33.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Ini Kronologi Prajurit TNI Pukul Polwan Polda, Disorot Langsung Panglima Andika Perkasa

MANADOPOST.ID-Beredar viral di media sosial atas aksi pemukulan yang menimpa Polwan Polda Kalteng, Sabtu (4/12) malam. Insiden tersebut membuat heboh masyarakat.

 

Seperti diketahui, aksi pemukulan tersebut berawal ketika anggota Polwan yang sedang melakukan penegakan prokes, dan saat berada di depan sebuah cafe di Jalan Tjilik Riwut perkelahian terjadi, dan anggota berusaha untuk melerai perkelahian hingga akhirnya terkena pukulan.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menanggapi kejadian tersebut Kapenrem 102/Panju Panjung Mayor Inf Mahsun Abadi bersama Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol K. Eko Saputro memberikan klarifikasi. Dalam rilisnya mengatakan, kejadian tersebut hanya kesalahpahaman dan saat ini pihaknya sudah melakukan mediasi.

 

“Kejadian ini terjadi karena merupakan kesalahpahaman antara Anggota Batalyon 631 Antang dengan Polda Kalteng, dan ini menjadi perhatian kita bersama dan untuk kejadian ini akan kita lakukan proses hukum,” ucap Kapenrem 102/Panju Panjung Mayor Inf Mahsun Abadi, Selasa (7/12).

 

Sementara itu Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol K. Eko Saputro menambahkan, berkaitan kejadian ini pihaknya akan menyerahkan semuanya kepada pihak Makorem Panju Panjung, dan saat ini pihaknya sudah melakukan mediasi atas kasus ini.

 

“Kita serahkan semua kasus ini kepada Makorem Panju Panjung, baik berkaitan proses hukum nanti semuanya kita percayakan semua kepada Makorem Panju Panjung, dan TNI dan Polri akan selalu solid dalam membangun negeri dan janganlah kita bercerai berai,” ucapnya.

 

Di tempat lain, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan bakal memberi sanksi jika prajurit TNI terbukti melanggar aturan. “Saya akan proses hukum,” ucap Jenderal Andika saat ditanya soal viral prajurit TNI diduga pukul Polwan di Kalteng, Selasa (7/12/2021).

 

Andika mengatakan baru mendapat informasi tersebut. Dia menegaskan proses hukum segera dilakukan. “Segera,” ucap Andika.

 

Dalam video viral berisi narasi soal Polwan Polda Kalteng diduga dipukul prajurit TNI itu awalnya berisi cerita soal personel Raimas Polda Kalteng yang sedang melakukan patroli pencegahan COVID-19 di Palangka Raya. Dalam perjalanan pulang, personel Raimas membubarkan kerumunan di tengah Jalan Tjilik Riwut Km 02 di depan sebuah kafe.

 

Pengunggah menyebut salah satu personel kepolisian turun dari kendaraan karena adanya perkelahian. Dia mencoba melerai, namun mendapat perlawanan dari orang yang mengaku anggota Batalyon Rider 631 Antang.

 

Unggahan itu juga berisi cerita soal bentrok yang sempat terjadi antara prajurit TNI dan personel Polda Kalteng. Salah satu personel Polda Kalteng sempat melapor kejadian tersebut ke Provos Batalyon Rider 631 Antang. Tetapi, personel Raimas disebut tak mendapat respons baik.

 

Salah satu personel Raimas juga disebut sempat mengeluarkan ponselnya untuk merekam respons dari pihak TNI tersebut. Namun personel Raimas itu disebut mendapat ancaman. Anggota Raimas itu kembali ke Polda Kalteng dan melapor ke pimpinan.

 

Komandan Korem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya memberi penjelasan. Yudianto menerangkan narasi yang viral di media sosial dilebih-lebihkan dari fakta lapangan dan kasus ini sudah diselesaikan dengan perdamaian.

“Cerita sebenarnya itu kan sudah terjadi. Yang beredar itu kan dilebih-lebihkan. Sebenarnya tidak seperti itu,” ujar Yudianto. “Itu kan kesalahpahaman. Anak-anak itu di kafe. Intinya sudah diselesaikan, saya dan Kapolda sudah menyelesaikan. Sudah damai,” sambungnya.(detik/prokal)

MANADOPOST.ID-Beredar viral di media sosial atas aksi pemukulan yang menimpa Polwan Polda Kalteng, Sabtu (4/12) malam. Insiden tersebut membuat heboh masyarakat.

