30.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

KPU: Penelitian Berkas Sampai 12 September

MANADOPOST.ID—Tiga bakal calon resmi daftar di KPU Provinsi Sulawesi Utara. Untuk bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut). Yakni Olly Dondokambey-Steven Kandouw, Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Landjar, terakhir Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Runtuwene.

Ketiganya punya visi dan misi ingin bangun Sulut. Seperti Olly, saat mendaftar di KPU Sulut pada Jumat (4/9), membeberkan mengenai program yang hendak dia lakukan. “Seperti infrastruktur. Kemudian pariwisata, yang mau bilang tidak berhasil siapa? Presiden bolak-balik datang lihat pariwisata. Makanya kita dapat KEK pariwisata,” sebutnya.

Kemudian pertanian. Di saat Covid-19 dilakukan ekspor, apalagi ketika tak ada Covid-19. “Di bidang perikanan, Menteri Susi tak tanda tangan izin, saya yang tanda tangan semua. Bisa tanya ke nelayan,” tambahnya.

Selanjutnya program sosial. “Program kita jaminan Perkasa bagi pekerja sosial di Sulut. Kita satu-satunya di Indonesia. Makanya kita dapat hadiah juara 1 dari pak presiden,” tukasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Karena ada yang belum selesai, maka tak cukup satu periode. “Jadi harus dukung lima tahun berikut tuntas semua. Infrastruktur semua beres. Pertama penanganan banjir di Manado tak hanya cukup dengan satu bendungan. Kita akan buat bendungan Kali Tikala atau kuala Sawangan. Ini boleh jadi, kalau ada sinergitas dari pusat, gubernur, dan wali kota,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan ini.

Dia melanjutkan mereka bercita-cita membangun tol Airmadidi sampai Amurang. “Harus tuntas. Jadi butuh lima tahun lagi. Kemudian kawasan ekonomi khusus (KEK) harus direalisasikan. Termasuk kawasan industri Mongondow atau Kimong,” urai Olly.

Kemudian CEP usai mendaftar di KPU kemarin mengatakan ada tiga hal yang akan dilakukannya bersama Sehan. “Yaitu kepemimpinan yang strategis. Itu akan diprioritas.  Apapun kebijakan yang dilakukan, harus bersama dijejaki. Kedua, membuat kebijakan publik, manageman, inovasi baru buat Sulut. Ketiga, melanjutkan pembangunan yang ada. Kalau sudah baik pembangunannya akan kita lanjutkan. Jika dipercayakan masyarakat, maka transformasi Sulut akan berhasil,” sebut Bupati Minahasa Selatan dua periode ini.

CEP pun menjanjikan membangun monorel dalam Kota Manado. “Kalau bangun jalan tol tak masalah. Kami dalam 3 tahun terakhir akan bangun monorel yang ada di pusat kota. Itu target kita demi mengurangi kemacetan. Paling tidak solusi untuk masyarakat,” tuturnya. Dirinya juga akan memperhatikan masalah harga cengkih dan juga kopra yang tak pernah naik.

“Kami akan perjuangkan lewat APBD, diberikan ke masyarakat untuk menyanggah harga cengkih. Kami siap pangkas anggaran untuk memberikan pembelian bagi rakyat lewat BUMD. Tentu lewat kajian para ahli. Ini bukan janji bohong. Tapi kami akan lakukan itu, tegasnya. Kemudian soal pendidikan masyarakat, dia akan berikan solusi dan memajukan pendidikan yang ada. Banyak hal yang akan kita lakukan dengan solusinya. Semua kemudahan belajar akan jadi prioritas demi peningkatan IPM,” ujarnya.

Jika terpilih, lanjutnya, dalam 100 hari akan lakukan pemulihan Covid-19. “Karena saya lihat penanganan Covid-19 belum baik. Di Boltim sudah dibuktikan Pak Sehan, tak ada pasien. Kami bisa berikan solusinya. Kemudian pemulihan ekonomi sesingkat-singkatnya. Kami akan bekerja untuk masyarakat dari pagi sampai pagi,” tutupnya.

Ditambahkan Sehan, berkaitan dengan program, visi misi infrastruktur itu masalah keniscayaan. Itu wajib dilakukan untuk masyarakat. “Semua kepala daerah pasti akan begitu,” tandasnya. Pihaknya juga akan buat lompatan. Menjadikan rakyat Sulut tinggal di kampung sendiri.

