33.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Insentif Residen FK Unsrat Nyangkut di Rektorat

MANADO- Kesabaran dokter residen Unsrat benar-benar diuji. Belum tuntas masalah Uang Kuliah Tunggal, sekarang dana insentif yang digelontorkan Pemerintah RI lewat Kementerian Kesehatan RI, hingga kini belum terealisasi.

Padahal di provinsi lain, insentif yang justru diserahkan simbolis Menkes RI dr Terawan di Manado sudah masuk ke rekening teman residen di sejumlah universitas.

Residen dr Jacob mengatakan, dia dan temannya telah proaktif mengecek ke Fakultas Kedokteran. Ternyata, data-data residen dikirim ke Rektorat Unsrat. “Mestinya tidak perlu lagi ke rektorat. Tapi dari dekan langsung ke Kementerian Kesehatan,” kata dr Mick yang bersama dr Jacob Pajan getol berjuang.

Hal ini sesuai dengan keputusan menteri kesehatan RI No.HK.01.07 tahun 2020 tentang pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi residen.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

dr Mick pun lantas ke rektorat. Ternyata berkasnya masih di Kantor Rektorat Unsrat. “Sebaiknya pihak wakil rektor yang mengurusi keuangan dan akademik ataupun bidang yang terkait respon cepat dalam mengurusi permasalahan ini,” katanya.

Dia mengaku agak kecewa. Sebab berkas residen yang harusnya bisa langsung tiba ke Jakarta di Badan PPSDM Kementerian Kesehatan, “dinyangkutkan” lagi ke rektorat. “Mereka anggap sepele, tolong jangan hambat hak residen untuk mendapatkan bantuan dari kemenkes yang tidak mampu dibantu oleh rektorat. Padahal residen sangat membutuhkan biaya insentif tersebut di era pandemi covid ini, sehingga diharapkan rektorat dapat merespon cepat,” katanya.(*)

MANADO- Kesabaran dokter residen Unsrat benar-benar diuji. Belum tuntas masalah Uang Kuliah Tunggal, sekarang dana insentif yang digelontorkan Pemerintah RI lewat Kementerian Kesehatan RI, hingga kini belum terealisasi.

Padahal di provinsi lain, insentif yang justru diserahkan simbolis Menkes RI dr Terawan di Manado sudah masuk ke rekening teman residen di sejumlah universitas.

Residen dr Jacob mengatakan, dia dan temannya telah proaktif mengecek ke Fakultas Kedokteran. Ternyata, data-data residen dikirim ke Rektorat Unsrat. “Mestinya tidak perlu lagi ke rektorat. Tapi dari dekan langsung ke Kementerian Kesehatan,” kata dr Mick yang bersama dr Jacob Pajan getol berjuang.

Hal ini sesuai dengan keputusan menteri kesehatan RI No.HK.01.07 tahun 2020 tentang pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi residen.

dr Mick pun lantas ke rektorat. Ternyata berkasnya masih di Kantor Rektorat Unsrat. “Sebaiknya pihak wakil rektor yang mengurusi keuangan dan akademik ataupun bidang yang terkait respon cepat dalam mengurusi permasalahan ini,” katanya.

Dia mengaku agak kecewa. Sebab berkas residen yang harusnya bisa langsung tiba ke Jakarta di Badan PPSDM Kementerian Kesehatan, “dinyangkutkan” lagi ke rektorat. “Mereka anggap sepele, tolong jangan hambat hak residen untuk mendapatkan bantuan dari kemenkes yang tidak mampu dibantu oleh rektorat. Padahal residen sangat membutuhkan biaya insentif tersebut di era pandemi covid ini, sehingga diharapkan rektorat dapat merespon cepat,” katanya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/