alexametrics
29.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

1.500 Nakes Prioritas Divaksin

MANADOPOST.ID—Para tenaga kesehatan lMinahasa Utara (Minut), akan menjadi sasaran divaksin di kloter perdana.

Ini sesuai rencana pemerintah pusat yang akan secara bertahap mendistribusikan vaksin sinovac untuk mencegah penyebaran Covid-19 Kepala Dinas Kesehatan Minut dr Alain Beyah mengatakan, dari 15 ribu vaksin yang dikirim ke Sulawesi Utara (Sulut), Minut kebagian kuota 1.500 penerima vaksin sinovac.

“Sasaran pemberian vaksin ini, adalah tenaga kesehatan maupun honorer yang menangani langsung penanganan Covid-19, baik dokter, perawat, supir ambulance hingga petugas kebersihan di rumah sakit,” ujarnya.

Alain mengatakan, untuk penerima vaksin diberikan berdasarkan data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang sudah didaftar secara online.

“Untuk proses vaksinasi sendiri, kita tetap menunggu arahan dari pemerintah pusat, sebab sesuai jadwal waktu pelaksanaan vaksinasi akan dimulai pada tanggal 14 Januari, serentak seluruh Indonesia,” jelas dia.

Sementara, terpantau update data Satgas Covid-19 Selasa (5/1) malam, dari 10 Kecamatan di Minut, Airmadidi menjadi daerah dengan kasus kematian terbanyak, yakni delapan kasus diikuti Kalawat enam, Dimembe enam, Talawaan lima, Kauditan tiga, Kema satu, Wori satu dan Liktim satu

Alain menerangkan, memang sejauh ini sudah ada total 31 orang yang meninggal akibat Covid-19, yang telah tersebar di delapan kecamatan.

“Sedangkan ada dua kecamatan yang tidak ada pasien meninggal akibat Covid-19 yakni di Likupang Selatan dan Likupang Barat,” ujarnya. Ia mengatakan meski kasus meninggal akibat Covid-19 di Minut rendah, namun diharapkan masyarakat tetap waspada dan selalu mengikuti anjuran dan aturan pemerintah untuk menekan penularan dan penyebaran wabah Covid-19.

“Apalagi saat ini Minut berstatus zona merah atau beresiko tinggi penyebaran Covid-19, sehingga penerapan protokoler kesehatan dalam setiap aktivitas diwajibkan,” ujarnya.

Dia pun mengajak masyarakat, untuk selalu menerapkan gerakan 3 M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan teratur dan menjaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (jen)

MANADOPOST.ID—Para tenaga kesehatan lMinahasa Utara (Minut), akan menjadi sasaran divaksin di kloter perdana.

Ini sesuai rencana pemerintah pusat yang akan secara bertahap mendistribusikan vaksin sinovac untuk mencegah penyebaran Covid-19 Kepala Dinas Kesehatan Minut dr Alain Beyah mengatakan, dari 15 ribu vaksin yang dikirim ke Sulawesi Utara (Sulut), Minut kebagian kuota 1.500 penerima vaksin sinovac.

“Sasaran pemberian vaksin ini, adalah tenaga kesehatan maupun honorer yang menangani langsung penanganan Covid-19, baik dokter, perawat, supir ambulance hingga petugas kebersihan di rumah sakit,” ujarnya.

Alain mengatakan, untuk penerima vaksin diberikan berdasarkan data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang sudah didaftar secara online.

“Untuk proses vaksinasi sendiri, kita tetap menunggu arahan dari pemerintah pusat, sebab sesuai jadwal waktu pelaksanaan vaksinasi akan dimulai pada tanggal 14 Januari, serentak seluruh Indonesia,” jelas dia.

Sementara, terpantau update data Satgas Covid-19 Selasa (5/1) malam, dari 10 Kecamatan di Minut, Airmadidi menjadi daerah dengan kasus kematian terbanyak, yakni delapan kasus diikuti Kalawat enam, Dimembe enam, Talawaan lima, Kauditan tiga, Kema satu, Wori satu dan Liktim satu

Alain menerangkan, memang sejauh ini sudah ada total 31 orang yang meninggal akibat Covid-19, yang telah tersebar di delapan kecamatan.

“Sedangkan ada dua kecamatan yang tidak ada pasien meninggal akibat Covid-19 yakni di Likupang Selatan dan Likupang Barat,” ujarnya. Ia mengatakan meski kasus meninggal akibat Covid-19 di Minut rendah, namun diharapkan masyarakat tetap waspada dan selalu mengikuti anjuran dan aturan pemerintah untuk menekan penularan dan penyebaran wabah Covid-19.

“Apalagi saat ini Minut berstatus zona merah atau beresiko tinggi penyebaran Covid-19, sehingga penerapan protokoler kesehatan dalam setiap aktivitas diwajibkan,” ujarnya.

Dia pun mengajak masyarakat, untuk selalu menerapkan gerakan 3 M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan teratur dan menjaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/