alexametrics
31.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

ADA APA? Disebut ada Ketegangan antara Jokowi dan Jenderal Andika, Bahaya Besar!

MANADOPOST.ID-Pengamat politik Ujang Komarudin menanggapi pernyataan Rocky Gerung yang menyebut ada ketegangan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI Andika Perkasa.

 

Menurut Ujang, jika hal tersebut benar, maka akan terjadi bahaya besar. Pasalnya, seorang Panglima TNI harus tunduk kepada seorang Presiden.

 

“Ini bahaya, bahaya bagi presiden dan bahaya bagi bangsa ini,” kata Ujang dihubungi PojokSatu.id, Senin (7/3/2022).

 

Seharusnya, lanjut dosen Universitas Al-Azhar itu, seorang Panglima TNI kompak dengan Presiden.

 

“Apalagi banyak permasalahan bangsa yang perlu diselesaikan oleh keduanya dan oleh seluruh komponen bangsa,” ujar Ujang.

 

Karena itu, tambah Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu jika ada ketegangan antara Presiden Jokowi dan Andika Perkasa segera diselesaikan.

 

“Jagalah kekompakan selalu, jika ada masalah diantara keduanya, mestinya ditutup rapat2, jangan sampai diketui publik,” tuturnya.

 

Sebelumnya, Rocky Gerung menduga ada ketegangan antara Presiden Joko Widodo dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

 

Spekulasi dugaan ini muncul ketika Presiden Jokowi mengkonfirmasi ketidakhadiran Jenderal Andika dalam Rapim TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

 

Jokowi mengatakan jika Panglima TNI tersebut sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) karena terinfeksi Covid-19.

 

Namun selang tak berapa lama, Jenderal Andika Perkasa kemudian mengunggah video melalui kanal YouTube miliknya.

 

Ia menunjukkan bahwa dirinya hadir dalam rapat pimpinan bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

 

“Nah, ini satu keadaan yang luput dari pantauan istana, bahwa setiap subyek politik bisa menghasilkan ulang dirinya melalui kanal-kanal tertentu,” kata Rocky Gerung, di akun YouTube miliknya dilihat Minggu (6/3).

 

Dari fakta tersebut, Rocky Gerung mengambil kesimpulan bahwa Jenderal Andika ingin menunjukkan kepada Jokowi. Itu jika Panglima TNI tersebut bisa menentukan dirinya sendiri terlepas dari status yang ia miliki.

 

Perbedaan ucapan dan perilaku antara Jokowi dan Andika Perkasa memunculkan dugaan.

 

Bahwa kedua tokoh tersebut sedang tidak berada dalam hubungan yang baik dan melibatkan Istana Negara.

 

“Jadi samar-samar, saya akan menggunakan istilah yang lebih halus,” kata Rocky.

 

“Sebut saja ada ketegangan yang terkendali antara Istana Negara dan lingkungan luar yang memantau dengan baik bahwa istana mengalami kemerosotan moral, itu intinya,” sambungnya. (muf/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Pengamat politik Ujang Komarudin menanggapi pernyataan Rocky Gerung yang menyebut ada ketegangan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI Andika Perkasa.

 

Menurut Ujang, jika hal tersebut benar, maka akan terjadi bahaya besar. Pasalnya, seorang Panglima TNI harus tunduk kepada seorang Presiden.

 

“Ini bahaya, bahaya bagi presiden dan bahaya bagi bangsa ini,” kata Ujang dihubungi PojokSatu.id, Senin (7/3/2022).

 

Seharusnya, lanjut dosen Universitas Al-Azhar itu, seorang Panglima TNI kompak dengan Presiden.

 

“Apalagi banyak permasalahan bangsa yang perlu diselesaikan oleh keduanya dan oleh seluruh komponen bangsa,” ujar Ujang.

 

Karena itu, tambah Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu jika ada ketegangan antara Presiden Jokowi dan Andika Perkasa segera diselesaikan.

 

“Jagalah kekompakan selalu, jika ada masalah diantara keduanya, mestinya ditutup rapat2, jangan sampai diketui publik,” tuturnya.

 

Sebelumnya, Rocky Gerung menduga ada ketegangan antara Presiden Joko Widodo dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

 

Spekulasi dugaan ini muncul ketika Presiden Jokowi mengkonfirmasi ketidakhadiran Jenderal Andika dalam Rapim TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

 

Jokowi mengatakan jika Panglima TNI tersebut sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) karena terinfeksi Covid-19.

 

Namun selang tak berapa lama, Jenderal Andika Perkasa kemudian mengunggah video melalui kanal YouTube miliknya.

 

Ia menunjukkan bahwa dirinya hadir dalam rapat pimpinan bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

 

“Nah, ini satu keadaan yang luput dari pantauan istana, bahwa setiap subyek politik bisa menghasilkan ulang dirinya melalui kanal-kanal tertentu,” kata Rocky Gerung, di akun YouTube miliknya dilihat Minggu (6/3).

 

Dari fakta tersebut, Rocky Gerung mengambil kesimpulan bahwa Jenderal Andika ingin menunjukkan kepada Jokowi. Itu jika Panglima TNI tersebut bisa menentukan dirinya sendiri terlepas dari status yang ia miliki.

 

Perbedaan ucapan dan perilaku antara Jokowi dan Andika Perkasa memunculkan dugaan.

 

Bahwa kedua tokoh tersebut sedang tidak berada dalam hubungan yang baik dan melibatkan Istana Negara.

 

“Jadi samar-samar, saya akan menggunakan istilah yang lebih halus,” kata Rocky.

 

“Sebut saja ada ketegangan yang terkendali antara Istana Negara dan lingkungan luar yang memantau dengan baik bahwa istana mengalami kemerosotan moral, itu intinya,” sambungnya. (muf/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/