25C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Tambang Berdarah! Cukong Adu Kuat, Kepala Warga Bocor Kena Sajam

MANADOPOST.ID-Aparat penegak hukum wajib tegas. Aksi cukong tambang makin beringas di Sulut. Terbukti, kasus sengketa di lokasi tambang kembali menimbulkan korban, yang diduga kuat akibat perintah si ‘Bos’ bisnis haram ini.

Kejadian penganiayaan tersebut terjadi di lokasi pertambangan Alason, Ratatotok Satu, Kecamatan Ratatotok, Mitra. Yang menyebabkan korban Berry Bertandus (43), mengalami luka bocor di bagian kepala, akibat senjata tajam jenis cakram.

Informasi dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama rekannya, mendatangi lokasi pertambangan yang sedang disengketakan, Minggu (7/2) kemarin. Ko Berry sapaannya, melihat adanya alat berat sedang bekerja.

Kemudian mereka pergi bertemu dua orang lelaki yang menjaga alat berat tersebut. Hal ini dikatakan rekan korban Adri Ruindungan (39). Menurutnya yang biasa disapa Sepo, kedua lelaki tersebut sedang memegang senjata tajam jenis cakram. “Korban (Berry, red) menegur salah seorang dari mereka. Dia bilang, bro jangan dulu bekerja di lokasi ini karena masih dalam proses sengketa,” kata Adri menirukan.

Kemudian mereka mengatakan bahwa hanya melaksanakan tugas dari bosnya. “Katanya hanya disuruh bos mereka. Kemudian alat berat jenis exavator dan kedua lelaki tersebut, langsung meninggalkan lokasi,” terangnya.

Lanjut Adri yang menjadi saksi, dalam perjalanan balik, mereka dihadang sekelompok massa dan mengepung. “Sekira 50 orang sambil memegang senjata tajam jenis tombak dan cakram. Nah tiba-tiba, saya dengar suara korban berteriak. Dia bilang, “Sepo, so basah (berdarah, red) kita”. Disitu, saya mendekati korban yang memang sudah mengeluarkan darah dari bagian kepala,” urainya.

Tak lama, tambah saksi, datanglah beberapa orang. Yakni Erwin Tendean dan Jems Kembar. Kemudian menyuruh untuk menghentikan penganiayaan yang terjadi. Sesudah itu, rekan korban yang lain berdatangan. Ada Ronald Wonok, Oding Sambeka, Angki Lumintang, Dani Worotikan. Korban langsung dibawa ke RSUP Ratatotok Buyat oleh rekan-rekannya.

Sementara itu, diduga kuat permasalahan terjadi akibat adanya sengketa lahan di lokasi kejadian. Antara WS alias Wayan dan MW alias Michael, yang telah bersidang di Pengadilan Negeri Tondano. Dengan putusan, Michael menang, dan Wayan sedang melakukan banding di PT Manado.

Dan dari informasi yang dihimpun, Michael didanai YO alias Yandri. Sedangkan Wayan didanai R alias Roland dan BB sebagai manager, diberi kuasa Roland untuk mengurus usahanya di Alason tersebut.

Pelaku penyerangan sampai kini belum diketahui identitasnya. Korban sendiri mengalami luka akibat serangan senjata tajam. Dan saat ini Satreskrim Polres Minahasa Tenggara sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

Terkait hal ini, Kapolres Mitra AKBP Rudi Hartono membenarkan adanya kasus tersebut. Yakni penganiayaan menggunakan senjata tajam di lokasi pertambangan Alason. “Untuk para pelaku penganiayaan terhadap Berry Bertandus sudah kita kantongi. Saat ini, kasusnya masih dalam penyelidikan. Dan kedua belah pihak saling melapor,” beber Hartono.

“Aparat penegak hukum jangan tutup mata. Masalah berulang kali terjadi. Usut beking tambang, jangan buat masyarakat jadi korban,” kunci warga lokasi tambang yang selalu resah. (ctr-02/gnr)

Artikel Terbaru