26C
Manado
Senin, 19 April 2021

Waspada! Predator Anak Orang Dekat

MANADOPOS.ID— Anak perempuan di bawah umur seharusnya dijaga agar terhindar dari aksi bejat oknum ‘predator seks’. Namun belakangan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara ditemukan kasus pencabulan/perkosaan justru melibatkan orang dekat korban. Salah satunya yaitu orangtua korban.

Data yang dihimpun Manado Post selang Januari-April 2021, ada beberapa kasus yang telah diendus kepolisian. Terbaru, seorang lelaki berinisial CS alias Chris (35) warga Desa Waleo Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara, dilaporkan ke Polres Minahasa Utara (Minut) atas kasus dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap seorang anak di bawah umur.

Tersangka CS kemudian diamankan oleh Tim Resmob Polres Minut pada hari Selasa, 6 April 2021, di wilayah Tondano, berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP.Kap/26/IV/2021/RESKRIM. Sebelumnya, usai melakukan aksinya, tersangka sempat melarikan diri dan bersembunyi di wilayah Tondano Minahasa.

Kejadian kasus pencabulan itu sendiri dilakukan tersangka di rumahnya di Desa Waleo, pada hari Senin, 19 Maret 2021 sekitar pukul 16.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan penangkapan terhadap tersangka. “Tersangka sudah diamankan dan dibawa ke Mapolres Minahasa Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya. Tersangka dikenakan Pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 17 Tahun 2016, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000.

Beberapa hari sebelum kejadian di atas, Tim Resmob Polres Bitung mengamankan lelaki TT (44), warga Madidir atas dugaan kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak kandungnya berusia 14 tahun. TT alias Tomi (44) ditangkap Tim Resmob Sat Reskrim Polres Bitung berdasarkan laporan pengaduan ibu kandung korban. Warga di salah satu Kelurahan wilayah Kecamatan Madidir Kota Bitung tersebut ditangkap Tim Resmob Sat Reskrim Polres Bitung di rumahnya pada Senin (5/4). Sesuai laporan keterangan korban kepada ibunya yang kemudian dilaporkan ke Polisi, tersangka mengaku mencabuli korban dengan cara memegang bagian vital lalu menyetubuhinya.

Perbuatan tak bermoral tersebut sudah terjadi sebanyak 3 kali dimana saat itu korban dipaksa untuk melayani nafsu bejat sang ayah.

“Peristiwa tersebut terjadi di rumah TT alias Tomi dimana yang bersangkutan memaksa putri kandungnya untuk berhubungan intim,” jelas Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Frely Sumampow. Saat ini TT alias Tomi sudah diamankan di Mapolres Bitung dan sudah dilakukan pemeriksaan untuk proses penyidikan lanjut. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuataannya, TT kita kenakan pasal 76 E Jo pasal 82 ayat 2 Perpu No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukum 15 tahun penjara,” tegas Kasat Reskrim.

Data lainnya, juga terkait keterlibatan seorang lelaki warga Desa Gangga 2 Likupang Barat, Minahasa Utara berinisial MB alias Pompong (50) yang berprofesi sebagai seorang tukang, tega melakukan aksi pencabulan terhadap seorang bocah di bawah umur. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Gangga 2, yang kemudian dilaporkan oleh keluarga korban berdasarkan Laporan Polisi LP nomor: 116 /lll/2021, tanggal 23 Maret 2021.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Resmob Polres Minahasa Utara dipimpin Kanit Resmob Aiptu Jefri Bassay langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka, yang berada di Desa Kema III Kecamatan Kema, Rabu (24/3/2021). Tersangka selanjutnya dibawa oleh Tim Resmob ke Polres Minut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Maret lalu, Tim Resmob Polres Bitung juga menangkap AS (55), pelaku pencabulan terhadap 2 perempuan dibawah umur, Kamis (25/03/2021) sore. Pelaku diamankan tanpa perlawanan di rumahnya, Lingkungan I Sagerat, Matuari, Bitung, sekitar pukul 15.30 WITA. Penangkapan ini berdasarkan laporan korban di Polres Bitung, beberapa waktu lalu.

Diketahui, pelaku mencabuli ND (15) dan RK (19), keduanya warga Sagerat, pada Oktober 2019 silam, di rumah pelaku. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bitung AKP Frelly Sumampouw membenarkan hal tersebut.

Lanjutnya, pelaku dijerat pasal 76 (e) Jo pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Pelaku mengakui semua perbuatannya. Selanjutnya pelaku diamankan di Mapolres untuk diperiksa lebih mendalam,” tandas kasatreskrim.

Kejadian bejat ini juga terjadi di wilayah Minahasa Selatan sebelumnya. Seorang pria berinisial AK (42), warga Boyong Pante, Sinonsayang, Minahasa Selatan, diamankan Polsek Sinonsayang. Pasalnya, AK diduga kuat melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap seorang wanita penyandang gangguan mental, sebut saja Bunga (19), warga setempat.

Kapolsek Sinonsayang Iptu Teddy Malamtiga mengatakan, kejadiannya pada Februari dan Maret 2021, di Boyong Pante. “Pelaku menyetubuhi korban di perkebunan jagung Desa Boyongpante,” ujarnya. Lanjut Kapolsek, pelaku kini sudah ditahan di Mapolsek. “Tersangka sudah ditahan untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tutup Kapolsek.

