30.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

PPDS Menunggu Keringanan UKT, dr Pajan: Jatuh Tempo Makin Dekat

MANADOPOST.ID—Sesuai SK Kemendikbud, 12 September 2020, Unsrat harus mengeluarkan SK keringanan uang kuliah tunggal (UKT), kepada mahasiswa.

Koordinator Aksi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Unsrat dr Jacob Pajan menyebutkan, pihaknya menunggu adanya SK atau kepastian dari rektorat. “Kami masih menunggu, dan hingga akan berakhirnya tanggal jatuh tempo, belum juga ada keputusan resmi terkait keringanan atau pembebasan UKT,” ungkap Pajan kepada Manado Post, Minggu (6/9).

Diungkapkannya, usut punya usut ternyata dalam proses pengajuan terjadi kendala. Menurutnya dari yang didapati, pengusulan UKT tertahan di Fakultas Kedokteran. “Kami mengusut, ternyata ada dua jurusan yang belum mengajukan daftar permohonan keringanan. Ini menjadi tanda tanya ke kami, apakah ada intimidasi? Padahal dari survei yang kami lakukan hampir semua responden menginginkan adanya keringanan UKT,” jelas dia.

Lanjut dia, survey yang dilakukan pihaknya adalah secara online dan untuk membantu pencegahan Covid-19. Karena mengunakan kertas dapat menjadi sarana penularan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Survey ini mengambil data responden yang adalah residen Unsrat yang aktif dengan identitas dipresentasikan dengan memegang prinsip Confidential, Disclosure hasil survey harus seijin tertulis dari responden. Mengunakan Google Form,” bebernya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, saat coba dikonfirmasi Manado Post, Juru Bicara Rektorat Max Rembang belum memberi tanggapan. Dihubungi via 0821-9027-2xxx belum merespon.(cw-01/gel)

MANADOPOST.ID—Sesuai SK Kemendikbud, 12 September 2020, Unsrat harus mengeluarkan SK keringanan uang kuliah tunggal (UKT), kepada mahasiswa.

Koordinator Aksi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Unsrat dr Jacob Pajan menyebutkan, pihaknya menunggu adanya SK atau kepastian dari rektorat. “Kami masih menunggu, dan hingga akan berakhirnya tanggal jatuh tempo, belum juga ada keputusan resmi terkait keringanan atau pembebasan UKT,” ungkap Pajan kepada Manado Post, Minggu (6/9).

Diungkapkannya, usut punya usut ternyata dalam proses pengajuan terjadi kendala. Menurutnya dari yang didapati, pengusulan UKT tertahan di Fakultas Kedokteran. “Kami mengusut, ternyata ada dua jurusan yang belum mengajukan daftar permohonan keringanan. Ini menjadi tanda tanya ke kami, apakah ada intimidasi? Padahal dari survei yang kami lakukan hampir semua responden menginginkan adanya keringanan UKT,” jelas dia.

Lanjut dia, survey yang dilakukan pihaknya adalah secara online dan untuk membantu pencegahan Covid-19. Karena mengunakan kertas dapat menjadi sarana penularan.

“Survey ini mengambil data responden yang adalah residen Unsrat yang aktif dengan identitas dipresentasikan dengan memegang prinsip Confidential, Disclosure hasil survey harus seijin tertulis dari responden. Mengunakan Google Form,” bebernya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, saat coba dikonfirmasi Manado Post, Juru Bicara Rektorat Max Rembang belum memberi tanggapan. Dihubungi via 0821-9027-2xxx belum merespon.(cw-01/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/