28 C
Manado
Minggu, 16 Mei 2021
spot_img

Korban Video Viral Bersitegang dengan Oknum TNI: Terima Kasih yang Sudah Bantu Viralkan

MANADOPOST.ID–Kasus video viral yang bikin heboh jagad dunia maya Sulawesi Utara, yang memperlihatkan pengemudi bersitegang dengan oknum anggota TNI AD di Kota Tomohon, telah dituntaskan dengan sistem ‘empat mata’ atau tatap muka. Tak lupa pihak keluarga pun mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu memviralkan peristiwa tersebut.

Perwakilan keluarga, Irene Sinaulan mengatakan, pihaknya telah sepakat bersama pimpinan Rindam XIII/Merdeka dan Kodim 1302/Minahasa. Juga disaksikan unsur POM Kodam, agar penyelesaian kasus tiga oknum Anggota Rindam XIII/Merdeka diselesaikan secara damai namun tidak mengabaikan proses hukum, yang nantinya melilit ketiga terduga pelaku.

“Intinya sudah berdamai, tapi tidak menghilangkan proses hukum yang berlaku bagi ketiga pelaku. Silakan berproses sesuai prosedur yang berlaku. Dan perlu diketahui juga, sebelum proses pembicaraan di Rindam XIII/Merdeka. Dari pihak Kodim juga sudah meminta untuk menghapus video yang saya upload dan viral tersebut. Tapi selebihnya, kami berterima kasih kepada page tersebut, dalam hal ini Lambe Turah Kawanua sehingga kasus ini bisa diblow-up,” ungkap Irene Sinaulan, warga Kelurahan Talete, Kecamatan Tomohon Tengah, ketika diwawancarai, Manado Post, Selasa (4/5) .

Dirinya pun mengakui, asal-muasal video yang kemudian heboh tersebut telah diminta untuk dihapus. Irene bilang, pihaknya tidak serta-merta dan sampai hati jika nantinya, sanksi pemecatan dijatuhkan ketiga oknum Anggota Rindam XIII/Merdeka. Hanya saja, tetap berharap ada sanksi tegas diterapkan, bagi ketiga pelaku nantinya.

“Tidak sampai hati lah kalau sampai dipecat. Kita kan orang Kristen masih punya kasih. Tapi, sekali lagi saya meminta agar perkembangan kasus ini benar-benar ditindaklanjuti secara profesional. Dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tukasnya.

Sementara itu, ketika dicoba untuk dikonfirmasi salah satu perwakilan keluarga lainnya, yang diketahui atas nama Santi Tairas, dengan nomor +62 852-5623-3*** belum bisa dihubungi.

Namun Senin lalu, Santi salah satu korban yang viral akibat ulah oknum TNI saat diwawancarai awak media usai pertemuan, mengatakan sudah ada surat perdamaian yang dibuat. “Ya itu torang so serahkan noh, tadi (Senin 3 Mei) torang so babilang pa admin (Lambe Turah Kawanua OA, red), kalu boleh dihapus. Jadi itu kurang dari admin noh. Karena torang nda berhak mo hapus, karena itu postingan dari dorang toh. Jadi dorang yang musti mo hapus itu. Soalnya dorang yang posting,” katanya saat diwawancarai awak media.

Namun begitu, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada admin tersebut yang sudah mengangkat kasus ini. “Torang dari keluarga noh mengucapkan terima kasih for katu pihak katu dari Lambe Turah (Kawanua OA). Yang sudah dang angka ini kasus. Tadi (Senin) sudah ada pembicaraan, sudah konfirmasi dengan admin,” katanya. “Kan ini so terlanjur naik, mungkin ada orang-orang yang sudah (nonton, red),” tambah Santi. Sambung Irene Sinaulan, bahwa kasus ini memang sudah terlanjur viral. “Ini sudah terlanjur naik. Karena di Lambe Turah itu, yang ada tu berita itu bukan hanya di Lambe Turah (Kawanua OA). Sudah ada di Unfaedah (akun lainnya, red),” tambah Irene yang berada di samping Santi dalam video tersebut.

Di lain tempat, Danrindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Samuel J Aling menyatakan, pihaknya meminta permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Dan memastikan ada tindakan tegas sesuai hukum dan prosedur yang berlaku.

“Mohon maaf atas perbuatan dan tindakan prajurit saya, yang sudah membuat keluarga korban tidak nyaman. Pastinya ada sanksi dan pembinaan, tegas hukuman yang akan diberikan. Ada juga beberapa prajurit yang saya sanksi akibat melanggar aturan, disiplin dan batas-batas yang seharusnya. Malahan ada yang berujung ke pemecatan. Keluarga tidak perlu khawatir, saya jamin ini pasti berproses,” terang Danrindam, sembari berharap kiranya publik meyakini dan percaya proses penegakan hukum, yang telah sementara berproses dipihaknya. Sepenuhnya dilakukan atas dasar keadilan dan kebenaran.(julius/gnr)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru