29 C
Manado
Rabu, 25 November 2020

Olly Ikut Perjuangkan Arnold Mononutu Pahlawan Nasional

MANADO—Menyambut Hari Pahlawan 10 November, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh negara, di Istana Negara, Jakarta.

Salah satu sosok yang akan menerima gelar pahlawan nasional, yaitu Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara, merupakan tokoh pergerakan dan pernah menjadi Menteri Penerangan RI pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno. Arnold Mononutu bakal mengikuti jejak Pahlawan Nasional lainya asal Sulut, salah satunya Dr Sam Ratulangi.

Tak dapat dimungkiri, pemberian gelar pahlawan nasional untuk Arnold Mononutu, juga merupakan perjuangan dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Berikut cerita singkat terkait Arnold Mononutu. Nama lengkapnya Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu, lahir di Manado, 4 Desember 1896. Meninggal di Jakarta, 5 September 1983 pada umur 86 tahun. Merupakan mantan Menteri Penerangan dan Duta Besar Indonesia pertama untuk Tiongkok. Selain itu ia pernah menjadi anggota Majelis Konstituante dan Rektor Universitas Hasanuddin.

Selama menjabat sebagai menteri penerangan, beberapa daerah di Indonesia diguncang oleh pemberontakan-pemberontakan termasuk di Jawa Barat (Angkatan Perang Ratu Adil), Sulawesi Selatan (oleh Andi Azis), dan Maluku (oleh Chris Soumokil).

Manonutu bersama dengan Soekarno mengunjungi daerah-daerah ini dan dalam rapat-rapat terbuka mempromosikan cita-cita sebuah bangsa yang bersatu. Pada tahun 1949 sesudah berlangsungnya Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, yang menghasilkan kesepakatan pembentukan RIS, dalam suatu tim kerja dengan kolega terdekatnya sesama Diplomat, Mr. Soedibjo Wirjowerdojo (yang kemudian mendampinginya selaku charge d’affaires/Wakil Duta Besar di RRC tahun 1953–1955), ia yang pertama kali mengumumkan nama Batavia menjadi Jakarta. Sedangkan Mr. Soedibjo Wirjowerdojo mengumumkannya di Belanda.

Ayahnya bernama Karel Charles Wilson Mononutu dan ibunya bernama Agustina van der Slot. Baik ayah dan kakeknya adalah tokoh terkemuka dalam masa-masa mereka. Ayahnya adalah seorang pegawai negeri (ambtenaar) Hindia Belanda. Kakeknya yang juga bernama Arnold Mononutu adalah orang Minahasa pertama yang menyelesaikan studi di sekolah untuk pelatihan dokter pribumi (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen, STOVIA) di Batavia.

Ketika Mononutu berusia dua tahun, ayahnya ditugaskan ke Gorontalo. Empat adiknya lahir di Gorontalo, tetapi sayangnya keempatnya meninggal antara lima dan enam bulan. Pada tahun 1903, Mononutu mengikuti sekolah dasar bahasa Belanda (Europeesche Lagere School, ELS) di Gorontalo. Ia melanjutkan studinya di tingkat sekolah yang sama di Manado setelah ayahnya dipindahtugaskan ke Manado. Pada tahun 1913, Mononutu belajar di sekolah menengah Belanda (Hogere burgerschool, HBS) di Batavia di mana ia bertemu dan berteman dengan AA Maramis yang juga dari Minahasa dan Achmad Subardjo.

Pemberian gelar pahlawan disampaikan oleh Menteri Sosial Juliari P Batubara melalui Konferensi Pers ‘Jelang Peringatan Hari Pahlawan 2020’ secara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemensos RI, Jumat (6/11). “Upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara pada tanggal 10 November dengan inspektur upacara Presiden RI. Ada enam calon penerima gelar pahlawan tahun 2020, Insya Allah tidak ada perubahan ya,” kata Juliari.

