32C
Manado
Kamis, 15 April 2021

Dua Penambang Tertimbun di Lokasi Tambang SEJ

MANADOPOST.ID—Akibat hujan, dua warga Desa Picuan, Kecamatan Motoling Timur yang bekerja sebagai penambang tertimpa bencana. Keduanya terjebak longsoran material batu dan tanah di lokasi pertambangan PT SEJ, Jumat (5/3).

Informasi dirangkum, peristiwa longsor tersebut terjadi pukul 04.00 WITA akibat kondisi cuaca yang hujan deras melanda wilayah tersebut. Upaya penyelamatan dan evakuasi dilakukan baik oleh sesama penambang, pemerintah setempat, aparat kepolisian dan TNI maupun pihak PT SEJ.

Salah satu penambang berinisial HT berhasil menyelamatkan diri, meskipun dia mengalami luka pada bagian kepala dan patah tulang. Ia pun menyampaikan kejadian tersebut pada Security PT SEJ dan dilarikan ke RS Kalooran Amurang menggunakan mobil ambulance perusahaan.

Sementara penambang satunya berinisial FL, masih terperangkap dalam lubang tambang. Mendapat informasi bahwa masih ada satu penambang dalam lubang, masyarakat dan pemerintah Desa Picuan dipimpin Camat Motoling Timur Ifke Pondaag bersama aparat Polri dan TNI langsung menuju lokasi kejadian.

“Dengan berbagai upaya yang dilakukan, mereka pun berhasil mengevakuasi FL yang tertimbun dalam lubang sekira pukul 08.15 Wita. FL ditemukan dalam keadaan lemas dan langsung kita bawa ke RS Kalooran Amurang,” ungkap Camat Pondaag.

Diketahui aktivitas penambang rakyat di lokasi PT SEJ sudah berlangsung cukup lama. Atas peristiwa ini, Camat meminta agar para penambang rakyat untuk sementara menghentikan aktivitas pertambangan, mengingat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Pondaag juga meminta agar pihak PT SEJ turut membantu menangani kedua korban HT dan FL yang sedang menjalani perawatan di RS Kalooran Amurang.

“Sedangkan terkait lokasi pertambangan rakyat yang masuk wilayah PT SEJ, diharapkan perusahaan memberikan kesempatan bagi para penambang untuk tetap melakukan aktivitas penambangan nanti. Karena banyak masyarakat bergantung pada pekerjaan ini,” tukasnya.

Kepala KTT Gali, berjanji akan menyampaikan permohonan pihak pemerintah setempat pada pimpinan perusahaan. “Silahkan buat surat permohonan dari desa dan diketahui oleh Camat sendiri, agar saya memberikan laporan ke atasan dengan bukti permohonan,” kata Gali yang baru saja menggantikan Wendy sebagai KTT.

Terpisah Hukum Tua Desa Picuan Royke Kesek menambahkan PT SEJ seharusnya bersikap transparan terkait batas wilayah. “Mana yang menjadi lahan yang sudah terbayar dan di mana lahan yang belum terbayar agar masyarakat boleh melakukan aktivitas menambang tanpa ada rasa ketakutan,” pungkasnya.(rgm/gel)

Artikel Terbaru