alexametrics
25.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ini Hasil Investigasi Kasus Dugaan Korupsi Heli AW 101, Jokowi Minta Gatot Nurmantyo Bongkar

MANADOPOST.ID – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo angkat suara terkait kasus dugaan korupsi pembelian Helikopter Augusta Westland (AW)-101 yang penyidikannya dihentikan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Dilansir dari Pojoksatu.id (jaringan Manado Post), Gatot Nurmantyo mengungkapkan, hal tersebut berawal dari sidang kabinet sekitar tahun 2016 yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam sidang kabinet tersebut, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna memaparkan rencana pembelian helikopter VVIP.

Menurut Gatot Nurmantyo, berdasarkan hasil diskusi, Jusuf Kalla menyebut harga heli tersebut terlalu mahal dan bekas dibeli India, namun dikembalikan kepada Airbus karena kasus korupsi pada 2012 lalu. Sementara itu, Jokowi tidak menghendaki dan mengimbau agar tidak membeli lagi heli VVIP.

“Akhirnya Presiden tegaskan batal, tidak boleh lagi. Satu, harganya terlalu mahal dalam kondisi sekarang, kemudian kita masih bisa gunakan Puma,” kata Gatot Nurmantyo, dikutip  dari kanal YouTube Refly Harun pada Sabtu (8/1/2022).

Gatot Nurmantyo mengatakan, satu Heli AW-101 dibanderol harga lebih dari Rp700 miliar.

“Berdasarkan hasil sidang kabinet tersebut, saya membuat surat kepada KASAU supaya tidak ditindaklanjuti rencana pembelian, jadi dibatalkan,” ujarnya.

Namun, pada akhir 2016 terjadi keributan. Kemudian, Gatot Nurmantyo dipanggil oleh Jokowi ke Istana pada awal 2017.

MANADOPOST.ID – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo angkat suara terkait kasus dugaan korupsi pembelian Helikopter Augusta Westland (AW)-101 yang penyidikannya dihentikan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Dilansir dari Pojoksatu.id (jaringan Manado Post), Gatot Nurmantyo mengungkapkan, hal tersebut berawal dari sidang kabinet sekitar tahun 2016 yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam sidang kabinet tersebut, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna memaparkan rencana pembelian helikopter VVIP.

Menurut Gatot Nurmantyo, berdasarkan hasil diskusi, Jusuf Kalla menyebut harga heli tersebut terlalu mahal dan bekas dibeli India, namun dikembalikan kepada Airbus karena kasus korupsi pada 2012 lalu. Sementara itu, Jokowi tidak menghendaki dan mengimbau agar tidak membeli lagi heli VVIP.

“Akhirnya Presiden tegaskan batal, tidak boleh lagi. Satu, harganya terlalu mahal dalam kondisi sekarang, kemudian kita masih bisa gunakan Puma,” kata Gatot Nurmantyo, dikutip  dari kanal YouTube Refly Harun pada Sabtu (8/1/2022).

Gatot Nurmantyo mengatakan, satu Heli AW-101 dibanderol harga lebih dari Rp700 miliar.

“Berdasarkan hasil sidang kabinet tersebut, saya membuat surat kepada KASAU supaya tidak ditindaklanjuti rencana pembelian, jadi dibatalkan,” ujarnya.

Namun, pada akhir 2016 terjadi keributan. Kemudian, Gatot Nurmantyo dipanggil oleh Jokowi ke Istana pada awal 2017.

Most Read

Artikel Terbaru

/