“Masalah rumah, itu yang harus kita habis-habisan berjuang. Saya sudah lakukan itu di Boltim,” ungkapnya. Kemudian, kata dia, memberikan kedaulatan ke petani. Hak jaminan terhadap market dari hasil pertanian dan perkebunan. “Kami tak mau rakyat terus menerus berteriak. Kami juga berencana untuk Berikan kedaulatan pada nelayan. Tak boleh dibatasi. Kita akan delegasikan ke pemerintah kab/kota soal izin supaya jadi gampang. Supaya rakyat tak sulit mengurusnya. Kita harus beri jaminan kepada rakyat,” tutupnya.

Dalam pendaftaran di KPU kemarin, kepala daerah yang ikut dampingi paslon ini Bupati Sangihe Jabes Gaghana. Hadir mantan Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit. Tampak juga mantan Bupati Minahasa Jantje Sajouw, pengurus DPD Golkar Sulut di antaranya Ketua Harian James Arthur Kojongian, Sekretaris DPD Raski Mokodompit, dan Jurubicara Golkar Sulut Feryando Lamaluta. Ketua Golkar Tomohon Miky Wenur juga ikut dampingi CEP-Sehan. Dari partai pendukung Partai Demokrat terlihat Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok, Ivan Lumentut, Ronald Sampel, Noortje Van Bone.

Sementara VAP dalam visi dan misinya, ingin meningkatkan sumber daya pertanian dan perkebunan seperti cengkih dan sektor perikanan. “Karena Sulut itu sangat kaya,” sebut VAP. Selanjutnya, VAP mengatakan siap meningkatkan hasil pertanian dan perikanan.

Ditambahkan Runtuwene, diterimanya berkas pencalonan menjadi langkah awal. “Mengenai visi dan misi, kita akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia menjadi landasan ke depan,” tandas Runtuwene.

Di sisi lain, Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh mengatakan saat ini pihaknya akan melakukan penelitian pada dokumen calon. “Mulai hari ini (kemarin) sampai tanggal 12 September dilakukan penelitian pada berkas calon. Misalnya ijazah atau surat keterangan yang dikeluarkan instansi terkait,” jelas Mewoh. Yang pasti, lanjutnya, untuk dokumen pencalonan semua bakal calon telah memenuhi syarat. “Jika ada dokumen yang kurang akan kami sampaikan tanggal 13 September pada calon untuk diperbaiki,” tandasnya.(gel)

MANADOPOST.ID—Tiga bakal calon resmi daftar di KPU Provinsi Sulawesi Utara. Untuk bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut). Yakni Olly Dondokambey-Steven Kandouw, Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Landjar, terakhir Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Runtuwene.

Ketiganya punya visi dan misi ingin bangun Sulut. Seperti Olly, saat mendaftar di KPU Sulut pada Jumat (4/9), membeberkan mengenai program yang hendak dia lakukan. “Seperti infrastruktur. Kemudian pariwisata, yang mau bilang tidak berhasil siapa? Presiden bolak-balik datang lihat pariwisata. Makanya kita dapat KEK pariwisata,” sebutnya.

Kemudian pertanian. Di saat Covid-19 dilakukan ekspor, apalagi ketika tak ada Covid-19. “Di bidang perikanan, Menteri Susi tak tanda tangan izin, saya yang tanda tangan semua. Bisa tanya ke nelayan,” tambahnya.

Selanjutnya program sosial. “Program kita jaminan Perkasa bagi pekerja sosial di Sulut. Kita satu-satunya di Indonesia. Makanya kita dapat hadiah juara 1 dari pak presiden,” tukasnya.

Karena ada yang belum selesai, maka tak cukup satu periode. “Jadi harus dukung lima tahun berikut tuntas semua. Infrastruktur semua beres. Pertama penanganan banjir di Manado tak hanya cukup dengan satu bendungan. Kita akan buat bendungan Kali Tikala atau kuala Sawangan. Ini boleh jadi, kalau ada sinergitas dari pusat, gubernur, dan wali kota,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan ini.

Dia melanjutkan mereka bercita-cita membangun tol Airmadidi sampai Amurang. “Harus tuntas. Jadi butuh lima tahun lagi. Kemudian kawasan ekonomi khusus (KEK) harus direalisasikan. Termasuk kawasan industri Mongondow atau Kimong,” urai Olly.

Kemudian CEP usai mendaftar di KPU kemarin mengatakan ada tiga hal yang akan dilakukannya bersama Sehan. “Yaitu kepemimpinan yang strategis. Itu akan diprioritas.  Apapun kebijakan yang dilakukan, harus bersama dijejaki. Kedua, membuat kebijakan publik, manageman, inovasi baru buat Sulut. Ketiga, melanjutkan pembangunan yang ada. Kalau sudah baik pembangunannya akan kita lanjutkan. Jika dipercayakan masyarakat, maka transformasi Sulut akan berhasil,” sebut Bupati Minahasa Selatan dua periode ini.

