26.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Pilkada Cetak Sejarah

MANADOPOST.ID—Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sulut siap cetak sejarah, Rabu (9/12), esok. Di Pilgub Sulut, jika pasangan calon (Paslon) Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK) terpilih, bakal jadi pasangan Cagub-Cawagub dua periode berturut-turut. Sebelumnya, mantan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundang (SHS) terpilih dua periode.

Hanya saja, periode pertama 2005-2010 berpasangan dengan Freddy Sualang. Periode kedua 2010-2015, bersama Djouhari Kansil. Bila Christiany Eugenia Paruntu (CEP) atau Vonnie Anneke Panambunan (VAP) terpilih, jadi perempuan pertama pimpin Sulut. Peluang mengikuti jejak Rektor Unsrat Prof Ellen Kumaat dan Rektor Unima Prof Deitje Katuuk.

Pakar Politik Sulut Dr Stefanus Sampe mengakui Pilkada tahun ini sangat berbeda dari yang pernah tercipta. Sejarah dikatakannya memang siap terjadi pada Pilkada kali ini. Akan tetapi menurut dia, pasangan siapapun terpilih, Pilkada Sulut akan menjadi catatan sejarah.

“Namun demikian, yang diperlukan publik bukan hanya sekedar catatan sejarah, tetapi apakah pasangan-pasangan ini kalau terpilih nanti, akan benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat Sulut ke arah yang lebih baik nanti,” tutur Sampe.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Olehnya, dengan membawa kebaikan dan kemakmuran masyarkat inilah yang akan menjadi catatan sejarah yang lebih penting dan akan diingat masyarakat sepanjang masa. “Maka, mari kita ambil bagian dalam Pilkada tahun ini dan tentukan pilihan yang bisa membawa arah pembangunan Sulut semakin maju,” sarannya.

Pilkada khususnya Pilgub Sulut, dipastikan menarik. Karena bakal menjadi perhatian nasional. “Pilkada kali ini pasti akan sangat menarik perhatian nasional, khususnya para politikus di tingkat pusat. Karena beberapa kandidat yang mengikuti pilkada ini juga merupakan politikus-politikus di tingkat pusat. Dan hasil pilkada di Sulut ini, akan menjadi referensi bagi parpol dan politikus untuk pemilu dan pilkada serentak berikutnya,” paparnya.

Senada, Dr Valentino Lumowa menilai setiap kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulut ketika terpilih, akan menggurat noktah dalam sejarah demokrasi. Dikatakannya jika Olly-Steven terpilih, maka memperpanjang keselarasan sebagai pasangan eksekutif. Jika CEP-Sehan atau VAP-Hendry terpilih, maka Provinsi Sulut akan dipimpin perempuan eksekutif pertama.

“Namun, pepatah Prancis mengungkap bahwa L’histoire se répète (sejarah mengulang dirinya, red). Maknanya, sejarah mempunyai kecenderungan asal untuk mengulang dirinya,” ungkap Lumowa. Dalam sejarah akan diikuti keberulangan.

Demikian, dalam linieritas waktu menjadi yang pertama adalah fakta, namun bukanlah yang utama. Artinya, tak lain adalah sejauh mana mandat rakyat yang diberikan nanti lewat pesta demokrasi, dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pertanggungjawaban moral. Wujudnya tak lain merujuk pada pelayanan terhadap masyarakat secara prima, bermutu, taat hukum, inovatif, dan berkelanjutan.

“Banyak agenda menanti cita, karsa dan karya dari sang calon pemimpin. Misalnya, pemulihan ekonomi daerah setelah pandemi, jaminan vaksin secara merata dan adil, pengejawantahan jaring pengaman sosial yang tepat sasaran, pemenuhan SPM dan SDG’s, serta membawa provinsi ini mencapai apa yang ditetapkan dalam tahap terakhir RPJPD 2005-2025,” jelasnya.

Lanjutnya, mengeluarkan provinsi ini dari himpitan pandemi juga sangat dinanti. Secara inovatif dan memastikan peran para kepala daerah bukan hanya di Indonesia. Tapi juga, di kawasan ASEAN dan Pasifik merupakan rekor sejarah yang menanti untuk dipecahkan.

