24.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Kandow Cs Suksesor Greysia Polii di Pelatnas

MANADOPOST.ID— Euforia kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020 masih terasa, termasuk di Sulawesi Utara (Sulut), daerah asal Greysia. Atlet 33 tahun itu, berhasil mempertahankan tradisi pebulutangkis asal Sulut, yang meraih medali di ajang Olimpiade.

Sebelumnya ada Flandy Limpele (medali perunggu Athena 2004) dan Liliyana Natsir (medali emas Rio De Janeiro 2016). Masyarakat bumi Nyiur Melambai pun berharap tradisi itu bisa dilanjutkan pebulutangkis Sulut lainnya. Mengingat usia Greysia sudah tidak muda lagi.

Saat ini, selain Greysia, sejumlah atlet asal Sulut dan berdarah Kawanua menghuni Pelatnas PBSI. Ada Winny Kandow, Ikhsan Rumbay, Zacharia Sumanti, Melani Mamahit, dan Yeremia Rambitan.

Mereka mengaku, kemenangan Greysia/Apriani memacu semangat untuk terus mengukir prestasi, termasuk membidik emas Olimpiade. “Semua atlet di Pelatnas berusaha, berlatih mati-matian untuk bisa berprestasi dan membanggakan Indonesia. Saya ikut senang dan bangga atas medali emas yang Ka Greys raih di Olimpiade. Ka Greys memang pantas dan layak mendapatkan gelar itu,” tutur Winny Kandow, pada Manado Post.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Mantan partner Tontowi Ahmad ini melanjutkan, Greysia menjadi sosok teladan. Selalu memotivasi dan tak pelit ilmu. “Sebelum berangkat ke Olimpiade kebetulan memang sempat ngobrol panjang (dengan Greysia, red). Saya tidak bisa menceritakan, tapi terima kasih buat Ka Greys sudah membantu saya menjadi perempuan yang lebih kuat,” ujar pemain ganda campuran kelahiran Minahasa Selatan ini.

Senada disampaikan sesama pemain ganda campuran lain, Zacharia Sumanti. Menurutnya, ketika bertemu di perkumpulan Kawanua, Liliyana dan Greysia selalu memotivasi mereka. “Merinding waktu nonton. Persiapan dan perjuangan mati-matian mereka berbuah manis. Ini semakin memacu kami, meraih prestasi yang sama seperti mereka. Di 2024 siapa tahu kami yang membawa pulang emas untuk Indonesia. Emas Olimpiade adalah impian semua atlet,” tuturnya.

Ikhsan Rumbay, juga menjadikan raihan Greysia sebagai motivasi.  “Selamat untuk pencapaian Ka Greysia. Pencapaian itu memotivasi kami untuk lebih semangat latihan dan meraih prestasi serupa,” harap pebulutangkis sektor tunggal putra itu.

Ikhsan dan Zacharia, Oktober mendatang akan membawa nama Sulut di PON XX Papua 2021. Dua putra Papakelan ini, berjanji akan mengharumkan nama daerah. Sebelum PON, Ikhsan akan berlaga di Korea Open 2021 Super 500. Sementara Zacharia rencananya berlaga di Taipei Open 2021.(tan)

MANADOPOST.ID— Euforia kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020 masih terasa, termasuk di Sulawesi Utara (Sulut), daerah asal Greysia. Atlet 33 tahun itu, berhasil mempertahankan tradisi pebulutangkis asal Sulut, yang meraih medali di ajang Olimpiade.

Sebelumnya ada Flandy Limpele (medali perunggu Athena 2004) dan Liliyana Natsir (medali emas Rio De Janeiro 2016). Masyarakat bumi Nyiur Melambai pun berharap tradisi itu bisa dilanjutkan pebulutangkis Sulut lainnya. Mengingat usia Greysia sudah tidak muda lagi.

Saat ini, selain Greysia, sejumlah atlet asal Sulut dan berdarah Kawanua menghuni Pelatnas PBSI. Ada Winny Kandow, Ikhsan Rumbay, Zacharia Sumanti, Melani Mamahit, dan Yeremia Rambitan.

Mereka mengaku, kemenangan Greysia/Apriani memacu semangat untuk terus mengukir prestasi, termasuk membidik emas Olimpiade. “Semua atlet di Pelatnas berusaha, berlatih mati-matian untuk bisa berprestasi dan membanggakan Indonesia. Saya ikut senang dan bangga atas medali emas yang Ka Greys raih di Olimpiade. Ka Greys memang pantas dan layak mendapatkan gelar itu,” tutur Winny Kandow, pada Manado Post.

Mantan partner Tontowi Ahmad ini melanjutkan, Greysia menjadi sosok teladan. Selalu memotivasi dan tak pelit ilmu. “Sebelum berangkat ke Olimpiade kebetulan memang sempat ngobrol panjang (dengan Greysia, red). Saya tidak bisa menceritakan, tapi terima kasih buat Ka Greys sudah membantu saya menjadi perempuan yang lebih kuat,” ujar pemain ganda campuran kelahiran Minahasa Selatan ini.

Senada disampaikan sesama pemain ganda campuran lain, Zacharia Sumanti. Menurutnya, ketika bertemu di perkumpulan Kawanua, Liliyana dan Greysia selalu memotivasi mereka. “Merinding waktu nonton. Persiapan dan perjuangan mati-matian mereka berbuah manis. Ini semakin memacu kami, meraih prestasi yang sama seperti mereka. Di 2024 siapa tahu kami yang membawa pulang emas untuk Indonesia. Emas Olimpiade adalah impian semua atlet,” tuturnya.

Ikhsan Rumbay, juga menjadikan raihan Greysia sebagai motivasi.  “Selamat untuk pencapaian Ka Greysia. Pencapaian itu memotivasi kami untuk lebih semangat latihan dan meraih prestasi serupa,” harap pebulutangkis sektor tunggal putra itu.

Ikhsan dan Zacharia, Oktober mendatang akan membawa nama Sulut di PON XX Papua 2021. Dua putra Papakelan ini, berjanji akan mengharumkan nama daerah. Sebelum PON, Ikhsan akan berlaga di Korea Open 2021 Super 500. Sementara Zacharia rencananya berlaga di Taipei Open 2021.(tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/