alexametrics
23.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Satgas Beber 14 Kondisi Tubuh yang Tidak Bisa Diberi Vaksin

MANADOPOST.ID—Sebanyak 15 ribu vaksin Covid-19 telah tiba di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Bahkan pekan depan 8 ribu vaksin juga bakal kembali mendarat guna melindungi masyarakat dari bahwa pandemik Covid-19.

Namun pemberian vaksin Covid-19 saat ini masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Hal ini disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut Steaven Dandel, Kamis (7/1) kemarin.

“Untuk vaksin cepat atau lambat, tidak ada faktor yang mempengaruhi. Nanti jika sudah ada instruksi dari pusat, maka vaksinasi akan dilakukan kepada Nakes. Dan menyuntik 22.104 itu tidak selesai dalam satu hari.

Kami punya pengalaman menyuntik 120.000 vaksin dan selesainya selama 4 bulan. Jadi kalau baru datang 15.000 vaksin itu tidak akan selesai disuntik pada tanggal 13 Januari itu. Jadi masih ada waktu untuk 8.000 vaksin tiba, guna menyelesaikan yang 22.104 itu,” imbuhnya.

Dandel juga menuturkan, pemberian vaksin tidak dilakukan secara sembarangan dengan memperhatikan banyak hal kondisi kesehatan. Menurut Dandel ada syarat kesehatan bagi setiap penerima vaksin Covid-19.

Bahkan sesuai SK Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes 02.02/4/1/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Covid-19, sedikitnya ada 14 kondisi tubuh yang tidak bisa diberi vaksin Covid-19 produksi sinovac.

“Mulai dari pernah terkonfirmasi positif Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani tetapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penyakit jantung, autoimun (lulus, sjogre, vasculitis), penyakit ginjal, reumatik autoimun, penyakit saluran pencernaan kronis, penyakit hipertiroid, penyakit kanker, kelainan darah, defisiensi imun, penerima transfusi, gejala ISPA (Batuk, pilek, sesak napas) 7 hari sebelum vaksinasi, diabetes melitus, HIV dan penyakit paru (asma, tuberkolosis),” ungkapnya.

Bahkan menurut Dandel, untuk komorbid atau penyakit bawaan, seperti hipertensi dan diabetes, pada kondisi tertentu tidak bisa diberikan vaksin.

“Kondisi tertentu itu adalah kalau hipertensi dan gula darahnya sudah terkontrol. Kemudian bagi penyintas Covid-19 juga tidak divaksin karena dianggap telah kebal terhadap virus. Penyintas asumsinya sudah ada kekebalan terhadap virus.

Sementara vaksin tujuannya adalah untuk membentuk kekebalan. Jadi kalau sudah ada kekebalan di dalam tubuh, tidak logis untuk menyuntikkan vaksin supaya dicetus lagi proses pembentukan kekebalannya,” imbuhnya.

Dandel juga menjelaskan bahwa, 14 poin tadi hanya untuk vaksin jenis Sinovac. “Kemungkinan akan berbeda aturan untuk vaksin jenis lainnya. Tapi nanti menunggu petunjuk pusat. Kita di daerah pasti mengikuti apa yang telah diinstruksikan pusat. Begitu juga dengan pemberian vaksin. Jika sudah ada instruksi, maka langsung kita berikan. Nanti pasti akan kita update terus informasinya,” tutup Dandel. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Sebanyak 15 ribu vaksin Covid-19 telah tiba di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Bahkan pekan depan 8 ribu vaksin juga bakal kembali mendarat guna melindungi masyarakat dari bahwa pandemik Covid-19.

Namun pemberian vaksin Covid-19 saat ini masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Hal ini disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut Steaven Dandel, Kamis (7/1) kemarin.

“Untuk vaksin cepat atau lambat, tidak ada faktor yang mempengaruhi. Nanti jika sudah ada instruksi dari pusat, maka vaksinasi akan dilakukan kepada Nakes. Dan menyuntik 22.104 itu tidak selesai dalam satu hari.

Kami punya pengalaman menyuntik 120.000 vaksin dan selesainya selama 4 bulan. Jadi kalau baru datang 15.000 vaksin itu tidak akan selesai disuntik pada tanggal 13 Januari itu. Jadi masih ada waktu untuk 8.000 vaksin tiba, guna menyelesaikan yang 22.104 itu,” imbuhnya.

Dandel juga menuturkan, pemberian vaksin tidak dilakukan secara sembarangan dengan memperhatikan banyak hal kondisi kesehatan. Menurut Dandel ada syarat kesehatan bagi setiap penerima vaksin Covid-19.

Bahkan sesuai SK Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes 02.02/4/1/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Covid-19, sedikitnya ada 14 kondisi tubuh yang tidak bisa diberi vaksin Covid-19 produksi sinovac.

“Mulai dari pernah terkonfirmasi positif Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani tetapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penyakit jantung, autoimun (lulus, sjogre, vasculitis), penyakit ginjal, reumatik autoimun, penyakit saluran pencernaan kronis, penyakit hipertiroid, penyakit kanker, kelainan darah, defisiensi imun, penerima transfusi, gejala ISPA (Batuk, pilek, sesak napas) 7 hari sebelum vaksinasi, diabetes melitus, HIV dan penyakit paru (asma, tuberkolosis),” ungkapnya.

Bahkan menurut Dandel, untuk komorbid atau penyakit bawaan, seperti hipertensi dan diabetes, pada kondisi tertentu tidak bisa diberikan vaksin.

“Kondisi tertentu itu adalah kalau hipertensi dan gula darahnya sudah terkontrol. Kemudian bagi penyintas Covid-19 juga tidak divaksin karena dianggap telah kebal terhadap virus. Penyintas asumsinya sudah ada kekebalan terhadap virus.

Sementara vaksin tujuannya adalah untuk membentuk kekebalan. Jadi kalau sudah ada kekebalan di dalam tubuh, tidak logis untuk menyuntikkan vaksin supaya dicetus lagi proses pembentukan kekebalannya,” imbuhnya.

Dandel juga menjelaskan bahwa, 14 poin tadi hanya untuk vaksin jenis Sinovac. “Kemungkinan akan berbeda aturan untuk vaksin jenis lainnya. Tapi nanti menunggu petunjuk pusat. Kita di daerah pasti mengikuti apa yang telah diinstruksikan pusat. Begitu juga dengan pemberian vaksin. Jika sudah ada instruksi, maka langsung kita berikan. Nanti pasti akan kita update terus informasinya,” tutup Dandel. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/