternatif menuju Kota Bitung dari Kabupaten Minut melalui Desa Pinenek, Kecamatan Liktim, dibuka PT MSM bekerjasama dengan pemerintah dua daerah, Selasa (4/1). Langkah itu diambil menyusul tanah longsor yang mengakibatkan jalur penghubung dua daerah putus.

Berdasarkan pantauan, sebagian badan jalan yang tak terkena dampak tanah longsor tampak retak. Sementara di beberapa titik, ranting pohon bertumbangan di seputaran lokasi. Sementara itu, beberapa petugas gabungan terlihat mengarahkan para pengendara untuk melewati jalur alternatif. Diketahui, kejadian itu disebabkan intesitas curah hujan yang tinggi selang beberapa hari terakhir.

Bupati Minut Joune Ganda (JG) mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov), Selasa (4/1). “Akibat intensitas curah hujan yang tinggi sehingga jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung itu ambruk, Pemprov telah berkoordinasi dengan Balai Jalan karena memang jalan itu merupakan jalan nasional yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara” jelasnya.

Ia mengungkapkan, kalau saat ini jalan tersebut sudah dalam proses perbaikan. “Sekarang sudah ditangani dan proses perbaikan sedang berjalan dibantu juga dari PT MSM/TTN karena akses jalan itu menjadi bagian menuju ke lokasi perusahan,” kata Ganda.

JG menegaskan, pihaknya akan terus memantau perbaikan jalan itu setiap hari. “Sekarang ada pengalihan arus lalu lintas, masyarakat bisa menggunakan jalur alternatif sehingga aktivitas mereka bisa terus dilakukan,” tuturnya.

Wakil Ketua PDI Perjuangan Sulut pun menghimbau masyarakat agar selalu waspada akibat cuaca ekstrim. “Kami telah meminta jajaran agar terus meninjau situasi di semua tempat rawan untuk mencegah situasi yang tidak kita inginkan. Atau meminimalisir dampak bencana,” ungkap dia.

Sementara itu, Anggota DPRD Sulut dari Dapil Minut Bitung Melky Pangemanan mendesak pihak perusahaan yang beroperasi di seputaran lokasi tersebut yakni PT MSM/TTN untuk bertanggung jawab. “Mengingat akses jalan tersebut merupakan jalan utama. Jangan hanya mengejar keuntungan di daerah namun tidak memperhatikan dampak negatif bagi masyarakat kita,” ucap personil Komisi IV DPRD Sulut itu.

Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut juga meminta pemerintah agar memperhatikan persoalan tersebut. Karena menurutnya bila dibiarkan, masalah itu akan berdampak lebih serius.

“Pemerintah harus segera terjun ke lokasi untuk melakukan pemantauan menyeluruh terhadap perusahaan tambang PT MSM yang telah melakukan aktivitasnya. Kenapa ruas jalan itu putus? Menurut laporan yang didapat bahwa terjadinya longsor karena adanya pengalihan alur sungai yang dilakukan MSM, pemerintah harus segera cek jangan sampai bertambah parah,” sorot dia.

Melky bahkan tak segan membawa masalah itu dalam rapat paripurna DPRD Sulut, Selasa (4/1). “Titip salam dari masyarakat yang ada di daerah Likupang dan juga masyarakat Bitung. Kebetulan ini belum terinventarisasi dalam laporan reses kami. Tapi ini aduan yang perlu ditindaklanjuti dengan cepat dan segera,” buka MJP.

Menurutnya, jalan yang putus tersebut menjadi akses jalan utama masyarakat Likupang dan Bitung dari Desa Pinenek ke Kelurahan Pinasungkulan. “Ini ada dugaan PT MSM sehingga longsor. Karena melakukan aktivitas pertambangan yang akhirnya merugikan masyarakat dan lingkungan, sehingga jalan putus,” sindirnya.

Diharapkannya, Pemprov memberikan dorongan bahkan desakan kepada pihak terkait maupun BPJN agar bisa bertanggungjawab menuntaskan hal tersebut. Agar akses jalan bisa kembali dilalui masyarakat. “Sebab, ini merugikan perekonomian masyarakat kita. Dan juga diduga ada pengalihan alur sungai yang dilakukan oleh PT MSM,” tutupnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/