25 C
Manado
Selasa, 1 Desember 2020

OD Tawarkan Mega Proyek, CEP Pembangunan Berkelanjutan, VAP Andalkan Tuhan

MANADO—Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Christiany Paruntu-Sehan Landjar (CEP-SSL), Vonnie Panambunan-Hendry Runtuwene (VAP-HR), dan Olly Dondokambey-Steven Kandouw (OD-SK), berusaha yakinkan masyarakat. Dengan visi dan misi serta program yang berkaitan dengan tema debat perdana, kemarin.

Tema debat kali ini terkait penanganan, pencegahan dan pengendalian Covid-19 serta kesehatan masyarakat, pencegahan bencana alam, pembangunan wilayah, infrastruktur daerah. Sebagian besar ide paslon menunjuk pada kesehatan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Khususnya penanganan Covid-19. “Kami ingin penanganan Covid-19 dalam waktu 100 hari. Sudah kami rancang bersama kabupaten/kota lain, kami akan sinkronisasi, koordinasi, dan lakukan integrasi,” kata cagub CEP, menjawab pertanyaan yang telah disusun tim.

Mitigasi bencana, lanjutnya, akan dilakukan dengan memperkuat koordinasi. Dilanjutkan Sehan, koordinasi dengan pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan rakyat sangat penting. Masih soal penanganan Covid-19, paslon OD-SK mengklaim jika Sulut paling cepat penanganannya, sesuai data BNPB. “Kami sudah lakukan dan terbukti di lapangan. Dan pertanggungjawaban penanggulangan Covid-19 diberi jempol oleh KPK,” ujar OD. Alokasi anggaran di recofusing, lanjut petahana ini, 60 persen untuk kesehatan. “Secara defacto dalam penanganan Covid-19 kita dirikan rumah sakit khusus Covid-19. Bagi kami kewajiban pemprov melindungi hak asasi masyarakat. Dalam hal keamanan dalama aspek kesehatan,” tambah cawagub Kandouw. Realisasi program ini, tambahnya, diikuti dengan regulasi dan kerjasama menggandeng forkompinda.

Mengenai penjaminan informasi mengenai Covid-19, paslon nomor urut 2 VAP-HR menegaskan mereka akan kawal program penanganan Covid-19. “Saya jalan melihat (kondisi) di seluruh Sulut. Saya adalah bupati, tidak takut, jadi saya harus lihat masyarakat. Saya kerja benar. Jadi kita harus berjuang untuk Covid-19. Hanya Tuhan bisa memberhentikan Covid-19, jadi kita harus takut akan Tuhan. Dan akan kawal program penanganan covid-19,” tegas VAP.

Mengenai pembangunan, VAP mengatakan akibat Covid-19, yang diprioritaskan adalah kesehatan dan pendidikan. Dia mencontohkan kerjanya sebagai Bupati Minut dalam membangun rumah sakit.

“Di Minut, walaupun nanti dibuat kuburan Covid-19 saya tidak mau. Karena harusnya kuburan Covid-19 bukan di tanah yang subur,” sebutnya. Ditambahkan HR, bencana harus dihadapi. “Ini harus direspon dengan tindakan. Program nasional dikawal. Termasuk penanganan kesehatan masyarakat, misalnya gizi buruk yang berorientasi pada pembangunan berwawasan lingkungan,” urainya.

Di segmen 3 dan 4, para paslon memberikan pertanyaan. Dijawab dua paslon lainnya. OD-SK yang diberi kesempatan pertama mengajukan pertanyaan mengenai konsep pengembangan wilayah dan transformasi digital.

CEP-SSL menjawab ini dan mengaitkan dengan penanganan Covid-19. “Sampai sekarang dalam pemetaan wilayah, ada yang tidak begitu baik. Termasuk masalah perbatasan. BMR harus diperhatikan pengembangan wilayahnya,” sebut cawagub Sehan. Diapun menyinggung mengenai penanganan Covid-19, Sehan memaparkan program mereka terkait cepat pencegahan, cepat pengobatan, cepat rehabilitasi, dan cepat regulasi.

Selanjutnya, VAP ketika menjawab pertanyaan ini, dikaitkan dengan pertanian. “Saya suka agar pertanian naik. Kopra, cengkih. Akan dibuat pelabuhan ekspor di Bitung dan Amurang. Agar tidak ada broker yang cari untung sendiri. Dan bisa ekspor ke Jepang, atau negara lain. Agar PAD provinsi dan kabupaten/kota ada,” tegas paslon nomor urut 2.

Ketika giliran paslon CEP-SSL, mereka mengajukan pertanyaan mengenai penanganan persoalan stunting atau gizi buruk.  Paslon VAP-HR menegaskan, ketika terpilih akan memperhatikan kesejahteraan masyarakat. “Kalau kita beri makan masyarakat, jaga jarak, pakai masker, beri vitamin,” kata VAP. Ditambahkan HR, masih tinggi angka gizi buruk di tengah penanganan Covid-19. “Ini adalah hal yang harus diseriusi masih banyak di realitas masyarakat kita. Tanda tanya dimana diklaim tingkat kemiskinan turun, namun masih banyak gizi buruk yang ditemui. Ini PR besar bagi kita,” tegasnya.