CEP pun menjanjikan membangun monorel dalam Kota Manado. “Kalau bangun jalan tol tak masalah. Kami dalam 3 tahun terakhir akan bangun monorel yang ada di pusat kota. Itu target kita demi mengurangi kemacetan. Paling tidak solusi untuk masyarakat,” tuturnya. Dirinya juga akan memperhatikan masalah harga cengkih dan juga kopra yang tak pernah naik.

“Kami akan perjuangkan lewat APBD, diberikan ke masyarakat untuk menyanggah harga cengkih. Kami siap pangkas anggaran untuk memberikan pembelian bagi rakyat lewat BUMD. Tentu lewat kajian para ahli. Ini bukan janji bohong. Tapi kami akan lakukan itu, tegasnya. Kemudian soal pendidikan masyarakat, dia akan berikan solusi dan memajukan pendidikan yang ada. Banyak hal yang akan kita lakukan dengan solusinya. Semua kemudahan belajar akan jadi prioritas demi peningkatan IPM,” ujarnya.

Jika terpilih, lanjutnya, dalam 100 hari akan lakukan pemulihan Covid-19. “Karena saya lihat penanganan Covid-19 belum baik. Di Boltim sudah dibuktikan Pak Sehan, tak ada pasien. Kami bisa berikan solusinya. Kemudian pemulihan ekonomi sesingkat-singkatnya. Kami akan bekerja untuk masyarakat dari pagi sampai pagi,” tutupnya.

Ditambahkan Sehan, berkaitan dengan program, visi misi infrastruktur itu masalah keniscayaan. Itu wajib dilakukan untuk masyarakat. “Semua kepala daerah pasti akan begitu,” tandasnya. Pihaknya juga akan buat lompatan. Menjadikan rakyat Sulut tinggal di kampung sendiri.

“Masalah rumah, itu yang harus kita habis-habisan berjuang. Saya sudah lakukan itu di Boltim,” ungkapnya. Kemudian, kata dia, memberikan kedaulatan ke petani. Hak jaminan terhadap market dari hasil pertanian dan perkebunan. “Kami tak mau rakyat terus menerus berteriak. Kami juga berencana untuk Berikan kedaulatan pada nelayan. Tak boleh dibatasi. Kita akan delegasikan ke pemerintah kab/kota soal izin supaya jadi gampang. Supaya rakyat tak sulit mengurusnya. Kita harus beri jaminan kepada rakyat,” tutupnya.

Dalam pendaftaran di KPU kemarin, kepala daerah yang ikut dampingi paslon ini Bupati Sangihe Jabes Gaghana. Hadir mantan Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit. Tampak juga mantan Bupati Minahasa Jantje Sajouw, pengurus DPD Golkar Sulut di antaranya Ketua Harian James Arthur Kojongian, Sekretaris DPD Raski Mokodompit, dan Jurubicara Golkar Sulut Feryando Lamaluta. Ketua Golkar Tomohon Miky Wenur juga ikut dampingi CEP-Sehan. Dari partai pendukung Partai Demokrat terlihat Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok, Ivan Lumentut, Ronald Sampel, Noortje Van Bone.

Sementara VAP dalam visi dan misinya, ingin meningkatkan sumber daya pertanian dan perkebunan seperti cengkih dan sektor perikanan. “Karena Sulut itu sangat kaya,” sebut VAP. Selanjutnya, VAP mengatakan siap meningkatkan hasil pertanian dan perikanan.

Ditambahkan Runtuwene, diterimanya berkas pencalonan menjadi langkah awal. “Mengenai visi dan misi, kita akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia menjadi landasan ke depan,” tandas Runtuwene.

Di sisi lain, Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh mengatakan saat ini pihaknya akan melakukan penelitian pada dokumen calon. “Mulai hari ini (kemarin) sampai tanggal 12 September dilakukan penelitian pada berkas calon. Misalnya ijazah atau surat keterangan yang dikeluarkan instansi terkait,” jelas Mewoh. Yang pasti, lanjutnya, untuk dokumen pencalonan semua bakal calon telah memenuhi syarat. “Jika ada dokumen yang kurang akan kami sampaikan tanggal 13 September pada calon untuk diperbaiki,” tandasnya.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/