30.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Hapus Stigma Miring Swab Tes, Dinkes Jamin Hasil Tak Tertukar

MANADOPOST.ID—Stigma masyarakat yang menganggap hasil swab tes berpotensi direkayasa, diminta dibuang jauh-jauh. Semangat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran pandemi, harus dikedepankan.

Diungkapkan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Jusak Pandeirot, masyarakat diajak untuk berani melakukan swab tes, yang notabene seluruh biaya ditanggung pemerintah.

“Saya tegaskan di sini, tidak ada rekayasa soal hasil swab tes. Jangan sampai ada anggapan negatif seperti itu. Saya percaya dan meyakini teman-teman di Dinkes sudah bekerja semaksimal mungkin. Ini soal status kesehatan seseorang. Sangat tidak mungkin direkayasa,” jamin Pandeirot, Rabu (5/8) kemarin.

Dirinya melanjutkan, penanganan pandemi tak bisa berjalan optimal. Jika tidak ada kerja sama dari seluruh masyarakat. Menjalankan imbauan protokol kesehatan, wajib dilakukan warga secara disiplin.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Di SKPD saja yang sudah menerapkan secara ketat, tak lepas dari wabah ini. Apalagi masyarakat di luar, yang sering berada atau berinteraksi di tempat publik. Makanya pemberlakuan protokol kesehatan secara disiplin wajib dilakukan,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tomohon Ellen Timmermen menyatakan, keabsahan hasil swab tes seluruh masyarakat di Kota Bunga terjamin.

“Tidak tendensi atau kecerobohan staf Dinkes untuk melakukan kesengajaan, menyabotase hasil pemeriksaan swab tes masyarakat. Kami bekerja sesuai prosedur dan ketentuan. Bahkan, sarung tangan diganti usai melakukan pengambilan sampel. Tidak benar jika ada hal-hal yang menyebut, kalau prosedur pengambilan sampel itu tak sesuai protokol,” beber Ellen.

Pihaknya, pun saat ini tengah menunggu ratusan sampel swab tes, yang telah dilakukan beberapa hari belakangan. Permintaan pelaksanaan swab tes pun sangat diharapkan pihaknya. Guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kota Sejuk.

“Sampai dengan hari ini, ada kurang lebih ratusan sampel tes yang sedang menunggu hasil. Kemungkinan untuk tertukar hasil sangat kecil, karena pengepakan hasil dikawal langsung oleh staf, diteliti sesuai spesimen dan formulir sampel,” terang dia.

Pihaknya berharap dengan hadirnya fasilitas kesehatan lebih khusus Laboratorium PCR guna mempercepat pemeriksaan sampel.

“Sudah kita ajukan ke Pemprov Sulut, untuk meminta Laboratorium PCR Mobile. Kalau tidak ada halangan, minggu depan sudah datang. Ada rencana juga untuk swab massal nantinya. Karena secara kumulatif, yang baru melakukan swab itu baru 3.000-an. Masih banyak yang harus di-swab sebenarnya. Karenanya kami berharap kerja sama dan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” tutup Ellen.(yol/gel)

MANADOPOST.ID—Stigma masyarakat yang menganggap hasil swab tes berpotensi direkayasa, diminta dibuang jauh-jauh. Semangat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran pandemi, harus dikedepankan.

Diungkapkan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Jusak Pandeirot, masyarakat diajak untuk berani melakukan swab tes, yang notabene seluruh biaya ditanggung pemerintah.

“Saya tegaskan di sini, tidak ada rekayasa soal hasil swab tes. Jangan sampai ada anggapan negatif seperti itu. Saya percaya dan meyakini teman-teman di Dinkes sudah bekerja semaksimal mungkin. Ini soal status kesehatan seseorang. Sangat tidak mungkin direkayasa,” jamin Pandeirot, Rabu (5/8) kemarin.

Dirinya melanjutkan, penanganan pandemi tak bisa berjalan optimal. Jika tidak ada kerja sama dari seluruh masyarakat. Menjalankan imbauan protokol kesehatan, wajib dilakukan warga secara disiplin.

“Di SKPD saja yang sudah menerapkan secara ketat, tak lepas dari wabah ini. Apalagi masyarakat di luar, yang sering berada atau berinteraksi di tempat publik. Makanya pemberlakuan protokol kesehatan secara disiplin wajib dilakukan,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tomohon Ellen Timmermen menyatakan, keabsahan hasil swab tes seluruh masyarakat di Kota Bunga terjamin.

“Tidak tendensi atau kecerobohan staf Dinkes untuk melakukan kesengajaan, menyabotase hasil pemeriksaan swab tes masyarakat. Kami bekerja sesuai prosedur dan ketentuan. Bahkan, sarung tangan diganti usai melakukan pengambilan sampel. Tidak benar jika ada hal-hal yang menyebut, kalau prosedur pengambilan sampel itu tak sesuai protokol,” beber Ellen.

Pihaknya, pun saat ini tengah menunggu ratusan sampel swab tes, yang telah dilakukan beberapa hari belakangan. Permintaan pelaksanaan swab tes pun sangat diharapkan pihaknya. Guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kota Sejuk.

“Sampai dengan hari ini, ada kurang lebih ratusan sampel tes yang sedang menunggu hasil. Kemungkinan untuk tertukar hasil sangat kecil, karena pengepakan hasil dikawal langsung oleh staf, diteliti sesuai spesimen dan formulir sampel,” terang dia.

Pihaknya berharap dengan hadirnya fasilitas kesehatan lebih khusus Laboratorium PCR guna mempercepat pemeriksaan sampel.

“Sudah kita ajukan ke Pemprov Sulut, untuk meminta Laboratorium PCR Mobile. Kalau tidak ada halangan, minggu depan sudah datang. Ada rencana juga untuk swab massal nantinya. Karena secara kumulatif, yang baru melakukan swab itu baru 3.000-an. Masih banyak yang harus di-swab sebenarnya. Karenanya kami berharap kerja sama dan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” tutup Ellen.(yol/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/