24.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Bamsoet Persilakan KPK Usut Formula E, Kini Lempar Tugasnya ke Orang Lain, Ini Alasannya..

MANADOPOST.ID-Ketua Steering Committee Formula E Jakarta Bambang Soesatyo alias Bamsoet mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memproses hukum bila terdapat dugaan kasus korupsi dalam ajang balap Formula E yang digelar di Jakarta.

Namun, Ia tak ingin masalah hukum itu justru membuat acara Formula E dibubarkan secara keseluruhan. “Silakan KPK terus memprosesnya hingga ke pengadilan. Anak baru mahasiswa hukum juga tahu, bahwa perbuatan hukum seseorang dialah yang menanggungnya. Bukan acaranya yang dihukum untuk dibubarkan atau dibatalkan. Apalagi ini sudah terlanjur dibayarkan lunas untuk tiga putaran atau tiga seri. Yaitu tahun 2022, 2023 dan 2024,” ujar Bamsoet dalam keterangan resminya yang dikutip Senin (6/12).

Bamsoet menegaskan pihaknya siap menyukseskan pelaksanaan Formula E di Jakarta pada tanggal 4 Juni 2022 mendatang. Terlepas dari masalah hukum yang sedang berjalan di KPK.

Bamsoet lantas menunjuk tokoh otomotif Indonesia yang juga Dewan Pembina IMI Tinton Soeprapto untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai Ketua Steering Commitee (SC). Hal itu untuk menghindari politisasi yang lebih jauh. Tinton nantinya akan mendampingi Sekretaris Jenderal IMI Ahmad Sahroni sebagai Ketua Organizing Committe (OC) Formula E Jakarta.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Langkah Bamsoet menunjuk Tinton juga tak lepas dari pelbagai prestasi yang ditorehkannya selama ini di bidang otomotif.

“Sebagai Ketua Umum IMI, penunjukkan Pak Tinton yang menjadi legenda balap Indonesia diharapkan mampu mendorong penyelenggaraan Formula E ini sesuai dengan tata laksana dan peraturan internasional FIA,” ujar Bamsoet.

Tak hanya itu, Ketua MPR RI itu menuturkan Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk penyelenggaraan Formula E. Karenanya, pelaksanaan Formula E di Jakarta harus tetap dilakukan agar uang tak terbuang percuma.

“Kita semua tahu uang yang telah dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk Formula E tidak bisa diminta kembali. Sebab itu, kita harus memanfaatkan apa yang dibayarkan dalam bentuk kebermanfaatan ekonomi bagi masyarakat. Jangan sampai ada satu sen pun dari uang yang telah dikeluarkan untuk Formula E tidak kembali dalam bentuk manfaat bagi rakyat,” kata Bamsoet.

Bamsoet berkaca dari pelaksanaan World Superbike di Mandalika, NTB yang diklaim menumbuhkan perekonomian dalam seminggu meroket naik 5 persen.

Ia merinci pelaksanaan World Superbike telah merekrut 1.475 tenaga kerja dari NTB, termasuk penduduk dari enam desa penyangga disekitar Mandalika.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga mendapat tambahan dari pajak hiburan sebesar 15 persen, pajak parkir 30 persen, serta pajak restoran dan hotel sebesar 15 persen. Saya optimistis pelaksanaan Formula E di Jakarta juga akan membawa peningkatan ekonomi nasional yang cukup besar setelah terimbas Pandemi Covid-19,” kata dia.

KPK tengah menyelidiki dugaan kerugian negara dibalik rencana penyelenggaraan Formula E. PT Jakpro selaku perusahaan BUMD DKI Jakarta juga telah memberikan berkas 600 halaman kepada KPK.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengungkapkan tim penyelidik KPK bakal mendalami kabar mengenai dugaan pemborosan anggaran untuk penyelenggaraan Formula Edi Jakarta.

“Tentu saja informasi-informasi itu yang nanti akan didalami oleh penyelidik. Alasan-alasan kenapa Pemprov DKI membayar sekian-sekian dan transfernya ke mana, apakah ke pihak-pihak yang betul-betul punya kewenangan ya misalnya pemilik hak atas Formula E dan seterusnya,” ujar Alex.

