25C
Manado
Selasa, 2 Maret 2021

Banyak Nakes Tak Lolos Screening, Hipertensi `Gagalkan` Vaksinasi

MANADOPOST.ID—Pasca dilaunching pekan lalu, vaksinasi Covid-19 sudah menyasar sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Minsel. Namun, meskipun telah dijadwalkan untuk vaksinasi, ternyata masih banyak nakes gagal divaksin.

Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Minsel dr Erwin Schouten, nakes yang ditemukan tidak memenuhi syarat dalam tahapan screening tidak bisa dilakukan vaksinasi. “Dalam screening sebelum dilakukan vaksinasi itu ada 30 item pertanyaan bagi pasien. Itu dinilai petugas vaksin, kalau dari situ ada yang tidak memenuhi syarat maka belum bisa dilakukan vaksinasi Covid-19,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat pekan lalu.

Dibeberkannya, berdasarkan hasil screening vaksinasi yang sudah digelar beberapa pekan lalu, ada tiga permasalahan.

“Rata-rata yang tidak bisa divaksin waktu launching yaitu karena memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), gula tinggi, dan penyakit bawaan. Tapi paling banyak itu kita dapatkan karena hipertensi. Baru-baru ini sejumlah nakes di puskesmas yang hendak divaksin banyak yang tidak jadi karena hipertensi,” bebernya.

Penyuntikan Vaksin Sinovac di Minsel, tambah Schouten ditargetkan seminggu setelah launching. “Kita targetkan vaksinasi paling lambat seminggu untuk dosis pertama. Karena setiap hari hanya bisa batas 20 orang per hari. Dosis kedua diberikan 14 hari setelah dosis pertama diberikan,” tukasnya.

Terpisah Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Djunaedy Watung menambahkan, untuk gejala yang ditimbulkan setelah pelaksanaan vaksin, secara teori ada tiga.

“Pertama kelelahan, kedua demam ringan dan gangguan neurologis atau gangguan saraf wajah tapi itu paling kecil dan paling sedikit sekali dilaporkan selama vaksinasi di Indonesia. Khusus untuk Minsel, baru satu gejala yang paling sering dilaporkan yaitu kelelahan,” imbuhnya.(rgm/gel)

Artikel Terbaru