Juliari menyebut, penganugerahan dan pemilihan calon pahlawan nasional ini telah melalui pertimbangan dari Kementerian Sosial dan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Nantinya, upacara penganugerahan ini menurutnya bakal dihelat usai upacara tabur bunga laut yang dilakukan di perairan teluk Jakarta Pukul 08.00 WIB, dan dipimpin langsung oleh inspektur upacara Ketua DPR RI Puan Maharani.

Selain Arnold Mononuwu, ada Sultan Babullah dari Provinsi Maluku Utara dan Machmud Singgirei Rumagesan dari Provinsi Papua Barat. Dalam hal ini Juliari menyebut kedua provinsi ini belum memiliki sosok pahlawan nasional sejauh ini. “Jadi Provinsi Maluku Utara dan Papua Barat Memang belum pernah memiliki pahlawan nasional, dan apabila tidak ada perubahan, Insya Allah kedua pahlawan ini akan diberikan gelar pahlawan nasional di tahun ini,” lanjutnya.

Juliari melanjutkan, gelar pahlawan juga akan diberikan kepada Jenderal Pol (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo yang merupakan Kapolri pertama domisili di DKI Jakarta. Nama Soekanto juga diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Lalu Sutan Mohammad Amin Nasution, dari Provinsi Sumatera Utara. Pria yang kemudian dikenal dengan nama SM Amin itu terlibat dalam ikrar sumpah pemuda bahkan menjadi salah satu panitia kongres untuk kegiatan tersebut. SM Amin juga berprofesi sebagai pengacara yang kerap membantu para pahlawan kemerdekaan saat tertangkap oleh Hindia Belanda di masa penjajahan. Terakhir Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi. Mattaher merupakan sosok panglima perang yang mempunyai peran sentral dalam menumpas kolonial Belanda di Jambi. Kini, namanya abadi dalam sebuah Rumah Sakit yang berlokasi di Kecamatan Telanaipura, Jambi.

Selain memberikan gelar pahlawan nasional, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD juga menyebut Jokowi akan memberikan gelar kehormatan berupa Bintang Mahaputera kepada mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat pada 11 November mendatang. Mahfud juga menambahkan Eks Menteri kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan mendapatkan penghargaan dari Jokowi.(gnr)

-

Artikel Terbaru

AHY Hadiri Media Gathering, Lombok Dapat Ucapan Spesial

Ketua Umum Partai Demokrat Sulut Agus Harimurti Yudhoyono kunjungi Kota Manado.

Gokil! BLACKPINK Joget Ampun Bang Jago

Apa jadinya Jennie, Jisoo, Rose dan Lisa joget dengan lagu Ampun Bang Jago? Eits, bukan hoax! Aksi keempat member BLACKPINK tersebut benar nyata terjadi. Ini terlihat lewat potongan klip singkat yang diunggah di akun Instagram Tokopedia kemarin (24/11).

Bersama Mor-HJP, Bahagia Warga Manado

Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Nomor Urut 3 Mor Dominus Bastiaan-Hanny Jost Pajouw (Mor-HJP) berkomitmen menjadi orang yang paling melayani di Kota Doa dan Berkat.

Foto Simulasi Pencoblosan JPAR-Ai Sarat Rekayasa & Hoax

Wakil Ketua DPD Nasdem Kota Manado Arthur Rahasia secara tegas mengatakan, foto simulasi tatacara pencoblosan kertas suara yang dilakukan calon Wali Kota Manado Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) pada sesi closing statement acara debat publik yang dilaksanakan KPUD Kota Manado Selasa (24/11) malam yang beredar luas di publik adalah hoax dan sarat dengan rekayasa politik semata.

Kemanapun Berkunjung, VAP Selalu Didoakan Warga jadi Pemimpin Sulut

Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh adalah sosok yang tak kenal lelah. Di tengah kesibukannya sebagai calon Gubernur Sulut, VAP-sapaan akrab Panambunan, selalu menyempatkan diri memenuhi undangan dan menjawab keinginan warga.