24.4 C
Manado
Senin, 8 Agustus 2022

Viral Soal Pelayanan Mengecewakan RSUP Kandou, DPRD Sulut Turun Tangan

MANADOPOST.ID—Kembali pelayanan di sejumlah pusat kesehatan di Sulawesi Utara (Sulut) menuai keluhan masyarakat. Apalagi di masa pandemic Covid-19 seperti saat ini. Salah satunya yang cukup viral dibahas adalah mengenai kasus meninggalnya ibu dan bayi.

DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bereaksi. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Careig N Runtu mengatakan, laporan masyarakat terkait kasus ini telah ditindaklanjuti. “Saya menghubungi Pak Direktur untuk klarifikasi masalah ini. Beliau masih dalam masa isolasi mandiri. Jadi saya menghubungi dokter yang in charge,” beber politikus Golkar ini.
Dia melanjutkan, berbagai masalah terkait pelayanan kesehatan dikonfirmasi langsung ke RSUP Kandou.

“Terutama terkait yang viral hari ini di berbagai media sosial. Pengaduan masyarakat mengenai penanganan RSUP Kandou atas pasien ibu melahirkan yang ujungnya ibu serta bayi meninggal dunia,” kata CNR, sapaan akrabnya.

Dia melanjutkan, ini adalah masalah kemanusiaan yang harus mendapat perhatian semua pihak. “Komisi IV akan mengagendakan rapat dengar pendapat bersama RSUP Kandou serta sejumlah rumah sakit yang menjadi objek pengaduan masyarakat,” tegasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

CNR mengurai hasil klarifikasi dia pada Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan dr Hanry Takasenseran, selaku penanggungjawab sementara RSUP Kandou. Di mana pasien, seorang ibu berasal dari RS Walanda Maramis. 1 Agustus, tiba di RSUP Kandou pukul 17.10 dengan rujukan antigen positif. Kata CNR, dari penjelasan rumah sakit, semua pasien yang akan melahirkan, yang terindikasi Covid-19 harus dirujuk ke RSUP Kandou.

Tim dokter yang menerima, cukup lama membujuk ibu untuk diperiksa. Langsung masuk area isolasi dengan penanganan kandungan. Ketika diperiksa detak jantung janin sudah tidak ada. Diagnosanya ibu hamil dengan janin sudah meninggal dalam kandungan.

Karena janin sudah meninggal, direncanakan lahir normal. Dokter mempersiapkan kelahiran biasa dengan diberikan rangsangan untuk kontraksi agar janin bisa lahir. Terkait fasilitas ruangan yang panas, diakui dokter Takasinakeng. Dimana ruangan tersebut AC-nya rusak. Dan memang cukup panas di situ. Penanganan ada infus dan melahirkan subuh karena dirangsang rahimnya.

“Pelayanan di RSUP Kandou sudah banyak keluhan. Saya mendesak pelayanan harus dibenahi karena ini terkait nyawa manusia. Kita memang harus berterima kasih pada tenaga kesehatan yang tetap bekerja di masa pandemi sekarang. Tapi tak boleh lengah atas penanganan pasien dengan penyakit yang lain. Kita akan jadwalkan RDP dengan Komisi IV,” tandas CNR.(gel)

MANADOPOST.ID—Kembali pelayanan di sejumlah pusat kesehatan di Sulawesi Utara (Sulut) menuai keluhan masyarakat. Apalagi di masa pandemic Covid-19 seperti saat ini. Salah satunya yang cukup viral dibahas adalah mengenai kasus meninggalnya ibu dan bayi.

DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bereaksi. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Careig N Runtu mengatakan, laporan masyarakat terkait kasus ini telah ditindaklanjuti. “Saya menghubungi Pak Direktur untuk klarifikasi masalah ini. Beliau masih dalam masa isolasi mandiri. Jadi saya menghubungi dokter yang in charge,” beber politikus Golkar ini.
Dia melanjutkan, berbagai masalah terkait pelayanan kesehatan dikonfirmasi langsung ke RSUP Kandou.

“Terutama terkait yang viral hari ini di berbagai media sosial. Pengaduan masyarakat mengenai penanganan RSUP Kandou atas pasien ibu melahirkan yang ujungnya ibu serta bayi meninggal dunia,” kata CNR, sapaan akrabnya.

Dia melanjutkan, ini adalah masalah kemanusiaan yang harus mendapat perhatian semua pihak. “Komisi IV akan mengagendakan rapat dengar pendapat bersama RSUP Kandou serta sejumlah rumah sakit yang menjadi objek pengaduan masyarakat,” tegasnya.

CNR mengurai hasil klarifikasi dia pada Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan dr Hanry Takasenseran, selaku penanggungjawab sementara RSUP Kandou. Di mana pasien, seorang ibu berasal dari RS Walanda Maramis. 1 Agustus, tiba di RSUP Kandou pukul 17.10 dengan rujukan antigen positif. Kata CNR, dari penjelasan rumah sakit, semua pasien yang akan melahirkan, yang terindikasi Covid-19 harus dirujuk ke RSUP Kandou.

Tim dokter yang menerima, cukup lama membujuk ibu untuk diperiksa. Langsung masuk area isolasi dengan penanganan kandungan. Ketika diperiksa detak jantung janin sudah tidak ada. Diagnosanya ibu hamil dengan janin sudah meninggal dalam kandungan.

Karena janin sudah meninggal, direncanakan lahir normal. Dokter mempersiapkan kelahiran biasa dengan diberikan rangsangan untuk kontraksi agar janin bisa lahir. Terkait fasilitas ruangan yang panas, diakui dokter Takasinakeng. Dimana ruangan tersebut AC-nya rusak. Dan memang cukup panas di situ. Penanganan ada infus dan melahirkan subuh karena dirangsang rahimnya.

“Pelayanan di RSUP Kandou sudah banyak keluhan. Saya mendesak pelayanan harus dibenahi karena ini terkait nyawa manusia. Kita memang harus berterima kasih pada tenaga kesehatan yang tetap bekerja di masa pandemi sekarang. Tapi tak boleh lengah atas penanganan pasien dengan penyakit yang lain. Kita akan jadwalkan RDP dengan Komisi IV,” tandas CNR.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/