26.6 C
Manado
Jumat, 30 Oktober 2020

Selamatkan Ekonomi Sulut Dari Hantaman Covid-19

OD-SK Bawa Pertanian-Perikanan Sulut Tembus Pasaran Dunia

MANADOPOST.ID—Kehebatan seorang pemimpin diukur dari kemampuan menghadapi tekanan dan hantaman. Apalagi jika mampu menjadikan permasalahan sebagai peluang untuk kemajuan. Hal itu yang dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE – Drs Steven Kandouw (OD-SK).

Hantaman badai Covid-19 yang menghancurkan multisector, tidak membuat OD-SK pasrah. OD-SK justeru jadikan pergumulan ini sebagai ujian. Terobosan dan gebrakan harus dilakukan demi rakyat. Jika tinggal diam, rakyat terancam kesulitan. Seluruh dunia menghadapi ancaman resesi akibat Covid-19. Tapi bagi OD-SK, Sulawesi Utara harus selamat. Selamat dari ancaman virus maupun ancaan resesi ekonomi.

Pemimpin terbaik dari PDI-Perjuangan ini mensiasati pandemi dengan berbagai terobosan. Salah satu gebrakannya yakni ekspor komoditi andalan menyasar pasar Jepang. OD-SK tahu betul bahwa pertanian dan perikanan adalah penopang (fondasi) ekonomi Sulut. 60 persen penduduk Sulut menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan perikanan. Dua dari tiga penduduk Sulut adalah petani dan nelayan.

Rabu 24 September lalu, Sulut berhasil ekspor dengan penerbangan langsung (direct call) menggunakan pesawat Garuda dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke Bandara Narita, Jepang. Pertama kali dalam sejarah ekspor langsung ini, dilepas langsung oleh Gubernur Olly Dondokambey.

Penerbangan kargo pertama itu pun menjadi kado istimewa di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Provinsi Sulawesi Utara. ”Saya mendapat kabar kalau penerbangan kedua tadi malam sudah mengangkut rempah dan ikan nila. Ini sangat baik dan menjanjikan untuk petani kita. Kita memang tidak menyerah saat pandemi dan terus menggenjot ekspor,” kata Olly Dondokambey yang kini menjalani cuti, Kamis (1/10) lalu.

Setelah komoditas Ikan tuna, ternyata produk rempah-rempah sebagai kekayaan alam khas nusantara mulai mendapat permintaan dari Jepang (lihat grafis, red). “Ya memang Kita lanjut terus. Dan kali ini lebih menjanjikan karena sudah masuk ke komoditas lain yakni ikan nila dan rempah. Sejak dilaunching pak Gubernur Olly minggu lalu, ternyata animo makin besar memanfaatkan penerbangan langsung ini,” kata Kadis Kelautan dan Perikanan Tineke Adam.

Tineke menjelaskan, ekspor kali ini mencapai total 13, 572 ton yang umumnya adalah ikan tuna. Menariknya, dari sample 100 kilogram ikan nila pada pengiriman pertama kini melonjak menjadi 200 kilogram dan diharapkan akan terus naik.

Tineke menjelaskan, ekspor dengan penerbangan langsung dari Manado ke Jepang ini membuka lembaran kemajuan baru bagi perekonomian Sulut. Sebab aneka komoditas unggulan daerah bisa diserap di pasar internasional, khususnya Jepang.

“Dorongan kuat pak Olly, agar semua komoditas pertanian dan perikanan agar dapat diterima di pasar Jepang. Kami berupaya dorong dan fasilitasi para eksportir kita,” jelasnya
Dalam daftar ekspor langsung dari Sulut ke Jepang itu, ada Ikan Tuna, Lobster 20 Kg dan Nila 200 Kg dengan total 6.144 Ton, serta sampel Pertanian 90 Kg. “Ada tambahan yang lain juga khusus Nila beku yang bertambah. Kalau minggu lalu baru 100 kg, sekarang permintaannya sudah naik,” lanjutnya.

Salah satu eksportir, Flory Sumerah, berterima kasih atas terobosan direct call ekspor ini. Apalagi terobosan ini dilakukan di tengah pandemi, sehingga membuka peluang bagi eksportir seperti dirinya untuk tetap bertahan dan bahkan mendapatkan peluang baru dari kegiatan ekspor ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw karena sudah menciptakan iklim berbisnis yang sangat baik, sehingga peluang usaha terbuka dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarkat,” tutur Flory yang dikenal pemilik usaha CV Rengas Jaya.

Harapan sama datang dari Raifel Wowiling, petani nila di Kawiley Kec. Kauditan, Minahasa Utara. Sebagai petani nila dirinya merasa senang karena ada harapan di tengah situasi pandemi ini. “Selama pandemi ini kami dilema, karena ikan nila harus diberi makan terus, namun sulit dipasarkan karena harganya murah. Dengan adanya peluang ekspor ini, kami tentu sangat berterima kasih ke bapak Gubernur Olly yang sudah mendengarkan jeritan hati kami,” tutur Raifel.

Diketahui ekspor komoditi unggulan Sulut sebumnya juga telah dilakukan lewat jalur laut. Terakhir ekspor komoditas pertanian dan perkebunan dilakukan Olly Dondokambey pada Agustus lalu, yang langsung mengekspor komoditi pertanian mulai dari rempah pala biji, cengkih, kelapa parut, minyak kelapa, santan kelapa dan bunga pala, sebanyak 3.766 ton ke 15 Negara dengan total 47,8 miliar.

Kedepan diketahui Pemprov Sulut dibawah komando Olly-Steven menargetkan eskpor produk unggulan Sulut lainnya ke berbagai negara.