“Ini tantangan cipta noktah sejarah yang lebih substansial. Bukankah sudah sejak Dr. G.S.S.J. Ratulangi asa ini dipatrikan? Semoga potensi ini tidak perlu menunggu satu dekade untuk menjadi aktualisasi,” harapnya.

Bagaimana dengan kabupaten/kota lain?. Di Manado, PDI-P yang mengusung Andrei Angouw dan Richard Sualang (AA-RS) masih penasaran. Sejak Pilwako 2005, selalu kalah. AA-RS pun mengejar kemenangan perdana. Pun, NasDem yang mengusung Paulina Runtuwene dan gaco PG Sonya Kembuan, kans cetak sejarah wali kota perempuan pertama.

Paslon Nomor Urut Tiga termuda di Pilwako Manado, Mor Dominus Bastiaan dan Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) kejar hatrrick. Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Kota Manado Noortje Van Bone (NVB) mengatakan, angka 3 juga sejalan dengan harapan PD yang ingin meraih kemenangan ketiga kalinya, setelah sebelumnya menang di Pilwako Manado tahun 2010 dan tahun 2016 bersama Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL).

Senada di Kota Tomohon. Banteng yang mengusung Caroll Senduk dan Wenny Lumentut ngotot ingin mengalahkan Partai Golkar (PG) pertama kali. PG yang mengusung Jilly Gabriella Eman-Virgie Baker (JGE-VB), calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Tomohon, kejar tiga rekor.

Pertama, sebagai Paslon perempuan pertama. Kedua, wali kota perempuan. Ketiga, JGE potensi mengikuti jejak wali kota termuda se-Indonesia asal Tanjung Balai M Syahrial SH MH yang masih berusia 26 tahun saat dilantik. Sekarang Syahrial sudah berusia 32 tahun, lebih tua dua tahun dari JGE (30).

Pengamat Politik Josef Kairupan tak menyangsikan keberadaan generasi milenial yang terus mendobrak seluruh sisi dan sendi negara, baik dalam kancah perpolitikan, usaha hingga terjun langsung ke roda birokrasi.

“Kalangan milenial tak bisa dipungkiri kini menjadi bagian dalam proses bernegara. Ada yang muncul dan expert di bidang-bidang tertentu, pelaku usaha skala internasional, politisi, artis hingga kepala daerah,” ungkap Kairupan.

Dirinya memberikan sejumlah analisa positif soal keunggulan kalangan milenial. Kalangan milenial diyakini lebih toleran terhadap perbedaan. Responsif dan tanggap terhadap berbagai hal yang tengah hangat, enerjik dan tentunya gesit kala menjalankan roda pemerintahan.

“Dari sisi usia memang, generasi ini lebih luwes dan enerjik pergerakannya. Lebih open minded, artinya secara terbuka menerima perbedaan di tengah kemajemukan. Responsif pada hal-hal yang dirasa belum sesuai harapan, ada itikad menjalankan sesuatu, sesuai dengan koridor yang ditetapkan,” urainya.

Di Minut PDI-P yang mendukung Joune Ganda dan Kevin Lotulung kans untuk kemenangan perdana di Minut. Pun, jagoan Shintia Rumumpe-Netty Pantow ingin menciptakan rekor sebagai Paslon perempuan pertama di Bumi Tumatenden. Di Bitung, Victorine Lengkong potensi jadi wali kota perempuan pertama di Kota Cakalang.

Di Boltim, Amalia Landjar (29) bersaing mengejar rekor bupati termuda, bersama Calon Bupati Rezita Meylani Yopi (26), asal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau. Kini tengah digadang-gadang menjadi calon kepala daerah termuda se-Indonesia. Tak kalah menariknya, dari sisi profesi, dua tokoh agama dari Gereja Masehi Injili di Minahasa, Cawagub Sulut Pdt Hendry Runtuwene dan Cawabup Minsel Pdt Petra Rembang, akan menjadi kepala daerah pertama dari GMIM, khususnya yang pernah masuk struktur Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS).

