33.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

ACT Pernah Danai Kelompok Al Qaeda, Disebut Lembaga Radikal Indonesia, Peneliti Ini Beber Bukti 

MANADOPOST.ID – ACT Aksi Cepat Tanggap disebut pernah mendanai kelompok pemberontak Suriah FSA (Free Syirian Army) yang sebagian besar anggotanya adalah kelompok Al Qaeda.

FSA merupakan organisasi oposisi bersenjata yang melakukan operasi di Suriah melawan pemerintahan Bashar Al-Assad.

Hal itu diungkap Peneliti Jaringan Muslim Madani (JMM) Lukman Hakim.

“Ada dugaan dana ACT telah mengalir ke FSA yang sebagian besar anggotanya adalah kelompok Al Qaeda yang merupakan kelompok organisasi terlarang,” ujar Lukman Hakim, Selasa (5/7/2022).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurut Lukman, dari laporan Indiatvnews juga, diduga ACT terlibat pendanaan jaringan Hafiz Saeed yang merupakan salah satu pelaku otak bom Mumbai India.

Selain itu, kata dia, hasil investigasi Indiatvnews menyebut ACT juga disebut terlibat dalam kerusuhan di Bangladesh dan mendirikan kampung Rohingya di Cox’s Bazar Bangladesh.

“ACT sebagai lembaga radikal Indonesia berdasarkan hasil investigasi Indiatvnews karena memberikan bantuan kepada organisasi terlarang di berbagai negara Muslim dunia,” ujarnya.

Lukman Hakim juga menyebut, ACT menghimpun dana zakat, infaq dan sedekah padahal dalan aturan LAZ (Lembaga Amil Zakat) ACT tidak terdaftar dalam LAZ di Baznas sehingga tidak izinkan menghimpun dana tersebut.

MANADOPOST.ID – ACT Aksi Cepat Tanggap disebut pernah mendanai kelompok pemberontak Suriah FSA (Free Syirian Army) yang sebagian besar anggotanya adalah kelompok Al Qaeda.

FSA merupakan organisasi oposisi bersenjata yang melakukan operasi di Suriah melawan pemerintahan Bashar Al-Assad.

Hal itu diungkap Peneliti Jaringan Muslim Madani (JMM) Lukman Hakim.

“Ada dugaan dana ACT telah mengalir ke FSA yang sebagian besar anggotanya adalah kelompok Al Qaeda yang merupakan kelompok organisasi terlarang,” ujar Lukman Hakim, Selasa (5/7/2022).

Menurut Lukman, dari laporan Indiatvnews juga, diduga ACT terlibat pendanaan jaringan Hafiz Saeed yang merupakan salah satu pelaku otak bom Mumbai India.

Selain itu, kata dia, hasil investigasi Indiatvnews menyebut ACT juga disebut terlibat dalam kerusuhan di Bangladesh dan mendirikan kampung Rohingya di Cox’s Bazar Bangladesh.

“ACT sebagai lembaga radikal Indonesia berdasarkan hasil investigasi Indiatvnews karena memberikan bantuan kepada organisasi terlarang di berbagai negara Muslim dunia,” ujarnya.

Lukman Hakim juga menyebut, ACT menghimpun dana zakat, infaq dan sedekah padahal dalan aturan LAZ (Lembaga Amil Zakat) ACT tidak terdaftar dalam LAZ di Baznas sehingga tidak izinkan menghimpun dana tersebut.

Most Read

Artikel Terbaru

/