DKI Jakarta telah ditetapkan menjadi tuan rumah Formula E usai ditetapkan melalui FIA World Motor Sport Council di Paris, Jumat (15/10). Akan tetapi, lokasi sirkuit sampai saat ini belum ditentukan.(cnn)

MANADOPOST.ID-Ketua Steering Committee Formula E Jakarta Bambang Soesatyo alias Bamsoet mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memproses hukum bila terdapat dugaan kasus korupsi dalam ajang balap Formula E yang digelar di Jakarta.

Namun, Ia tak ingin masalah hukum itu justru membuat acara Formula E dibubarkan secara keseluruhan. “Silakan KPK terus memprosesnya hingga ke pengadilan. Anak baru mahasiswa hukum juga tahu, bahwa perbuatan hukum seseorang dialah yang menanggungnya. Bukan acaranya yang dihukum untuk dibubarkan atau dibatalkan. Apalagi ini sudah terlanjur dibayarkan lunas untuk tiga putaran atau tiga seri. Yaitu tahun 2022, 2023 dan 2024,” ujar Bamsoet dalam keterangan resminya yang dikutip Senin (6/12).

Bamsoet menegaskan pihaknya siap menyukseskan pelaksanaan Formula E di Jakarta pada tanggal 4 Juni 2022 mendatang. Terlepas dari masalah hukum yang sedang berjalan di KPK.

Bamsoet lantas menunjuk tokoh otomotif Indonesia yang juga Dewan Pembina IMI Tinton Soeprapto untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai Ketua Steering Commitee (SC). Hal itu untuk menghindari politisasi yang lebih jauh. Tinton nantinya akan mendampingi Sekretaris Jenderal IMI Ahmad Sahroni sebagai Ketua Organizing Committe (OC) Formula E Jakarta.

Langkah Bamsoet menunjuk Tinton juga tak lepas dari pelbagai prestasi yang ditorehkannya selama ini di bidang otomotif.

“Sebagai Ketua Umum IMI, penunjukkan Pak Tinton yang menjadi legenda balap Indonesia diharapkan mampu mendorong penyelenggaraan Formula E ini sesuai dengan tata laksana dan peraturan internasional FIA,” ujar Bamsoet.

Tak hanya itu, Ketua MPR RI itu menuturkan Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk penyelenggaraan Formula E. Karenanya, pelaksanaan Formula E di Jakarta harus tetap dilakukan agar uang tak terbuang percuma.

“Kita semua tahu uang yang telah dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk Formula E tidak bisa diminta kembali. Sebab itu, kita harus memanfaatkan apa yang dibayarkan dalam bentuk kebermanfaatan ekonomi bagi masyarakat. Jangan sampai ada satu sen pun dari uang yang telah dikeluarkan untuk Formula E tidak kembali dalam bentuk manfaat bagi rakyat,” kata Bamsoet.

Bamsoet berkaca dari pelaksanaan World Superbike di Mandalika, NTB yang diklaim menumbuhkan perekonomian dalam seminggu meroket naik 5 persen.

Ia merinci pelaksanaan World Superbike telah merekrut 1.475 tenaga kerja dari NTB, termasuk penduduk dari enam desa penyangga disekitar Mandalika.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga mendapat tambahan dari pajak hiburan sebesar 15 persen, pajak parkir 30 persen, serta pajak restoran dan hotel sebesar 15 persen. Saya optimistis pelaksanaan Formula E di Jakarta juga akan membawa peningkatan ekonomi nasional yang cukup besar setelah terimbas Pandemi Covid-19,” kata dia.

KPK tengah menyelidiki dugaan kerugian negara dibalik rencana penyelenggaraan Formula E. PT Jakpro selaku perusahaan BUMD DKI Jakarta juga telah memberikan berkas 600 halaman kepada KPK.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengungkapkan tim penyelidik KPK bakal mendalami kabar mengenai dugaan pemborosan anggaran untuk penyelenggaraan Formula Edi Jakarta.

“Tentu saja informasi-informasi itu yang nanti akan didalami oleh penyelidik. Alasan-alasan kenapa Pemprov DKI membayar sekian-sekian dan transfernya ke mana, apakah ke pihak-pihak yang betul-betul punya kewenangan ya misalnya pemilik hak atas Formula E dan seterusnya,” ujar Alex.

DKI Jakarta telah ditetapkan menjadi tuan rumah Formula E usai ditetapkan melalui FIA World Motor Sport Council di Paris, Jumat (15/10). Akan tetapi, lokasi sirkuit sampai saat ini belum ditentukan.(cnn)

Most Read

Artikel Terbaru

/