29.9 C
Manado
Jumat, 7 Mei 2021
spot_img

Diduga Terlibat Aksi Terorisme, Tiga Eks Petinggi FPI di Makassar Ditangkap Densus 88

MANADOPOST.ID – Penangkapan Munarman, seakan membuka celah bagi polisi, untuk melakukan perburuan terhadap para terduga teroris lain.

Pasalnya tim Densus 88 Antiteror Polri, kembali melakukan penangkapan tiga terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel)

Ilustrasi penggeledahan markas teroris (Jawa Pos)

Dilansir dari Jawa Pos, Kabidhumas Polda Sulawesi Selatan Kombespol E. Zulpan mengatakan, penangkapan itu merupakan pengembangan dari penangkapan pengacara Rizieq Shihab, Munarman.

“Ketiga orang yang ditangkap berinisial AR, MU, dan AS. Mereka merupakan mantan petinggi ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI),” ujarnya

Meski begitu, Zulpan belum membeberkan kronologi penangkapan tiga terduga teroris tersebut. Belum diketahui pula jabatan pasti ketiga orang itu saat bergabung di FPI.

Densus 88 saat menggeleda bekas markas FPI di Petamburan, Jakarta beberapa waktu lalu (Jawa Pos)

Densus 88 Bongkar Bekas Markas FPI di Makassar

Tim Detasemen Khusus (Desus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama tim Polda Sulsel menggeledah bekas markas organisasi Front Pembela Islam (FPI), di Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sejumlah barang-barang diamankan petugas, seperti satu kardus berwarna cokelat, papan nama, dan sebuah bungkusan plastik warna merah termasuk spanduk bertuliskan logo dan nama FPI.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan saat dikonfirmasi membenarkan adanya penggeledahan di eks Sekretariat FPI Makassar.

Kabidhumas Polda Sulsel Kombespol E. Zulpan

Penggeledahan tersebut berkaitan dengan jaringan peledakan bom bunuh diri dilakukan pasangan suami istri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) lalu.

“Benar, ada penggeledahan. Itu terkait dengan pengembangan bom bunuh diri di Gereja Katedral, serta kelompok kajian di Villa Mutiara Biru atas penangkapan 20 orang di awal tahun ini, termasuk pengakuan beberapa terduga yang sudah ditangkap sebelumnya,” ujar Zulpan seperti dikutip Antara.

Sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga saat penggeledahan bekas markas Front Pembela Islam (FPI) oleh Tim Densus 88 Antiteror, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/5).

Ia menyebut, ada terduga yang mengakui telah dibaiat oleh Munarman, mantan Sekertaris Umum FPI yang ditangkap beberapa waktu lalu, serta pengembangan sejauh mana keterkaitan dan keterlibatan terduga dengan organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah itu.

“Ada pengakuan salah seorang yang ditangkap dari beberapa orang yang sudah diamankan. Itu dibaiat sama Munarman beberapa waktu lalu, serta dikembangkan sejauh mana kaitannya dengan peristiwa bom di Gereja Katedral Makassar,” ujarnya lagi.

Namun, Zulpan enggan merinci apa saja barang yang diamankan saat penggeledahan di bekas Markas FPI di Makassar, sebab semua kewenangan ada pada pihak Densus 88 Antiteror untuk penjelasan lebih lanjut. (tr-01)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru