24.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Banner Mobile (Anymind)

Banyak yang Ragu Ferdinand Hutahaean Seorang Muslim dan Mualaf, Dia Kembali Angkat Suara

- Advertisement -

Berikut pernyataan lengkap Ferdinand Hutahaean:

“Soal ragu-meragukan, itu hak tiap orang. Saya sudah berkali-kali bilang selama ini saya tidak pernah mau mendeklarasikan diri siapa, orang mau bicara saya enggak sekolah, saya tidak mau tanggapi, saya tidak perlu itu di dalam kehidupan saya.

Saya harus menjelaskan siapa kepada orang lain, tetapi yang menjalani kehidupan adalah saya. Saya hidup untuk diri saya dan hubungan saya dengan Tuhan saya adalah urusan pribadi. Kalau orang meragukan, itu hak mereka, tidak apa-apa.

Semua kosekuensi kehidupan ini akan kita terima pada waktunya nanti.

- Advertisement -

Ketika kita ragu ini, kita ragu itu, kita tidak percaya itu. Semua itu akan mengandung sebuah konsekuensi, apakah kita terima di masa kehidupan atau akan kita terima nanti pada akhirnya ketika kita berpindah ke alam lain.

Masalah orang menjalankan agamanya secara benar atau tidak, kan, itu tegantung hidup masing-masing. Banyak juga orang yang sudah sejak awal memeluk agama tertentu, tetapi tidak pernah menjalankan apa yang menjadi hal yang diatur di dalam agama tersebut.

Apalagi yang berpindah dan masih belajar, ya itu lah kehidupan. Bagi saya tidak masalah kalau pun diragukan. Saya hanya meminta konsekuensi dari keraguan itu, tentu akan diterima apakah di alam kehidupan ini atau alam kehidupan berikutnya.” (cr3/jpnn)

Berikut pernyataan lengkap Ferdinand Hutahaean:

“Soal ragu-meragukan, itu hak tiap orang. Saya sudah berkali-kali bilang selama ini saya tidak pernah mau mendeklarasikan diri siapa, orang mau bicara saya enggak sekolah, saya tidak mau tanggapi, saya tidak perlu itu di dalam kehidupan saya.

Saya harus menjelaskan siapa kepada orang lain, tetapi yang menjalani kehidupan adalah saya. Saya hidup untuk diri saya dan hubungan saya dengan Tuhan saya adalah urusan pribadi. Kalau orang meragukan, itu hak mereka, tidak apa-apa.

Semua kosekuensi kehidupan ini akan kita terima pada waktunya nanti.

Ketika kita ragu ini, kita ragu itu, kita tidak percaya itu. Semua itu akan mengandung sebuah konsekuensi, apakah kita terima di masa kehidupan atau akan kita terima nanti pada akhirnya ketika kita berpindah ke alam lain.

Masalah orang menjalankan agamanya secara benar atau tidak, kan, itu tegantung hidup masing-masing. Banyak juga orang yang sudah sejak awal memeluk agama tertentu, tetapi tidak pernah menjalankan apa yang menjadi hal yang diatur di dalam agama tersebut.

Apalagi yang berpindah dan masih belajar, ya itu lah kehidupan. Bagi saya tidak masalah kalau pun diragukan. Saya hanya meminta konsekuensi dari keraguan itu, tentu akan diterima apakah di alam kehidupan ini atau alam kehidupan berikutnya.” (cr3/jpnn)

Most Read

Artikel Terbaru

/