32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

OD-SK Hebat, di Tengah Pandemi Covid-19, Ekonomi Sulut Tumbuh 8,49 Persen

MANADOPOST. ID—- Di tengah pandemi Covid-19, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah komando Gubernur Olly Dondokambey SE dan Steven Kandouw, berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi (PE) yang signifikan dengan persentase 8,49 persen (year on year) . Lebih tinggi dari nasional yang hanya di angka 7,07 persen.

Hebatnya lagi, dari 17 lapangan usaha, 16 mengalami pertumbuhan positif. Hanya satu yang negatif. Yakni Real Estate di angka -1,08 persen. Persentase ini tentu menggemberikan dibandingkan triwulan pertama 2021, dimana terdapat beberapa lapangan usaha yang masih mengalami kontraksi (lihat grafis).

Data ini sesuai rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Kamis (5/8) kemarin.

Kepala BPS Sulut Asim Saputra menjelaskan, pertumbuhan paling signifikan dialami oleh lapangan usaha Penyediaan akomodasi dan makan minum, yakni sebesar 70,62 persen.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yakni sebesar 14,76 persen.

Asim menjelaskan, PE Sulut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan II-2021 mencapai Rp 34,77 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 22,46 triliun.

“Pada triwulan ini, sebagian besar lapangan usaha kembali tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, yakni sebesar 21,51 persen,” jelasnya.

Sementara dari sisi Pengeluaran, Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 29,58 persen.

Struktur ekonomi Sulut triwulan II-2021 didominasi oleh lima lapangan usaha berturut-turut yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan 20,87 persen; perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor 13,26 persen; konstruksi 11,88 persen; Industri pengolahan 9,97 persen; dan transportasi dan pergudangan 8,62 persen.

Kemudian dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 41,77 persen, kemudian pembentukan modal tetap domestik bruto sebesar 33,87 persen, serta ekspor barang dan jasa sebesar 26,42 persen.

Simak ulasan PE triwulan II 2021 di Manado Post cetak edisi Sabtu (7/8) esok.

(ayu) 

MANADOPOST. ID—- Di tengah pandemi Covid-19, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah komando Gubernur Olly Dondokambey SE dan Steven Kandouw, berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi (PE) yang signifikan dengan persentase 8,49 persen (year on year) . Lebih tinggi dari nasional yang hanya di angka 7,07 persen.

Hebatnya lagi, dari 17 lapangan usaha, 16 mengalami pertumbuhan positif. Hanya satu yang negatif. Yakni Real Estate di angka -1,08 persen. Persentase ini tentu menggemberikan dibandingkan triwulan pertama 2021, dimana terdapat beberapa lapangan usaha yang masih mengalami kontraksi (lihat grafis).

Data ini sesuai rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Kamis (5/8) kemarin.

Kepala BPS Sulut Asim Saputra menjelaskan, pertumbuhan paling signifikan dialami oleh lapangan usaha Penyediaan akomodasi dan makan minum, yakni sebesar 70,62 persen.

Sementara, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yakni sebesar 14,76 persen.

Asim menjelaskan, PE Sulut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan II-2021 mencapai Rp 34,77 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 22,46 triliun.

“Pada triwulan ini, sebagian besar lapangan usaha kembali tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, yakni sebesar 21,51 persen,” jelasnya.

Sementara dari sisi Pengeluaran, Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 29,58 persen.

Struktur ekonomi Sulut triwulan II-2021 didominasi oleh lima lapangan usaha berturut-turut yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan 20,87 persen; perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor 13,26 persen; konstruksi 11,88 persen; Industri pengolahan 9,97 persen; dan transportasi dan pergudangan 8,62 persen.

Kemudian dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 41,77 persen, kemudian pembentukan modal tetap domestik bruto sebesar 33,87 persen, serta ekspor barang dan jasa sebesar 26,42 persen.

Simak ulasan PE triwulan II 2021 di Manado Post cetak edisi Sabtu (7/8) esok.

(ayu) 

Most Read

Artikel Terbaru

/