Bergeser ke wilayah Bolmong Raya. FM alias Ari (23), warga Solimandungan I, Bolaang, Bolaang Mongondow ditangkap personel Polsek Passi atas kasus membawa lari dan menyetubuhi perempuan dibawah umur, Kamis (11/2). Kapolsek Passi Iptu M. Rosid saat itu mengatakan, korbannya seorang pelajar berumur 13 tahun, warga salah satu desa di Passi Barat. “Kejadiannya, pada Rabu (10/02) sekitar pukul 23.00 WITA. Pelaku membawa lari korban saat kedua orang tuanya tidur. Korban dibawa ke Desa Muntoi lalu disetubuhi oleh pelaku,” kata kapolsek. Saat terbangun, keduanya sangat terkejut karena korban tidak berada di kamar. Kedua orang tua korban yang khawatir langsung berupaya melakukan pencarian.

“Sekitar pukul 03.00 WITA Kamis dini hari, korban didapati di Desa Muntoi bersama dengan pelaku,” terang Kapolsek. Seketika itu juga orang tua korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Passi. Laporan direspons cepat oleh personel dengan melakukan penangkapan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek. “Pelaku telah diamankan di Mapolsek Passi untuk diperiksa lebih lanjut oleh Unit Reskrim,” pungkas Kapolsek.

Kembali ke Kota Bitung. Seorang ayah di Kota Bitung tega mencabuli anak kandungnya sendiri. Diketahui Bunga (nama samaran) yang kini berusia 17 tahun, digauli ayah kandungnya sendiri, lelaki berinisial MM (32), sejak tahun 2017. Peristiwa ini terbongkar ketika korban yang berstatus sebagai pelajar ini, menceritakan kejadian tersebut kepada wali kelasnya di sekolah.

Dalam kesaksiannya kepada wali kelas, korban yang saat itu akan meminjam uang untuk pulang ke tempat ibu kandungnya yang berada di Ternate, menceritakan aksi bejat sang ayah kandung kepada wali kelas. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan wali kelas korban ke Polres Bitung. Mendapat laporan pengaduan tersebut, Satuan Reskrim Polres Bitung langsung bergerak dan mengamankan tersangka pada Selasa siang, (9/2). Saat diamankan, tersangka mengakui jika tindakannya itu dilakukan dalam pengaruh mabuk. Tersangka diketahui memiliki isteri ketiga.

Masih di awal-awal tahun. Polres Kotamobagu mengamankan tersangka pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur, sebut saja Mawar berusia 14 tahun, yang terjadi di wilayah Pobundayan, Januari lalu. Tersangka berinisial IS (53) yang berprofesi sebagai tukang, diamankan di rumahnya, di Desa Ikhwan Kecamatan Dumoga Barat Kabupaten Bolaang Mongondow pada hari Selasa, 12 Januari 2021 sekitar pukul 18.30 Wita.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah lokasi usaha pembuatan kursi ukir, pada hari Kamis, 3 September 2020 pukul 20.00 Wita. Penangkapan berdasarkan Laporan Polisi Nomor 776/XI/2020/Sulut/Res Kotamobagu, yang dibuat orang tua korban tertanggal 13 November 2020 dan Sprin Kap Nomor 02/l/2021/Sulut/Res Kotamobagu.

Saat proses penangkapan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Kotamobagu AKP Angga Maulana, tersangka tidak melakukan perlawanan. Tersangka kemudian dibawa oleh petugas ke Mapolres Kotamobagu.

Di Lolak, Bolmong, anak berusia 2 tahun di Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), tega dicabuli ayah kandung sendiri. Hal itu sebagaimana dibenarkan oleh Kapolsek Lolak AKP Muhammad Maulana Miraj, melalui Kanit Reskrim AIPDA Sandi Lantong. Menurutnya, kasus tersebut terjadi sekitar Januari 2021, di mana korban yang baru berumur 2 tahun mengeluh sakit pada kemaluannya, sehingga pelapor yang merupakan ibu kandung korban menanyakan apa yang yang menjadi penyebab hal tersebut.

Usai mendapat jawaban dari korban, ibu kandung korban langsung membuat laporan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bolmong dan selanjutnya melaporkan ke Polsek Lolak.

“Kasus tersebut sudah dilaporkan pada tanggal 8 Maret 2021, selanjutnya oleh penyidik dilakukan penyelidikan lebih mendalam dengan melakukan Visum et Repertum (VER) dan pemeriksaan saksi. Setelah memperoleh 2 alat bukti yang cukup, pada hari Senin (15/3), tersangka dijemput oleh penyidik Polsek Lolak di rumahnya untuk dilakukan pemeriksaan dan selanjutnya dilakukan penahanan,” ujarnya.

Kepala DP3A Bolmong Farida Mooduto mengatakan, korban anak yang masih kecil usia 2 tahun tersebut seharusnya disayangi dan dilindungi. “Korban tetap kami dampingi bersama ibu korban yang sangat terpukul dengan kejadian ini,” imbuhnya. Dia pun meminta agar pelaku dapat diberi sanksi yang berat atas perbuatannya tersebut. “Dalam proses hukum diharapkan, baik Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan untuk memberikan sanksi yang berat kepada terduga pelaku, kalau bisa hukum kebiri,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menyesalkan berbagai peristiwa bejat itu. “Semua tersangka sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kombes Abast. Ia juga berpesan kepada para orangtua agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap pergaulan anak-anaknya. “Jangan sampai terlibat kenakalan remaja, seperti mabuk, narkoba, premanisme dan seks bebas,” pesan Kabid Abast.(gnr)

Artikel Terbaru