Sementara itu, Kakanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Wilayah Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) Dr Cerah Bangun menuturkan, direct call ekspor ini sangat membantu kegiatan ekspor yang memang selama ink sering terkendala. Dia mengakui, sebelum adanya direct call ekspor, ada banyak keluhan dari para eksportir. Mulai dari tingginya biaya logistik yang disebabkan amanya perjalanan barang ekspor ke Jepang, yakni 24-30 jam. Kualitas barang yang menurun yang disebabkan karena lamanya waktu perjalanan dan adanya kegiatan transit. Adanya ketidakpastian slot kargo barang ekspor sehingga menyebabkan seringnya pembatalan PEB.

“Sehingga terebosan Pemprov dalam membuka penerbangan Manado-Tokyo memiliki potensi yang baik. Karena secara geografis, letak Manado sebenarnya lebih dekat dengan Jepang dibandingkan dengan jarak Jakarta / Bali dengan Jepang sehingga perjalanan barang ekspor menjadi terlihat bolak-balik di atas kota Manado,” jelasnya.

Dia pun menekankan, setelah ada direct call ekspor, akan banyak keuntungan yang akan didapatkan. Antara lain, rendahnya biaya logistik. Dia membeber, berdasarkan informasi dari para eksportir harga freight sebelum direct call rata-rata sebesar Rp46.000 per kilogram, sedangkan harga freight berdasarkan data PEB rata-rata sekitar Rp29.000 per kilogram sehingga terdapat selisih harga barang yang cukup signifikan yang disebabkan karena adanya biaya lain-lain seperti biaya agen, biaya pengurusan dokumen, dan lain-lain.

“Setelah direct call harga freight sebesar Rp21.750 per kilogram dengan cara mengurus sendiri dengan pihak Maskapai Garuda. Dengan demikian penghematan bisa mencapai antara 35 -50 persen. Penghematan lain yang terjadi karena adanya pelatihan kelas ekspor yang diadakan oleh Kantor Bea Cukai sehingga eksportir dapat mengurus sendiri dokumen PEBnya, tidak melalui PPJK lagi,” katanya, sembari berharap, penerbangan ini bisa terus konsisten dan memperlancar kegiatan ekspor Sulut. “Direct call export ini memberikan berbagai manfaat, yakni waktu tempuh yang hanya 5,5 -6 jam, turunnya biaya logistic sekitar 50 persen, terjaminnya kualitas barang export dan akan menaikan harga jual serta adanya kepastian Slot kargo,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT Garuda Indonesia diwakili CEO Regional Kalimatan, Sulawesi, Maluku dan Papua Aryo Wijoseno, mengatakan sebagai maskapai penerbangan pembawa bendera negara Indonesia, Garuda Indonesia berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam hal mengembangkan perekonomian nasional yang kami wujudkan melalui peningkatan konektivitas dan pengembangan jaringan penerbangan baik domestik maupun internasional.

“Peresmian penerbangan Manado – Narita yang merupakan rute baru khusus kargo sebagai upaya mendukung dan pengembangan ekspor khususnya marine product dari Indonesia Timur. Potensi market dari Manado sangat beragam dan kami yakini memiliki prospek yang menjanjikan kedepanya. Selain itu juga, ada komunitas lain yang berpotensi untuk diekspor yakni produk pertanian, berupa buah-buahan dan rempah-rempah khas Indonesia seperti pala, cengkeh dan lainnya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pesawat yang digunakan pada rute ini adalah Airbus 330-200 dengan jadwal setiap hari Rabu setiap minggunya. Jadwal keberangkatan pukul 17.00 dari Jakarta kemudian tiba di Manado pukul 21.30 dan berangkat menuju Narita pukul 23.40 dan tiba di Narita pukul 06.30 waktu setempat.

“Selain rute menuju Narita, Garuda Indonesia juga membuka rute-rute khusus baik domestik maupun internasional, diantaranya Makassar, Manado, Surabaya, dan Medan. Kemudian untuk rute Internasional, yakni Tiongkok dan Jepang. Rute-rute penerbangan ini dibuka khusus untuk kargo baik domestik maupun internasional,” tukasnya.

Dengan terbukanya pasar Jepang dan kemungkinan ke depan pasar China dan negara lain di Pasifik, masyarakat Sulut harus rajin bercocok tanam. Jangan hanya tanam bunga. Tapi tanam juga tanaman yang punya nilai ekspor. Harapan ke depan, Sulut tidak ada lagi lahan tidur. Kecuali rakyatnya yang tidur. Kalau kesusahan, jangan lagi salahkan pemimpin. (cw-01/ayu/tom)

-

Artikel Terbaru

Limpahkan Kasus ASN `Nakal` ke KASN

MANADOPOST.ID---Kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN Kotamobagu berinisial SA, segera dilimpahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Bocah 7 Tahun Asal Mitra Ditetapkan Kasus Suspek

MANADOPOST.ID—Bocah laki-laki 7 Tahun asal Kecamatan Tombatu Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ditetapkan kasus suspek terbaru, berdasarkan data Satgas Covid-19 Mitra, Kamis (29/10) kemarin.

Polres Minsel Ciduk Lima Tersangka Togel

MANADOPOST.ID—Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal Polres Minahasa Selatan (Minsel), mengamankan lima tersangka kasus judi togel yang beroperasi di Kecamatan Tumpaan dan Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel.

Pantai Malalayang Jadi TPS Sementara

MANADOPOST.ID---Kelurahan Malalayang Satu dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara. Pantauan Manado Post, sampah dari semua kelurahan di Kecamatan Malalayang di buang

Terangi Empat Desa di Morowali Utara, PLN Ukir Sejarah di 75 Tahun Indonesia Merdeka

MANADOPOST.ID – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Tengah kembali berhasil melistriki desa