Pun demikian, profesi wartawan. Cabup Boltim Suhendro Boroma yang juga Direktur Jawa Pos Group dan Cawawali Tomohon Virgie Baker, eks presenter Metro TV, kans menorehkan profesi jurnalis menempati posisi tertinggi di eksekutif. (cw-01/vip)

 

MANADOPOST.ID—Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sulut siap cetak sejarah, Rabu (9/12), esok. Di Pilgub Sulut, jika pasangan calon (Paslon) Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK) terpilih, bakal jadi pasangan Cagub-Cawagub dua periode berturut-turut. Sebelumnya, mantan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundang (SHS) terpilih dua periode.

Hanya saja, periode pertama 2005-2010 berpasangan dengan Freddy Sualang. Periode kedua 2010-2015, bersama Djouhari Kansil. Bila Christiany Eugenia Paruntu (CEP) atau Vonnie Anneke Panambunan (VAP) terpilih, jadi perempuan pertama pimpin Sulut. Peluang mengikuti jejak Rektor Unsrat Prof Ellen Kumaat dan Rektor Unima Prof Deitje Katuuk.

Pakar Politik Sulut Dr Stefanus Sampe mengakui Pilkada tahun ini sangat berbeda dari yang pernah tercipta. Sejarah dikatakannya memang siap terjadi pada Pilkada kali ini. Akan tetapi menurut dia, pasangan siapapun terpilih, Pilkada Sulut akan menjadi catatan sejarah.

“Namun demikian, yang diperlukan publik bukan hanya sekedar catatan sejarah, tetapi apakah pasangan-pasangan ini kalau terpilih nanti, akan benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat Sulut ke arah yang lebih baik nanti,” tutur Sampe.

Olehnya, dengan membawa kebaikan dan kemakmuran masyarkat inilah yang akan menjadi catatan sejarah yang lebih penting dan akan diingat masyarakat sepanjang masa. “Maka, mari kita ambil bagian dalam Pilkada tahun ini dan tentukan pilihan yang bisa membawa arah pembangunan Sulut semakin maju,” sarannya.

Pilkada khususnya Pilgub Sulut, dipastikan menarik. Karena bakal menjadi perhatian nasional. “Pilkada kali ini pasti akan sangat menarik perhatian nasional, khususnya para politikus di tingkat pusat. Karena beberapa kandidat yang mengikuti pilkada ini juga merupakan politikus-politikus di tingkat pusat. Dan hasil pilkada di Sulut ini, akan menjadi referensi bagi parpol dan politikus untuk pemilu dan pilkada serentak berikutnya,” paparnya.

Senada, Dr Valentino Lumowa menilai setiap kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulut ketika terpilih, akan menggurat noktah dalam sejarah demokrasi. Dikatakannya jika Olly-Steven terpilih, maka memperpanjang keselarasan sebagai pasangan eksekutif. Jika CEP-Sehan atau VAP-Hendry terpilih, maka Provinsi Sulut akan dipimpin perempuan eksekutif pertama.

“Namun, pepatah Prancis mengungkap bahwa L’histoire se répète (sejarah mengulang dirinya, red). Maknanya, sejarah mempunyai kecenderungan asal untuk mengulang dirinya,” ungkap Lumowa. Dalam sejarah akan diikuti keberulangan.

Demikian, dalam linieritas waktu menjadi yang pertama adalah fakta, namun bukanlah yang utama. Artinya, tak lain adalah sejauh mana mandat rakyat yang diberikan nanti lewat pesta demokrasi, dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pertanggungjawaban moral. Wujudnya tak lain merujuk pada pelayanan terhadap masyarakat secara prima, bermutu, taat hukum, inovatif, dan berkelanjutan.

“Banyak agenda menanti cita, karsa dan karya dari sang calon pemimpin. Misalnya, pemulihan ekonomi daerah setelah pandemi, jaminan vaksin secara merata dan adil, pengejawantahan jaring pengaman sosial yang tepat sasaran, pemenuhan SPM dan SDG’s, serta membawa provinsi ini mencapai apa yang ditetapkan dalam tahap terakhir RPJPD 2005-2025,” jelasnya.

Lanjutnya, mengeluarkan provinsi ini dari himpitan pandemi juga sangat dinanti. Secara inovatif dan memastikan peran para kepala daerah bukan hanya di Indonesia. Tapi juga, di kawasan ASEAN dan Pasifik merupakan rekor sejarah yang menanti untuk dipecahkan.

