27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Dandel: Rapid Tes Pakai Istilah Reaktif Bukan Positif

Kasus Dua Keke, Gugus Tugas Pemprov Bakal Tegur Dinkes Tomohon

MANADOPOST.ID–Masyarakat Sulut tidak boleh panik berlebihan. Tetap berdoa. Puji Tuhan hingga kemarin, total pasien terkonfirmasi positif terjangkit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tak bertambah. Masih tetap delapan orang.

Namun diduga ada kasus baru dari Tomohon. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Tomohon Yelly Potuh menyebutkan, rapid test telah dilakukan kepada sekira 27 dari 97 orang yang ditracking pernah kontak langsung dengan pasien positif 06 Covid-19.  “Hasilnya, dua orang terindikasi positif Covid-19,” ungkap Potuh

Informasi dirangkum Manado Post, keduanya berjenis kelamin perempuan. Kata dia, meski saat ini masih 70 orang yang belum di rapid test. Namun tracking sementara masih dan akan terus berlanjut.

Dia melanjutkan hasil positif yang didapat dirapid test belum pasti sama dengan hasil swab yang biasanya menjadi dasar menentukan seseorang itu sebagai positif Covid-19.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Jadi, mereka berdua akan kita lakukan Swab lagi. Hasilnya kita tunggu 1 sampai 2 minggu ke depan. Ini yang akan menjadi dasar nanti pemerintah mengeluarkan statemen apabila bersangkutan positif ataupun negatif,” imbuhnya.

Lanjutnya, saat ini keduanya dilakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. “Untuk sementara mereka dikarantina mandiri sambil dipantau karena memang dalam kondisi sehat dan belum bergejala. Mereka ini Baru masuk ODP, PDP pun belum;” imbuhnya.

Dia menambahkan, karantina mandiri berbeda dengan isolasi mandiri di rumah sebab proses karantina artinya yang bersangkutan di rumah pun dilarang bertemu dengan anggota keluarga. “Aktivitasnya hanya di dalam kamar saja. Apabila memang keadaan memburuk, tentu akan kami berlakukan langkah-langkah lainnya yang dibutuhkan,” timpanya.

Di sisi lain, dia mengungkapkan dari hasil tracking terhadap pasien positif pertama yang meninggal di Sulut itu, didapati sebelum meninggal sempat menghadiri acara pemakaman saudaranya di Kelurahan Kamasi, Kecamatan Tomohon Tengah.

“Tetapi kami dari Pemkot Tomohon masih melacak siapa saja yang melakukan kontak dengannya,” tandasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara mengatakan akan menegur pihak Gugus Tugas Covid- 19 Kota Tomohon terkait pengumuman hasil Rapid Tes. “Iya, nanti akan kita ingatkan ke Tomohon untuk pakai istilah reaktif bukan positif,” tegas Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Steven Dandel, Rabu (8/4) saat dikonfirmasi terpisah. (asr/ewa/gnr)

MANADOPOST.ID–Masyarakat Sulut tidak boleh panik berlebihan. Tetap berdoa. Puji Tuhan hingga kemarin, total pasien terkonfirmasi positif terjangkit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tak bertambah. Masih tetap delapan orang.

Namun diduga ada kasus baru dari Tomohon. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Tomohon Yelly Potuh menyebutkan, rapid test telah dilakukan kepada sekira 27 dari 97 orang yang ditracking pernah kontak langsung dengan pasien positif 06 Covid-19.  “Hasilnya, dua orang terindikasi positif Covid-19,” ungkap Potuh

Informasi dirangkum Manado Post, keduanya berjenis kelamin perempuan. Kata dia, meski saat ini masih 70 orang yang belum di rapid test. Namun tracking sementara masih dan akan terus berlanjut.

Dia melanjutkan hasil positif yang didapat dirapid test belum pasti sama dengan hasil swab yang biasanya menjadi dasar menentukan seseorang itu sebagai positif Covid-19.

“Jadi, mereka berdua akan kita lakukan Swab lagi. Hasilnya kita tunggu 1 sampai 2 minggu ke depan. Ini yang akan menjadi dasar nanti pemerintah mengeluarkan statemen apabila bersangkutan positif ataupun negatif,” imbuhnya.

Lanjutnya, saat ini keduanya dilakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. “Untuk sementara mereka dikarantina mandiri sambil dipantau karena memang dalam kondisi sehat dan belum bergejala. Mereka ini Baru masuk ODP, PDP pun belum;” imbuhnya.

Dia menambahkan, karantina mandiri berbeda dengan isolasi mandiri di rumah sebab proses karantina artinya yang bersangkutan di rumah pun dilarang bertemu dengan anggota keluarga. “Aktivitasnya hanya di dalam kamar saja. Apabila memang keadaan memburuk, tentu akan kami berlakukan langkah-langkah lainnya yang dibutuhkan,” timpanya.

Di sisi lain, dia mengungkapkan dari hasil tracking terhadap pasien positif pertama yang meninggal di Sulut itu, didapati sebelum meninggal sempat menghadiri acara pemakaman saudaranya di Kelurahan Kamasi, Kecamatan Tomohon Tengah.

“Tetapi kami dari Pemkot Tomohon masih melacak siapa saja yang melakukan kontak dengannya,” tandasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara mengatakan akan menegur pihak Gugus Tugas Covid- 19 Kota Tomohon terkait pengumuman hasil Rapid Tes. “Iya, nanti akan kita ingatkan ke Tomohon untuk pakai istilah reaktif bukan positif,” tegas Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Steven Dandel, Rabu (8/4) saat dikonfirmasi terpisah. (asr/ewa/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/