OD-SK menilai stunting adalah persoalan bersama. “Bukan hanya persoalan gizi buruk. Namun edukasi bagi bapak dan ibu dalam rangka penanganan stunting. Ini sudah dilakukan. Kedepan juga akan ditingkatkan Posyandu agar bayi dapat konsumsi empat sehat lima sempurna. Juga memberikan edukasi baik bagi masyarakat. Kedepan saya yakin stunting di Sulut akan hilang. Kita harus paham stunting apa. Sebagai pemimpin harus memahami betul permasalahan masyarakat,” jawab OD.

Kemudian OD-SK memaparkan mengenai integritas kepemimpinan. Menanggapi pertanyaan VAP-HR terkait pemimpin yang sayang masyarakat dan mempunyai kasih. “Integritas adalah hal yang krusial bagi seorang pemimpin. Karena yang menjadi jaminan adalah kata-kata saya adalah jaminan. Rakyat Sulut tidak usah ragu dengan kami. Bahwa kedepan prioritas adalah kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Kami pandang sama semua. Agar rakyat merasakan pemerintah hadir dan lepas dari kemiskinan,” jelas Kandouw, cawagub.

Sementara CEP-SSL ‘menjual’ konsep pembangunan kepemimpinan yang diusung berbasis jujur, adil dan beradap. “Good government akan dijalankan. Juga transparansi dan akuntabilitas akan kami laksanakan dalam kepemimpinan kami. Ini sudah kami buktikan dalam sepuluh tahun kami memerintah di daerah kami,” tegasnya. Tak kalah seru juga terjadi di segmen keempat. Masih pertanyaan yang diberikan oleh paslon yang akan dijawab oleh dua paslon lainnya. Dengan mekanisme seperti segmen ketiga.

Kali ini dimulai dari pertanyaan paslon OD-SK. “Posisi geografis Sulut berada di lima gunung api dan lautan pasifik. Apa langkah menangani infrastruktur dan mitigasi bencana terjadi,” tanya paslon nomor urut 3 ini. Dan langsung dijawab paslon CEP-SSL. “Tentu koordinasi Pemerintah Provinsi yang paling utama dengan wilayah-wilayah yang terdapat gunung api aktif. Pemantauan aktivitas gunung api dan kesiagaan harus dilaksanakan dan diberikan edukasi yang baik. Dan akan menjadikan pulau terluar diberikan perhatian penuh. Pulau Miangas dijadikan tempat persinggahan kapal internasional agar ekonomi menjadi baik,” tutur CEP.

Paslon VAP-HR menyinggung mengenai ketaatan pada UU lingkungan hidup. “Jangan merusak alam agar tidak jadi bencana,” kata VAP. Dilanjutkan dengan pertanyaan paslon CEP-SSL kepada dua paslon lain. “Apa yang menjadi program dalam hal pertambangan terkait aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tanya paslon nomor urut 1.

Paslon VAP-HR menjawab, harus melihat aspek lingkungan hidup. “Pertambangan itu bagus. Namun harus sesuai perizinan baik dan benar. Harus ikut undang-undang. Misalnya ada amdal dan aspek yang benar. Jangan merusak lingkungan. Lingkungan hidup adalah sangat penting,” ujar VAP.

Kemudian OD-SK menilai pertambangan yang ramah lingkungan wajib diciptakan. “Selama kita memimpin, sekira 51 IUP kita cabut dengan alasan tidak ada jaminan keselamatan lingkungan dan tidak menjadi pendapatan bagi daerah. Juga kedepan sudah diusulkan wilayah pertambangan rakyat. Agar pertambangan rakyar bermanfaat optimal bagi masyarakat,” beber Kandouw.

VAP-HR kesempatan itu menyinggung mengenai hub port. Yang menurut mereka ada kendala. Namun ditegaskan OD, hal tersebut tak ada kendala. “Kendala tidak ada. Percaya pilih Olly-Steven, tahun depan jalan mulus,” tegas OD. Sementara CEP-SSL yakin, jika mereka dipilih masyarakat, hub port akan terealisasi siapapun yang terpilih. “Ini adalah program yang sudah direncanakan sejak lama. Pengembangan ini harus dilanjutkan. Pengembangan industri dan peningkatan kualitas perdagangan, dua kebutuhan ini menjadi keniscayaan,” kata Sehan.