“Ini tantangan cipta noktah sejarah yang lebih substansial. Bukankah sudah sejak Dr. G.S.S.J. Ratulangi asa ini dipatrikan? Semoga potensi ini tidak perlu menunggu satu dekade untuk menjadi aktualisasi,” harapnya.

Bagaimana dengan kabupaten/kota lain?. Di Manado, PDI-P yang mengusung Andrei Angouw dan Richard Sualang (AA-RS) masih penasaran. Sejak Pilwako 2005, selalu kalah. AA-RS pun mengejar kemenangan perdana. Pun, NasDem yang mengusung Paulina Runtuwene dan gaco PG Sonya Kembuan, kans cetak sejarah wali kota perempuan pertama.

Paslon Nomor Urut Tiga termuda di Pilwako Manado, Mor Dominus Bastiaan dan Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) kejar hatrrick. Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Kota Manado Noortje Van Bone (NVB) mengatakan, angka 3 juga sejalan dengan harapan PD yang ingin meraih kemenangan ketiga kalinya, setelah sebelumnya menang di Pilwako Manado tahun 2010 dan tahun 2016 bersama Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL).

Senada di Kota Tomohon. Banteng yang mengusung Caroll Senduk dan Wenny Lumentut ngotot ingin mengalahkan Partai Golkar (PG) pertama kali. PG yang mengusung Jilly Gabriella Eman-Virgie Baker (JGE-VB), calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Tomohon, kejar tiga rekor.

Pertama, sebagai Paslon perempuan pertama. Kedua, wali kota perempuan. Ketiga, JGE potensi mengikuti jejak wali kota termuda se-Indonesia asal Tanjung Balai M Syahrial SH MH yang masih berusia 26 tahun saat dilantik. Sekarang Syahrial sudah berusia 32 tahun, lebih tua dua tahun dari JGE (30).

Pengamat Politik Josef Kairupan tak menyangsikan keberadaan generasi milenial yang terus mendobrak seluruh sisi dan sendi negara, baik dalam kancah perpolitikan, usaha hingga terjun langsung ke roda birokrasi.

“Kalangan milenial tak bisa dipungkiri kini menjadi bagian dalam proses bernegara. Ada yang muncul dan expert di bidang-bidang tertentu, pelaku usaha skala internasional, politisi, artis hingga kepala daerah,” ungkap Kairupan.

Dirinya memberikan sejumlah analisa positif soal keunggulan kalangan milenial. Kalangan milenial diyakini lebih toleran terhadap perbedaan. Responsif dan tanggap terhadap berbagai hal yang tengah hangat, enerjik dan tentunya gesit kala menjalankan roda pemerintahan.

“Dari sisi usia memang, generasi ini lebih luwes dan enerjik pergerakannya. Lebih open minded, artinya secara terbuka menerima perbedaan di tengah kemajemukan. Responsif pada hal-hal yang dirasa belum sesuai harapan, ada itikad menjalankan sesuatu, sesuai dengan koridor yang ditetapkan,” urainya.

Di Minut PDI-P yang mendukung Joune Ganda dan Kevin Lotulung kans untuk kemenangan perdana di Minut. Pun, jagoan Shintia Rumumpe-Netty Pantow ingin menciptakan rekor sebagai Paslon perempuan pertama di Bumi Tumatenden. Di Bitung, Victorine Lengkong potensi jadi wali kota perempuan pertama di Kota Cakalang.

Di Boltim, Amalia Landjar (29) bersaing mengejar rekor bupati termuda, bersama Calon Bupati Rezita Meylani Yopi (26), asal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau. Kini tengah digadang-gadang menjadi calon kepala daerah termuda se-Indonesia. Tak kalah menariknya, dari sisi profesi, dua tokoh agama dari Gereja Masehi Injili di Minahasa, Cawagub Sulut Pdt Hendry Runtuwene dan Cawabup Minsel Pdt Petra Rembang, akan menjadi kepala daerah pertama dari GMIM, khususnya yang pernah masuk struktur Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS).

Pun demikian, profesi wartawan. Cabup Boltim Suhendro Boroma yang juga Direktur Jawa Pos Group dan Cawawali Tomohon Virgie Baker, eks presenter Metro TV, kans menorehkan profesi jurnalis menempati posisi tertinggi di eksekutif. (cw-01/vip)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/