32.4 C
Manado
Selasa, 9 Agustus 2022

Rekaman Suara Bambang Pacul 3 Menit, Good Friend Puan Maharani, Tak Kalah Heboh Rekaman Video Gisel 1 Menit, Ganjar Pranowo: Teh Botol Sosro Silahkan Diminum

MANADOPOST.ID – Dunia maya dihebohkan dengan rekaman yang diduga suara Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDI-P Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul. Rekaman Ketua PDI-P Jawa Tengah yang dikenal sebagai good friend (teman baik, red) Ketua DPR RI Puan Maharani ini, beredar di media sosial yang mengibaratkan sosok Puan Maharani seperti Teh Botol Sosro pada ajang Pilpres 2024.

 

Apa tanggapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang disorot Bambang Pacul terkait isu Pencapresan Ganjar?. Ganjar sendiri menanggapi santai munculnya rekaman suara koleganya tersebut di PDI-P. “Kalau terkait dengan Teh Botol Sosro silakan diminum di depan,” kata Ganjar singkat, Selasa (8/7/2021).

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Di sisi lain, Ganjar kerap kali enggan menanggapi serius tentang bursa pencapresan RI 2024. Meski sejumlah lembaga survei menempatkannya pada urutan teratas, namun politikus PDI-P itu belum menyampaikan secara resmi untuk maju dalam kontestasi Pilpres.

 

Sementara itu, setelah rekaman suara berdurasi 3 menit, 46 detik tentang Teh Botol sosro menjadi konsumsi publik. Tak kalah hebohnya dengan rekaman video Gisela Anastasia berdurasi 1 menit 36 detik, belum lama ini. “Kehebohan rekaman suara Bambang Pacul 3 menit tak kalah heboh dengan rekaman video Gisel 1 menit, beberapa waktu lalu,” nilai warga.

 

Terkait hal ini, Bambang Pacul angkat bicara. Dia mengakui rekaman tersebut adalah suaranya. “Sebagai pribadi tentu saya kecewa dengan tersebarnya percakapan ini, yang sejak awal sudah saya nyatakan bahwa apa yang saya akan nyatakan dalam pertemuan tersebut merupakan latar belakang tentang apa yang saya nyatakan secara resmi di depan publik,” beber Pacul dalam keterangannya. “Cerita latar belakang yang saya sampaikan kepada teman-teman wartawan yang semuanya saya kenal baik, bersama beberapa kolega yang saya percaya, dan saya nyatakan Off The Record (OTR) tersebut, ternyata disebarluaskan,” sesalnya.

 

Dijelaskannya, saat itu ia dan sejumlah wartawan dan koleganya tengah berdiskusi secara terbuka. Namun, ia kecewa karena sejumlah wartawan membocorkan rekaman yang merupakan diskusi off the record itu. “Saya kecewa adalah ketidakmampuan teman-teman menjaga profesionalitas dan proporsionalitas sehingga terjadi hal yang mencoreng integritas teman-teman yang ada dalam diskusi itu,” sorotnya.

 

Pacul mengatakan, karena diskusi merupakan obrolan informal, maka wajar, istilah yang dikeluarkan adalah analogi spontan. Sebab, sejak awal diskusi memang bukan untuk dipublikasikan. “Jargon “Teh Botol Sosro” yang terlontar adalah termasuk dari wujud spontanitas, sebagai refleksi pemahaman Bambang Pacul sebagai orang lapangan, sebagai analogi untuk memudahkan pemahaman bagi hadirin yang hadir dalam diskusi off the record tersebut,” urainya.

 

Ketika rekaman itu beredar, kata Pacul, maka pemahamannya menjadi penuh bias dan distorsi pemahaman. Apalagi, rekaman yang beredar hanya potongan rekaman saja. “Meski kecewa, saya bisa menerima hal tersebut. Karena itu, saya tidak berniat mengadukan ke Dewan Pers atau meminta hak-hak yang diatur dalam perundang-undangan,” kuncinya. (okz)

MANADOPOST.ID – Dunia maya dihebohkan dengan rekaman yang diduga suara Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDI-P Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul. Rekaman Ketua PDI-P Jawa Tengah yang dikenal sebagai good friend (teman baik, red) Ketua DPR RI Puan Maharani ini, beredar di media sosial yang mengibaratkan sosok Puan Maharani seperti Teh Botol Sosro pada ajang Pilpres 2024.

 

Apa tanggapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang disorot Bambang Pacul terkait isu Pencapresan Ganjar?. Ganjar sendiri menanggapi santai munculnya rekaman suara koleganya tersebut di PDI-P. “Kalau terkait dengan Teh Botol Sosro silakan diminum di depan,” kata Ganjar singkat, Selasa (8/7/2021).

 

Di sisi lain, Ganjar kerap kali enggan menanggapi serius tentang bursa pencapresan RI 2024. Meski sejumlah lembaga survei menempatkannya pada urutan teratas, namun politikus PDI-P itu belum menyampaikan secara resmi untuk maju dalam kontestasi Pilpres.

 

Sementara itu, setelah rekaman suara berdurasi 3 menit, 46 detik tentang Teh Botol sosro menjadi konsumsi publik. Tak kalah hebohnya dengan rekaman video Gisela Anastasia berdurasi 1 menit 36 detik, belum lama ini. “Kehebohan rekaman suara Bambang Pacul 3 menit tak kalah heboh dengan rekaman video Gisel 1 menit, beberapa waktu lalu,” nilai warga.

 

Terkait hal ini, Bambang Pacul angkat bicara. Dia mengakui rekaman tersebut adalah suaranya. “Sebagai pribadi tentu saya kecewa dengan tersebarnya percakapan ini, yang sejak awal sudah saya nyatakan bahwa apa yang saya akan nyatakan dalam pertemuan tersebut merupakan latar belakang tentang apa yang saya nyatakan secara resmi di depan publik,” beber Pacul dalam keterangannya. “Cerita latar belakang yang saya sampaikan kepada teman-teman wartawan yang semuanya saya kenal baik, bersama beberapa kolega yang saya percaya, dan saya nyatakan Off The Record (OTR) tersebut, ternyata disebarluaskan,” sesalnya.

 

Dijelaskannya, saat itu ia dan sejumlah wartawan dan koleganya tengah berdiskusi secara terbuka. Namun, ia kecewa karena sejumlah wartawan membocorkan rekaman yang merupakan diskusi off the record itu. “Saya kecewa adalah ketidakmampuan teman-teman menjaga profesionalitas dan proporsionalitas sehingga terjadi hal yang mencoreng integritas teman-teman yang ada dalam diskusi itu,” sorotnya.

 

Pacul mengatakan, karena diskusi merupakan obrolan informal, maka wajar, istilah yang dikeluarkan adalah analogi spontan. Sebab, sejak awal diskusi memang bukan untuk dipublikasikan. “Jargon “Teh Botol Sosro” yang terlontar adalah termasuk dari wujud spontanitas, sebagai refleksi pemahaman Bambang Pacul sebagai orang lapangan, sebagai analogi untuk memudahkan pemahaman bagi hadirin yang hadir dalam diskusi off the record tersebut,” urainya.

 

Ketika rekaman itu beredar, kata Pacul, maka pemahamannya menjadi penuh bias dan distorsi pemahaman. Apalagi, rekaman yang beredar hanya potongan rekaman saja. “Meski kecewa, saya bisa menerima hal tersebut. Karena itu, saya tidak berniat mengadukan ke Dewan Pers atau meminta hak-hak yang diatur dalam perundang-undangan,” kuncinya. (okz)

Most Read

Artikel Terbaru

/