Debat kemudian ditutup di segmen kelima. Dimana ketiga paslon menyatakan pernyataan penutup.  VAP kesempatan itu mengaku punya cita-cita yang diyakininya didengar Tuhan. “Saya percaya Tuhan mau dengar hati saya. Karena hati saya ingin Sulut diberkati Tuhan dan takut Tuhan, dan mengasihi, diberkati untuk memberkati. Saya tak mau hanya diri saya yang makan, orang lain tidak. Saya memberi dengan kasih. Jangan koncudu. Karena saat mati uang tak dibawa. Cuma mau bawa kasih kita untuk sulut. Ini cita-cita saya, sehingga Tuhan kasih ke kita angka dua atau victory. Saya ingin jadi pemimpin teladan yang baik. Sehingga sisa hidup melayani Tuhan dan orang. Jangan lupa tanggal 9 pilih nomor dua,” tuturnya.

Lain halnya dengan cawagub Hendry Runtuwene. Dia mengaku sangat bersyukur pada Tuhan bisa bersanding dengan nama-nama besar. Diapun menyebut lima sosok yang ada di panggung. “Secara pribadi saya tersanjung bisa berada dengan nama-nama besar. Seperti Pak Olly Dondokambey, Pak Steven Kandouw, Ibu Christiany Paruntu, Pak Sehan Landjar, dan Ibu Vonnie Panambunan. Dalam pengertian saya boleh ada di sini, secara pribadi sebagai manusia tidak akan mampu. Saya percaya ada di sini karena Tuhan yang boleh menuntun dan menyertai. Dan saya percaya Tuhan tidak mungkin membiarkan. Tuhan akan membawa saya sampai selesai bersama Ibu Vonnie,” tandasnya.

Dalam closing statement paslon nomor urut 3 Olly Dondokambey dan Steven Kandouw ‘meminjam’ ungkapan William H McRaven dan juga ayat Alkitab Lukas 16:10. Cawagub Steven Kandouw yang diberi mandat menyampaikan pernyataan penutup memulai dengan ungkapan orang bijak. “Seorang bijak berkata, if you want to change the world, start off by making your bed. Artinya, jikalau Anda ingin mengubah dunia, mulailah dengan merapikan tempat tidur Anda. Kemudian Lukas 16:10 berkata, Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Orang yang jujur pada hal kecil akan jujur juga dalam hal besar. Pemimpin di Sulut harus penuh dengan keteladanan. Kalau kita semua di Sulut tetap ingin ada perubahan pembangunan, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, pada 9 Desember coblos nomor 3, Olly-Steven,” tandasnya.

Paslon nomor urut 1 dalam pernyataan penutupnya tak lupa untuk mengajak masyarakat memilih mereka. “Permasalahan kesehatan, bencana alam, dan infrastruktur daerah, dan pengendalian Covid-19 sangat complicated. Kami sadari untuk menyelesaikan permasalahan tersebut tidaklah mudah. Tapi dukungan masyarakat sulut dan melalui strategi sukses kami, kami yakin permasalahan dapat  diatasi,” kata CEP.

Sebelum debat dimulai, dibuka oleh Ketua KPU Ardiles Mewoh. “Silakan dengar visi dan misi program dari calon dan akan adu argumen untuk mempertajam program, demi kemajuan daerah kita tercinta,” tandasnya. Diketahui, debat perdana ini dilaksanakan KPU Sulut di Makatete Hills, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.(gel)

-

Artikel Terbaru

Mor-HJP Kantongi 126.124 Suara Kans Menang

Pasangan Calon Wali Kota Manado Mor Dominus Bastiaan dan Wakil Wali Kota Manado Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) kans menang di Pilwako Manado, 9 Desember.

Tetap Sapa Warga Walau Hujan, SGR Banjir Pujian

Calon Bupati Minut Shintia Gelly Rumumpe (SGR), Senin (30/11) menyapa masyarakat yang ada di Kecamatan Likupang Timur. Hujan tak menghalangi SGR bertemu warga. Begitu juga warga yang rela hujan-hujanan demi bertatap muka dengan calon nomor urut 1 itu.

Ingin Bertemu VAP, Ribuan Warga Kotamobagu, Boltim dan Bolmong Turun ke Jalan

Dr (HC) Vonnie A Panambunan STh (VAP), dinilai sosok yang paling pantas dan tepat memimpin Sulawesi Utara (Sulut).

Ini Nih Tips Hadapi Aquaplaning saat Hujan

MANADOPOST.ID—Daihatsu bersama GT Radial kembali selenggarakan acara bertajuk Ngobrol Asik dengan konsep talkshow yang edukatif dan dapat dinikmati oleh Sahabat Daihatsu di seluruh Indonesia. Kali ini, Daihatsu membahas seputar tips teknik berkendara dalam mengantisipasi berbagai kondisi, khususnya saat musim penghujan dan menghadapi kondisi Aquaplaning.

Humiang Lantik Ketua dan Pengurus Karang Taruna 

Pjs Wali Kota Bitung Drs Edison Humiang MSi, melantik pengurus Karang Taruna Bitung masa bakti 2020-2025 di Lantai 4 Kantor Wali Kota Bitung, Senin (30/11).