 

Seperti diketahui, aksi pemukulan tersebut berawal ketika anggota Polwan yang sedang melakukan penegakan prokes, dan saat berada di depan sebuah cafe di Jalan Tjilik Riwut perkelahian terjadi, dan anggota berusaha untuk melerai perkelahian hingga akhirnya terkena pukulan.

 

Menanggapi kejadian tersebut Kapenrem 102/Panju Panjung Mayor Inf Mahsun Abadi bersama Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol K. Eko Saputro memberikan klarifikasi. Dalam rilisnya mengatakan, kejadian tersebut hanya kesalahpahaman dan saat ini pihaknya sudah melakukan mediasi.

 

“Kejadian ini terjadi karena merupakan kesalahpahaman antara Anggota Batalyon 631 Antang dengan Polda Kalteng, dan ini menjadi perhatian kita bersama dan untuk kejadian ini akan kita lakukan proses hukum,” ucap Kapenrem 102/Panju Panjung Mayor Inf Mahsun Abadi, Selasa (7/12).

 

Sementara itu Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol K. Eko Saputro menambahkan, berkaitan kejadian ini pihaknya akan menyerahkan semuanya kepada pihak Makorem Panju Panjung, dan saat ini pihaknya sudah melakukan mediasi atas kasus ini.

 

“Kita serahkan semua kasus ini kepada Makorem Panju Panjung, baik berkaitan proses hukum nanti semuanya kita percayakan semua kepada Makorem Panju Panjung, dan TNI dan Polri akan selalu solid dalam membangun negeri dan janganlah kita bercerai berai,” ucapnya.

 

Di tempat lain, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan bakal memberi sanksi jika prajurit TNI terbukti melanggar aturan. “Saya akan proses hukum,” ucap Jenderal Andika saat ditanya soal viral prajurit TNI diduga pukul Polwan di Kalteng, Selasa (7/12/2021).

 

Andika mengatakan baru mendapat informasi tersebut. Dia menegaskan proses hukum segera dilakukan. “Segera,” ucap Andika.

 

Dalam video viral berisi narasi soal Polwan Polda Kalteng diduga dipukul prajurit TNI itu awalnya berisi cerita soal personel Raimas Polda Kalteng yang sedang melakukan patroli pencegahan COVID-19 di Palangka Raya. Dalam perjalanan pulang, personel Raimas membubarkan kerumunan di tengah Jalan Tjilik Riwut Km 02 di depan sebuah kafe.

 

Pengunggah menyebut salah satu personel kepolisian turun dari kendaraan karena adanya perkelahian. Dia mencoba melerai, namun mendapat perlawanan dari orang yang mengaku anggota Batalyon Rider 631 Antang.

 

Unggahan itu juga berisi cerita soal bentrok yang sempat terjadi antara prajurit TNI dan personel Polda Kalteng. Salah satu personel Polda Kalteng sempat melapor kejadian tersebut ke Provos Batalyon Rider 631 Antang. Tetapi, personel Raimas disebut tak mendapat respons baik.

 

Salah satu personel Raimas juga disebut sempat mengeluarkan ponselnya untuk merekam respons dari pihak TNI tersebut. Namun personel Raimas itu disebut mendapat ancaman. Anggota Raimas itu kembali ke Polda Kalteng dan melapor ke pimpinan.

 

Komandan Korem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya memberi penjelasan. Yudianto menerangkan narasi yang viral di media sosial dilebih-lebihkan dari fakta lapangan dan kasus ini sudah diselesaikan dengan perdamaian.

“Cerita sebenarnya itu kan sudah terjadi. Yang beredar itu kan dilebih-lebihkan. Sebenarnya tidak seperti itu,” ujar Yudianto. “Itu kan kesalahpahaman. Anak-anak itu di kafe. Intinya sudah diselesaikan, saya dan Kapolda sudah menyelesaikan. Sudah damai,” sambungnya.(detik/prokal)

Most Read

Artikel Terbaru

/