32C
Manado
Kamis, 15 April 2021

Tuna-Lobster Sulut ‘Terbang’ ke Singapura

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) terus mendorong kegiatan direct call atau ekspor langsung berbagai hasil komoditi di tanah bumi Nyiur Melambai ini.

Usai menyasar Jepang, kini Sulut membuka peluang ekspor baru ke Singapura. Tak main-main dalam kegiatan ekspor perdana tersebut, sebanyak 4,2 ton komoditas perikanan dikirim ke Singapura, Senin (8/3) kemarin.

Bahkan komoditi perikanan seperti tuna dan lobster menjadi unggulan Sulut dalam kegiatan ekspor ke Singapura. Tak hanya itu komoditi pertanian juga ikut bersama dengan Tuna dan Lobster menuju Singapura dari Bandara Sam Ratulangi Manado.

Saat diwawancarai koran ini, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, Pemprov Sulut tak pernah berhenti melakukan upaya membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 dengan melakukan berbagai terobosan termasuk direct call hasil perikanan Sulut ke Singapura.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, tidak ada jalan lain untuk peningkatan ekonomi, selain melakukan ekspor pertanian dan perikanan. Dan ini direalisasikan melalui ikhtiar semua pihak. Kita tidak boleh puas dengan capaian saat ini, karena masih banyak peluang dan market yang dapat disasar. Kiranya output dan outcome dapat dinikmati masyarakat Sulut,” ungkapnya.

Kandouw juga mengapresiasi kesungguhan para eksportir ikan yang telah mendukung pembukaan pasar baru untuk komoditas unggulan perikanan Sulut seperti ikan tuna dan komoditas lainnya.

“Terobosan direct call ke Singapura ini bukan main-main. Ibaratnya telah menabrak tembok untuk melewati sungai deras. Salut untuk para pejuang ekspor. Pemprov Sulut tentu sangat mendukung akan upaya-upaya seperti ini. Saya sudah minta dinas terkait agar memperhatikan semua kebutuhan petani maupun nelayan. Agar produksi itu tetap maksimal dalam melakukan eksport,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Kasan, mengatakan direct call perikanan Sulut ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi karena merupakan komponen ekonomi yang menjadi andalan di tengah pandemi Covid-19.

“Ini langkah extra ordinary, karena untuk direct call bukan perkara mudah. Sehingga kolaborasi untuk ekspor Indonesia khususnya Sulut, menjadi bagian penting di tengah pandemik. Ekspor yang eksis saat ini adalah perikanan dan pertanian. Kami akan terus memberikan kemudahan dalam transaksi ekspor,” sebutnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Rina mengungkapkan, agar upaya direct call yang tidak mudah ini, dijaga kontinuitasnya.

“Terobosan direct call suatu hal yang tidak mudah dilakukan di tengah pandemi yang dapat tekanan kuat. Nilai ekspor kita tercatat Rp1,9 triliun, yang dapat ditingkatkan lagi dengan ekspor ke Singapura,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Keuangan melalui Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, sangat mendukung upaya direct call, yang menjadikan Manado sebagai super hub, sehingga mengurangi pos transit yang panjang. Dari waktu tempuh 9-18 jam menjadi 3,5 jam.

“Meski kita lakukan secara bertahap, namun langkah direct call telah memutus siklus ekspor yang panjang yang secara langsung akan mengurangi cost, seperti biaya logistik, waktu dan kualitas yang masih mahal,” tutupnya. (ewa/gel).

Artikel Terbaru